Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Terungkap! Liverpool FC Ternyata Lahir dari Rasa Dendam dengan Everton

Ichaa Melinda Putri • Sabtu, 20 September 2025 | 20:00 WIB
Terungkap! Liverpool FC Ternyata Lahir dari Rasa Dendam dengan Everton
Terungkap! Liverpool FC Ternyata Lahir dari Rasa Dendam dengan Everton

BLITAR-Liverpool Football Club dikenal sebagai salah satu klub sepak bola terbesar di dunia. Namun, tak banyak yang tahu bahwa sejarah kelahiran Liverpool justru dipenuhi konflik dan rasa dendam. Klub ini berdiri pada 1892 sebagai buntut perseteruan panas antara John Holding, pemilik Anfield sekaligus presiden Everton, dengan jajaran direksi The Toffees.

Awalnya, Anfield adalah kandang kebanggaan Everton. Holding membeli stadion tersebut pada 1885, tetapi tetap memungut biaya sewa kepada klub. Persoalan semakin memanas ketika Holding menaikkan tarif sewa, memonopoli penjualan bir di stadion, hingga mewajibkan pemain Everton menginap di hotel miliknya sebelum laga.

Puncak konflik terjadi pada 1891. Holding mengusulkan agar Everton dijual dan dikelola sebagai perseroan terbatas untuk membeli Anfield dan lahan di sekitarnya. Namun, harga tinggi yang ditawarkan membuat jajaran direksi curiga. Mereka menilai Holding hanya ingin mengeksploitasi klub demi keuntungan pribadi.

Akibatnya, 279 anggota Everton sepakat meninggalkan Anfield dan membangun stadion baru di Goodison Park. Keputusan ini melukai hati Holding. Ia merasa dikhianati oleh klub yang selama ini ia besarkan. “Saya tidak akan membiarkan stadion ini kosong. Jika Everton pergi, maka saya akan buat klub baru,” begitu kutipan yang terekam dalam arsip lokal Liverpool Echo.

Tak lama setelah itu, Holding mendirikan Liverpool Football Club pada 3 Juni 1892. Klub barunya berwarna biru putih dan menunjuk John McKenna, mantan pemain rugby asal Irlandia, sebagai manajer sekaligus pelatih. Tugas pertama McKenna adalah membentuk tim. Uniknya, dari 20 pemain yang direkrut, mayoritas berasal dari Skotlandia. Bahkan delapan di antaranya bernama Max, sehingga dijuluki “Team of Macs”.

Pertandingan pertama Liverpool digelar di Anfield pada 1 September 1892 melawan Rotherham Town. Menariknya, pada hari yang sama Everton juga mengadakan laga persahabatan di Goodison Park. Holding sengaja menjadwalkan duel itu agar perhatian publik terbagi. Hasilnya, hanya 200 orang menyaksikan Liverpool menang 7-1, sementara 10.000 penonton memadati Goodison Park.

Meski awalnya minim dukungan, Liverpool pelan-pelan menarik perhatian publik. Kemenangan demi kemenangan di liga lokal membuat jumlah penonton di Anfield meningkat tajam. Dalam waktu singkat, basis fans baru terbentuk. Liverpool pun menutup musim perdananya dengan gelar juara dan diterima masuk Football League, meski harus memulai dari divisi dua.

Kisah rivalitas dengan Everton semakin panas ketika keduanya pertama kali bertemu di Goodison Park. Sayangnya, Liverpool harus menelan kekalahan 3-0. Meski begitu, klub baru ini terus berkembang hingga akhirnya meraih gelar liga pertamanya pada musim 1900-1901. Dendam Holding akhirnya terbayar tuntas.

Ironisnya, setahun setelah keberhasilan tersebut, John Holding meninggal dunia pada 17 Maret 1902. Namun warisan konfliknya tetap hidup. Sejak saat itu, perseteruan Liverpool dan Everton dikenal sebagai Merseyside Derby, salah satu derby paling sengit di sepak bola Inggris.

Seiring berjalannya waktu, Liverpool mengalami pasang surut prestasi. Namun filosofi perjuangan yang berawal dari rasa sakit hati Holding telah membentuk identitas klub ini: pantang menyerah dan selalu bangkit meski jatuh berkali-kali. Loyalitas fans yang tak pernah padam, meski klub sempat 30 tahun puasa gelar liga, menjadi bukti betapa sejarah kelam itu justru melahirkan kekuatan besar.

Kini, Liverpool bukan hanya sekadar klub sepak bola. Ia adalah simbol dari sebuah kota, semangat perlawanan, dan warisan konflik yang berubah menjadi kejayaan. Dari stadion yang nyaris terbengkalai, lahirlah klub raksasa yang dikenal di seluruh dunia dengan semboyan abadi: You’ll Never Walk Alone.

Editor : Anggi Septian A.P.
#liverpool fc #everton #Sejarah Sepak Bola