BLITAR-Kisah Mistis Bu Sarinah, Tetangga yang Sudah Tiada Tapi Masih Membawa Masakan Hangat
Di banyak cerita mistis, hantu identik dengan kengerian. Namun di Kampung Sida Mulya, sebuah desa kecil di kaki bukit, warga justru dihadapkan pada sosok gaib yang hadir dengan cara berbeda. Bukan menakutkan, melainkan membawa masakan hangat penuh kasih.
Adalah Bu Sarinah, seorang perempuan paruh baya yang menurut catatan warga telah meninggal lebih dari sepuluh tahun lalu. Namun, kehadirannya kembali dirasakan pasangan muda yang baru pindah ke desa tersebut. Bukan dalam bentuk penampakan menyeramkan, melainkan lewat aroma masakan rumahan yang hangat dan rantang berisi makanan lezat.
Pertemuan Pertama yang Mengharukan
Tommy dan Risa, pasangan muda yang memutuskan pindah dari kota setelah usaha mereka terpuruk, menjadi saksi pertama kehadiran Bu Sarinah. Dua hari setelah menempati rumah kontrakan, mereka dikejutkan oleh ketukan lembut di pagar.
Seorang ibu ramah dengan senyum teduh memperkenalkan diri, “Saya Bu Sarinah, tetangga sebelah. Ini ada sedikit masakan untuk kalian.”
Risa terharu. Di tengah kondisi sulit, perhatian seorang tetangga terasa begitu menenangkan. Rantang kaleng itu berisi sayur asem hangat, tempe goreng, dan sambal pedas—menu sederhana, tapi terasa istimewa bagi mereka yang baru saja bangkrut.
Sejak saat itu, Bu Sarinah rutin datang. Terkadang membawa tiwul manis, garang asem, hingga wedang jahe yang pas untuk malam dingin desa.
Misteri Rumah Sebelah
Yang membuat Tommy dan Risa heran, rumah tempat Bu Sarinah tinggal selalu terlihat kosong. Pintu terkunci rapat, jendela tertutup rapat, dan tak ada suara aktivitas dari dalam.
“Kalau beliau benar tinggal di situ, kenapa rumahnya selalu sepi?” tanya Risa pada suaminya.
Kebingungan itu bertambah saat mereka mencoba mengunjungi balik. Rumah tersebut tetap sunyi, tanpa tanda-tanda kehidupan. Hingga suatu hari, seorang tetangga lain, Pak Seno, membongkar fakta mengejutkan.
“Rumah itu kosong, Mas. Pemiliknya dulu Bu Sarinah. Tapi beliau sudah meninggal sejak lama,” katanya pelan.
Tommy dan Risa saling berpandangan. Siapa sebenarnya sosok yang selama ini begitu nyata hadir di depan mata mereka?
Hantu yang Membawa Kehangatan
Berbeda dari cerita seram, kehadiran Bu Sarinah justru membawa ketenangan. Risa bahkan merasa ada kasih seorang ibu dalam setiap hidangan yang diberikan.
“Entah kenapa aku merasa beliau tidak ingin menakuti. Justru seperti menjaga kita,” ucap Risa.
Bukan hanya sekali, Tommy dan Risa merasakan kehadiran Bu Sarinah begitu nyata. Mereka merasakan genggaman tangannya, mendengar suara langkah sendalnya, hingga mencium aroma masakan dari dalam rantang. Semua itu terlalu hidup untuk disebut sekadar mimpi atau ilusi.
Jejak Kebaikan yang Tak Pernah Hilang
Cerita tentang Bu Sarinah akhirnya sampai ke telinga Pak RT. Menurutnya, semasa hidup, Bu Sarinah memang dikenal sebagai sosok dermawan yang gemar berbagi makanan.
“Beliau itu orang baik. Meski sakit, tetap berusaha masak untuk tetangga. Mungkin sekarang arwahnya hanya ingin melanjutkan kebiasaan itu,” ungkap Pak RT.
Tommy dan Risa yang awalnya diliputi rasa takut, justru kini merasa mendapat kekuatan. Kehadiran Bu Sarinah seolah mengingatkan bahwa kebaikan tidak pernah benar-benar hilang, bahkan setelah seseorang tiada.
Dari Kisah Mistis Menjadi Tradisi
Tak berhenti di situ, pengalaman bersama Bu Sarinah memberi inspirasi. Tommy dan Risa memutuskan untuk melanjutkan kebaikan itu. Setiap Jumat, mereka menyiapkan rantang berisi masakan rumahan untuk dibagikan ke tetangga sekitar.
Tradisi baru ini akhirnya dikenal warga sebagai “rantang dari rumah sebelah”. Nama itu terinspirasi dari sosok Bu Sarinah yang selalu datang dengan membawa makanan dari rumah kosong di sebelah kontrakan.
Kehadiran yang Membekas
Beberapa bulan kemudian, anak-anak Bu Sarinah datang menengok rumah lama. Mereka terkejut mendengar kisah dari Tommy dan Risa. Dengan mata berkaca-kaca, salah satu anak berkata lirih, “Ibu memang begitu. Hidupnya untuk orang lain. Ternyata sampai sekarang beliau masih menjaga.”
Kini, kisah mistis tentang Bu Sarinah tak lagi dianggap menakutkan. Sebaliknya, menjadi pengingat bahwa cinta dan kebaikan bisa melampaui batas kehidupan.
Di Kampung Sida Mulya, hantu bukan selalu sosok yang menakuti. Kadang, ia datang dengan rantang berisi masakan hangat—seperti Bu Sarinah, yang terus hidup dalam ingatan dan hati tetangga-tetangganya.
Editor : Anggi Septian A.P.