Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Demi Rp700 Ribu, Anak SMP Nekat Belajar Orasi ala Hitler dan Obama, Kini Jadi Kreator Politik Viral!

Dimas Galih Nur Hendra Saputra • Kamis, 25 September 2025 | 21:35 WIB

 

Demi Rp700 Ribu, Anak SMP Nekat Belajar Orasi ala Hitler dan Obama, Kini Jadi Kreator Politik Viral!
Demi Rp700 Ribu, Anak SMP Nekat Belajar Orasi ala Hitler dan Obama, Kini Jadi Kreator Politik Viral!

BLITAR – Tidak ada yang menyangka, perjalanan seorang konten kreator politik Gen Z yang kini viral di media sosial justru bermula dari sebuah lomba pidato sederhana.

Saat masih duduk di bangku SMP, ia mengikuti lomba speech contest bahasa Inggris dengan hadiah Rp700 ribu. Niat awalnya bukan untuk popularitas, melainkan karena hadiah uang yang lumayan untuk ukuran anak sekolah.

“Awalnya iseng ikut lomba pidato. Hadiahnya Rp700 ribu, lumayan banget buat anak SMP. Tapi lama-lama keterusan sampai jadi hobi,” ungkapnya saat berbincang dengan Raditya Dika.

Namun, lomba tersebut justru menjadi titik balik. Ia mulai serius mempelajari gaya orasi tokoh-tokoh dunia. Tak main-main, yang ia pelajari bukan hanya tokoh demokratis seperti Abraham Lincoln, Ronald Reagan, dan Barack Obama, tapi juga orator kontroversial seperti Adolf Hitler.

“Saya pelajari flow mereka, bagaimana cara mulai, cara menghipnotis audiens, kapan harus berhenti, kapan harus tegas. Semua itu saya analisis biar bisa bikin pidato saya kuat,” jelasnya.

Kemampuan orasi itu kemudian ia terapkan di berbagai lomba berikutnya. Bahkan, ia sempat beberapa kali menang dengan pidato yang mengangkat tema politik, meski usianya masih sangat muda.

Pengalaman tersebut perlahan membentuk cara berpikir kritis dan keberanian berbicara di depan publik. Hal itu pula yang akhirnya membawanya menjadi salah satu kreator konten politik yang dikenal berani dan satir.

Di media sosial, ia sering mengaitkan isu politik serius dengan pop culture yang dekat dengan generasi muda. Salah satu kontennya yang paling viral adalah membandingkan ideologi para presiden Indonesia dengan karakter Hokage dalam serial anime Naruto.

“Kalau dulu pidato saya kaku banget, tapi setelah belajar dari tokoh dunia, saya jadi tahu cara bikin audiens tertarik. Nah, sekarang tinggal disesuaikan saja dengan dunia digital,” ujarnya.

Raditya Dika yang mendengar kisah itu pun terkejut. Baginya, wajar jika anak muda ini punya gaya bicara yang percaya diri. “Gue ngerti kenapa lu bisa pede banget ngomongin politik, ternyata udah terlatih dari kecil lewat lomba pidato,” komentar Radit.

Namun, bukan hanya teknik bicara yang ia kuasai. Dari lomba pidato, ia juga belajar pentingnya riset dan menyusun argumen yang logis. Setiap kali tampil, ia harus mempersiapkan materi matang agar bisa menyampaikan pesan yang jelas.

Kebiasaan itu terbawa hingga kini ketika ia membuat konten politik. Dengan gaya santai tapi penuh sindiran, ia bisa menyampaikan kritik tanpa harus terlihat menggurui.

Salah satunya ketika ia melontarkan sindiran soal budaya politik di Indonesia. “Indonesia is a family friendly place, karena semua yang ada di atas sana punya keluarga,” ucapnya yang langsung membuat audiens tertawa.

Meski sering bercanda, ia mengaku serius ingin membuat generasi muda lebih peduli pada politik. Caranya adalah dengan menghadirkan isu berat dalam kemasan yang ringan dan menghibur.

“Kalau dibawain serius, anak muda biasanya bosan. Tapi kalau pakai analogi anime atau budaya pop, mereka jadi tertarik,” jelasnya.

Kini, kontennya sudah ditonton ratusan ribu kali di berbagai platform. Banyak yang menganggap pendekatan satirnya segar, meski tidak sedikit pula yang mengkritiknya terlalu nyeleneh.

Terlepas dari pro-kontra itu, kisahnya membuktikan bahwa hal kecil seperti lomba pidato bisa menjadi pintu masuk untuk hal besar. Dari hadiah Rp700 ribu, kini ia dikenal sebagai salah satu wajah baru Gen Z di dunia politik digital.

“Intinya jangan remehkan pengalaman kecil. Dari situ bisa lahir hal-hal besar yang bahkan nggak kita duga sebelumnya,” pungkasnya.

 

Editor : Anggi Septian A.P.
#Kreator Politik Gen Z #Lomba Pidato Viral #inspirasi anak muda