BLITAR - Nama Chikita Meidy begitu melekat di era 90-an sebagai penyanyi cilik berbakat. Namun, di balik popularitasnya, ia harus menghadapi gosip kejam hingga kabar bohong yang menyebut dirinya meninggal dunia saat masih kecil.
Pengalaman pahit itu diceritakan langsung oleh Chikita dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Ferdi Tahir. Ia mengaku, gosip tersebut menjadi titik balik yang membuat dirinya trauma dengan dunia hiburan anak.
“Sampai ada gosip aku meninggal dunia. Bayangin, aku masih kecil tapi harus dengar kabar jahat kayak gitu,” ungkap Chikita Meidy, mengenang masa lalunya.
Sejak usia 2 tahun, Chikita sudah aktif di panggung musik. Lagu perdananya berjudul "Kuku-Kuku" sukses besar dan terjual lebih dari satu juta kopi. Kesuksesan itu membuatnya masuk ke dalam arus industri hiburan yang padat dengan jadwal manggung, syuting televisi, hingga tur ke luar negeri.
Popularitasnya membuat Chikita sempat merilis puluhan album anak-anak. Bahkan, ia diundang tampil di Malaysia dan Brunei sebagai penyanyi cilik fenomenal asal Indonesia. Namun, di balik sorotan kamera, kehidupan pribadinya penuh tekanan.
Ia mengaku kehilangan masa kecil karena harus menjalani jadwal yang ketat. Di sekolah pun, dirinya sering dijadikan bahan bullying. Bahkan, kakak kelas hingga teman-teman seangkatannya ikut mengucilkan dirinya.
“Sepatu aku pernah dilempar ke genteng, sampai ada yang masukin bangkai kecoa ke tas aku. Itu parah banget,” kata Chikita.
Bullying tersebut semakin berat ketika gosip kejam mengenai dirinya beredar. Alih-alih dihormati sebagai bintang cilik, Chikita justru mendapat perlakuan kasar dari orang-orang terdekat di sekolahnya.
Situasi itu membuatnya mengalami mental block. Ia mulai menarik diri dari dunia hiburan. “Jujur gara-gara itu aku langsung out. Aku enggak nyanyi lagi,” ujarnya.
Menurut Chikita, gosip tentang kematiannya tidak hanya merugikan dirinya, tetapi juga keluarganya. Ayahnya, Meidy MD, yang dikenal sebagai musisi, serta ibunya, Alvi Hairi, seorang penyanyi, merasa terpukul melihat kondisi sang anak.
Meski demikian, keluarganya selalu berusaha mendukung. Sang ibu bahkan sempat mendampingi dengan membawa guru privat agar pendidikan Chikita tidak tertinggal meski sering tur. Namun, trauma akibat gosip dan bullying itu tetap membekas.
Chikita mengaku hingga kini masih merasa sulit untuk kembali akrab dengan orang-orang yang dulu menyakitinya. “Ada satu artis yang dulu sering banget nyakitin aku. Sampai sekarang kalau ketemu, dia enggak pernah negur aku,” ungkapnya.
Kisah Chikita Meidy menjadi pengingat bahwa dunia hiburan anak tidak selalu indah. Di balik gemerlap panggung, ada tekanan besar yang bisa merenggut masa kecil, kesehatan mental, bahkan hubungan sosial seorang anak.
Kini, setelah beranjak dewasa dan berkeluarga, Chikita memilih menjalani hidup lebih tenang. Ia sesekali tampil di media, tetapi bukan lagi untuk mengejar popularitas, melainkan membagikan kisah hidupnya sebagai pelajaran bagi generasi baru.
“Aku bersyukur masih bisa kuat sampai hari ini. Semoga cerita ini bisa membuka mata bahwa anak-anak juga manusia, mereka butuh dilindungi,” tutup Chikita.
Editor : Anggi Septian A.P.