BLITAR-Liverpool FC dikenal sebagai klub sepak bola legendaris dengan segudang prestasi. Namun, di balik kejayaannya, ada fakta unik dari masa awal berdirinya yang jarang dibahas publik. Pada tahun 1892, skuad pertama Liverpool ternyata didominasi oleh pemain asal Skotlandia. Bahkan, delapan di antaranya memiliki nama belakang “Mac”, sehingga tim ini dijuluki “Team of Macs”.
Awal Terbentuknya Liverpool
Sejarah bermula ketika John Holding, pemilik stadion Anfield sekaligus presiden Everton, berselisih dengan direksi klub tetangganya. Perselisihan soal sewa stadion dan bisnis bir membuat Everton hengkang ke Goodison Park. Holding pun membalas dendam dengan membentuk klub baru bernama Liverpool FC.
Untuk mengisi skuad perdananya, Holding menunjuk John McKenna sebagai manajer. McKenna adalah mantan pemain rugby asal Irlandia yang punya koneksi kuat dengan klub-klub di Skotlandia. Karena alasan itu, ia lebih mudah mendatangkan pemain dari utara Inggris.
Dominasi Pemain Skotlandia
Dalam waktu singkat, McKenna berhasil merekrut 20 pemain. Mayoritas berasal dari Skotlandia, negara yang pada saat itu dianggap memiliki tradisi sepak bola lebih maju dibandingkan Inggris. Para pemain ini terkenal tangguh, pekerja keras, dan punya gaya bermain menyerang.
Yang membuat publik tersenyum geli, delapan dari mereka memiliki nama belakang “Mac” atau “Mc”, singkatan dari “son of” dalam bahasa Skotlandia-Gaelik. Akibatnya, media lokal menjuluki skuad pertama Liverpool sebagai “Team of Macs”. Julukan ini kemudian melekat dalam catatan sejarah klub.
Laga Perdana di Anfield
Skuad unik tersebut memainkan pertandingan resmi pertama pada 1 September 1892 melawan Rotherham Town di Anfield. Dalam laga itu, Liverpool menang telak 7-1. Namun, perhatian publik masih lebih besar tertuju ke Everton yang bermain di stadion baru Goodison Park dengan jumlah penonton mencapai 10 ribu orang.
Meski hanya disaksikan sekitar 200 orang, kemenangan perdana tersebut menjadi langkah awal perjalanan Liverpool. Skuad “Team of Macs” membuktikan kualitasnya dengan tampil impresif di liga lokal, hingga akhirnya Liverpool diterima masuk Football League meski harus memulai dari divisi dua.
Identitas yang Mengakar
Fakta tentang “Team of Macs” ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh Skotlandia dalam sejarah Liverpool. Bahkan, hingga dekade-dekade berikutnya, klub ini masih sering diperkuat pemain asal Skotlandia, seperti Kenny Dalglish, Graeme Souness, hingga Alan Hansen, yang semuanya menjadi legenda.
Fenomena ini juga menggambarkan bagaimana identitas sebuah klub dibentuk. Liverpool, sejak awal, bukan hanya tentang Merseyside, tapi juga tentang campuran budaya dan pengaruh luar yang melebur menjadi satu.
Hiburan Bagi Fans Modern
Bagi fans Liverpool masa kini, cerita tentang skuad pertama yang penuh pemain “Mac” sering jadi bahan nostalgia sekaligus humor. Bayangkan, jika komentator zaman dulu harus menyebut delapan pemain dengan nama belakang hampir mirip di lapangan, tentu membingungkan sekaligus lucu.
Meski kini Liverpool dihuni pemain dari berbagai negara, cerita “Team of Macs” tetap menjadi bagian menarik dari sejarah klub. Fakta unik ini mengingatkan bahwa bahkan klub sebesar Liverpool pun memulai dari kisah sederhana, unik, dan penuh warna.
Editor : Anggi Septian A.P.