"Andai Ibu Tidak Menikah Dengan Ayah": Drama Keluarga yang Menguras Emosi Penonton
Rahma Nur Anisa• Minggu, 14 September 2025 | 16:00 WIB
Photo
BLITAR KAWENTAR - Film terbaru Rapi Films yang disutradarai Kun Agus berhasil menghadirkan potret kelam kehidupan rumah tangga Indonesia. "Andai Ibu Tidak Menikah Dengan Ayah" menampilkan drama keluarga yang begitu dekat dengan realitas sosial masyarakat.
Film ini menceritakan perjuangan seorang ibu bernama Wulan (Evelina) yang membesarkan tiga anak—Alin, Anis, dan Aca—dengan suami yang tidak berfungsi sebagai kepala keluarga. Karakter ayah yang diperankan Tio Pakusadewo digambarkan sebagai sosok parasit yang hanya duduk, merokok, dan tidak berkontribusi dalam kehidupan keluarga.
Amanda Rawles sebagai Anis menjadi highlight utama film dengan perannya yang objektif dan tidak memihak. Karakternya yang baru pulang dari kos memberikan perspektif segar terhadap dinamika keluarga yang disfungsional.
Channel review "Cine Crib" memberikan apresiasi terhadap beberapa aspek produksi film ini. Set design rumah yang otentik dengan detail seperti talenan kayu tua, mangkok jadul, dan termos plastik biru berhasil menciptakan atmosfer keluarga menengah ke bawah yang believable.
Makeup dan wardrobe juga dinilai natural, terutama pada karakter perempuan yang tidak berlebihan. Detail medis seperti perubahan warna kulit akibat kanker pankreas yang menyebar ke hati juga dieksekusi dengan baik.
Reviewer mengkritik penggambaran karakter ayah yang terlalu hitam-putih. Sosok ayah digambarkan tidak memiliki sisi positif sama sekali, bahkan ketika istri sakit parah. Hal ini dinilai terlalu menyederhanakan kompleksitas hubungan keluarga.
"Sayang sekali karakternya jadi terlalu diantagonize. Kasihan juga ya karakternya itu jadi kayak terlalu hitam putih," komentar salah satu reviewer.
Kritik lain diarahkan pada subplot romance Anis dengan pacarnya yang dinilai berlarut-larut tanpa closure yang memuaskan. Bagian ending setelah kematian ibu juga dianggap terlalu panjang dan kehilangan momentum emosional.
Para reviewer memberikan pujian untuk chemistry antar pemain yang berhasil menciptakan kesan keluarga yang otentik. Amanda Rawles khususnya mendapat apresiasi atas konsistensi karakternya yang selalu "slay" di setiap peran.
Opening sequence mendapat pujian khusus karena berhasil menggambarkan keseluruhan film hanya dari satu scene pencarian kunci motor yang menunjukkan beban ibu dalam menjalankan semua aktivitas rumah tangga.
Film ini berhasil menghadirkan momen-momen emosional yang relatable, seperti scene ulang tahun setelah rumah bocor, atau ketika anak meminjam sandal ibu. Detail-detail kecil ini justru lebih menyentuh daripada adegan dramatic yang dibuat-buat.
Para reviewer akhirnya memberikan rating 7/10 untuk film ini, mengapresiasi eksekusi yang solid meski ada beberapa kelemahan dalam pengembangan plot dan karakter. (*)