Lukisan Terkutuk yang Mengguncang Dunia Seni dan Menebar Teror
Rahma Nur Anisa• Senin, 22 September 2025 | 22:00 WIB
Dari Bocah Menangis hingga Beruang Pemangsa Manusia, Karya Seni Ini Membawa Kutukan Misterius
BLITAR KAWENTAR - Dunia seni tidak selalu tentang keindahan dan inspirasi. Beberapa karya lukis justru dikelilingi cerita horor dan kutukan yang membuat siapa pun yang memilikinya mengalami nasib buruk. Dari lukisan bocah menangis yang tidak terbakar hingga potret yang mata mereka mengikuti pengunjung, karya-karya ini telah menciptakan legenda gelap dalam sejarah seni rupa.
The Crying Boy: Lukisan Antiapi yang Membawa Bencana
The Crying Boy karya Giovanni Bragolin (Bruno Amadio) menjadi fenomena supernatural pada tahun 1980-an di Inggris. Lukisan sederhana seorang anak kecil berlinangan air mata ini memiliki keunikan yang mengerikan, tidak dapat terbakar meski dikelilingi api.
Kasus yang membuat lukisan ini terkenal terjadi pada 1985 ketika tabloid The Sun melaporkan kebakaran rumah di mana semua benda hangus menjadi abu, kecuali lukisan ini yang tetap utuh. Serangkaian insiden serupa menciptakan kepercayaan bahwa lukisan ini terkutuk dan membawa musibah kebakaran bagi pemiliknya.
Legenda menyebut anak dalam lukisan bernama Don Bonilo, bocah Spanyol yang konon selalu membawa kebakaran ke manapun ia pergi. Namun, penyelidikan kemudian mengungkap bahwa lukisan ini diproduksi massal dengan lapisan pelindung khusus yang membuatnya lebih tahan api. Meski demikian, ketika warga mengadakan pembakaran massal, lukisan ini tetap dapat hangus seperti lukisan pada umumnya.
The Rain Woman: Karya 5 Jam yang Menghantui Pemiliknya
Zoel Lana Tellets, seniman asal Ukraina, menciptakan The Rain Woman pada 1996 dalam waktu hanya 5 jam. Yang membuat lukisan ini misterius adalah pengakuan sang pelukis bahwa ia merasa ada kekuatan lain yang menggerakkan tangannya selama proses melukis.
Lukisan ini menggambarkan sosok wanita kurus berpakaian hitam dengan topi besar berdiri sendirian di tengah hujan. Wajahnya datar, dingin, dan sulit dibaca, menciptakan rasa tidak nyaman pada siapa pun yang menatapnya terlalu lama.
Berbagai pemilik lukisan ini mengaku mengalami kejadian supernatural merasa terus diawasi, sulit tidur, hingga dihantui mimpi buruk. Karena fenomena ini, hampir semua pembeli akhirnya mengembalikan lukisan kepada sang pelukis.
The Anguished Man: Lukisan Berdarah yang Memakan Nyawa Penciptanya
The Anguished Man menampilkan wajah pria dengan ekspresi penderitaan luar biasa, mulut terbuka seolah berteriak, dan kulit yang tampak terbakar. Cerita mengerikan dimulai dari informasi bahwa pelukisnya mencampurkan cat minyak dengan darahnya sendiri, bahkan abu manusia.
Tak lama setelah lukisan selesai, sang pelukis dikabarkan bunuh diri. Identitas pelukis hingga kini tidak diketahui. Sean Robinson, pemilik saat ini, mewarisi lukisan dari neneknya dan sejak saat itu mengalami berbagai kejadian supernatural suara tangisan, pintu terbanting sendiri, hingga penampakan sosok pria di rumahnya.
Anjing keluarga Robinson menolak masuk ke ruangan tempat lukisan disimpan. Ketakutan membuat Robinson menyimpan lukisan di loteng bertahun-tahun. Video eksperimen yang ia rekam menunjukkan suara-suara aneh, pintu terbuka sendiri, dan munculnya kabut misterius, yang kemudian viral di internet.
Man Proposes, God Disposes: Kutukan di Ruang Ujian
Lukisan karya Sir Edwin Landseer (1864) ini menggambarkan dua beruang kutub yang sedang mencabik-cabik sisa-sisa manusia, tulang belulang, kain bendera, dan pecahan kapal. Karya ini terinspirasi dari ekspedisi Franklin tahun 1845 yang berakhir dengan kematian seluruh awak kapal.
Dipajang di Royal Holloway University of London, lukisan ini dipercaya membawa kutukan bagi mahasiswa. Banyak yang mengaku merasa diawasi karena mata beruang dalam lukisan seakan mengikuti mereka. Ada cerita bahwa mahasiswa yang ujian di ruangan tersebut bisa tiba-tiba mengalami gangguan mental bahkan terdorong bunuh diri.
Karena reputasi menakutkan ini, setiap kali ada ujian, pihak kampus memiliki tradisi unik: lukisan selalu ditutup dengan kain bendera Inggris untuk mencegah mahasiswa terpengaruh kutukannya.
Portrait of Bernardo de Galvez: Tatapan yang Mengikuti
Di Hotel Galvez Texas, lukisan potret Jenderal Spanyol abad ke-18 Bernardo de Galvez menjadi objek supernatural yang terkenal. Tamu hotel sering mengaku merasa diawasi saat melewati lorong tempat lukisan terpajang, karena tatapan mata Galvez seolah mengikuti siapa pun yang berjalan di depannya.
Yang lebih mengerikan, setiap ada yang mencoba memotret lukisan ini, hasil fotonya sering kabur, penuh cahaya aneh, atau kamera langsung mengalami error. Legenda hotel menyebutkan bahwa untuk berhasil memotret, seseorang harus meminta izin dengan sopan kepada Galvez terlebih dahulu.
Fenomena Psikologis atau Supernatural?
Para ahli psikologi menjelaskan bahwa sebagian besar "kutukan" lukisan dapat dijelaskan melalui efek psikologis. Pareidolia, kecenderungan manusia melihat wajah pada objek non-manusia, ditambah dengan sugesti dan ekspektasi negatif, dapat menciptakan pengalaman supernatural yang terasa nyata.
Namun, bagi mereka yang mengalami langsung kejadian-kejadian aneh, penjelasan ilmiah tidak cukup untuk menenangkan ketakutan mereka. Lukisan-lukisan ini tetap menjadi legenda dalam dunia seni, membuktikan bahwa karya seni tidak hanya mempengaruhi emosi, tetapi juga dapat menciptakan pengalaman yang melampaui batas rasionalitas. (*)