Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Terungkap! Chikita Meidy Akui Stop Nyanyi Bukan Karena Karier Redup, Tapi Gara-Gara Bullying

Axsha Zazhika • Kamis, 2 Oktober 2025 | 02:30 WIB

 

Terungkap! Chikita Meidy Akui Stop Nyanyi Bukan Karena Karier Redup, Tapi Gara-Gara Bullying
Terungkap! Chikita Meidy Akui Stop Nyanyi Bukan Karena Karier Redup, Tapi Gara-Gara Bullying

BLITAR - Chikita Meidy akhirnya buka suara soal alasan sebenarnya berhenti bernyanyi di usia belia. Penyanyi cilik era 90-an itu menegaskan bahwa kariernya tak meredup secara alami, melainkan terhenti karena pengalaman pahit berupa bullying.

Pengakuan ini ia sampaikan dalam wawancara bersama Ferdi Tahir di kanal YouTube "All You Can Hear". Menurutnya, bullying yang dialami sejak duduk di bangku sekolah dasar telah meninggalkan luka mendalam hingga membuatnya enggan melanjutkan karier di panggung musik.

“Jujur gara-gara itu aku langsung out. Jadi enggak nyanyi lagi. Bukan karena aku sudah enggak laku, tapi karena mental aku drop banget,” ungkap Chikita Meidy.

Nama Chikita Meidy sempat melambung di awal 90-an. Ia mulai bernyanyi sejak usia dua tahun dengan lagu populer berjudul Kuku-Kuku, yang kala itu meledak di pasaran hingga terjual jutaan kopi. Sepanjang kariernya, ia merilis 33 album dengan lebih dari 300 lagu.

Sayangnya, di balik popularitas itu, Chikita harus kehilangan masa kecil.
Ia sering meninggalkan sekolah demi tur dan tampil di berbagai acara televisi.
Bahkan, ia mengaku jarang punya teman sebaya karena lebih sering diperlakukan sebagai bintang daripada anak biasa.

Kondisi makin sulit ketika ia masuk sekolah dasar. Chikita bercerita punya kakak kelas yang kerap memperlakukannya dengan kasar. “Masih kelas 4 SD, aku dibully habis-habisan. Ada kakak kelas yang keji banget sama aku. Dari situ mental aku kayak keblok,” tuturnya.

Bullying itu tak berhenti di situ. Ia mengaku sering disuruh membelikan jajanan, dilempar alat salatnya, bahkan pernah mendapati bangkai kecoa dimasukkan ke dalam tasnya. Perlakuan itu membuat teman seangkatan ikut-ikutan menjauhinya.

Lebih menyakitkan lagi, bullying dipicu anggapan bahwa kariernya sudah meredup. “Aku sering dibilang artis enggak laku. Padahal waktu itu aku cuma pengin sekolah normal dan punya teman,” jelasnya.

Meski sempat mencoba bertahan, tekanan yang ia alami membuatnya memilih berhenti total dari dunia musik. Ia fokus melanjutkan sekolah hingga ke bangku SMA, meninggalkan status penyanyi cilik yang sempat membesarkan namanya.

Kendati begitu, Chikita bersyukur masih punya dukungan keluarga. Sang ayah, Meidy MD, yang seorang musisi, dan ibunya, Alvi Hairi, yang juga penyanyi, berusaha menguatkannya. Namun, pengalaman bullying itu tetap menorehkan trauma yang sulit hilang hingga kini.

Pengakuan Chikita sontak mengundang simpati publik. Banyak warganet menilai kisahnya menjadi pengingat bahwa bullying bisa menghancurkan mimpi seseorang, tak peduli seterkenal apa orang itu.

Kini, Chikita memilih menjalani kehidupan lebih tenang bersama keluarga kecilnya. Ia telah menikah dan dikaruniai seorang anak, jauh dari gemerlap panggung hiburan.

Cerita Chikita Meidy ini seolah menegaskan bahwa berhentinya karier bukan selalu karena pamor memudar. Kadang, alasan yang tak terlihat, seperti bullying, justru lebih menghancurkan daripada sekadar kehilangan popularitas.

Editor : Anggi Septian A.P.
#Chikita Meidy #penyanyi cilik #bullying