Raim Laode: Dari "Mas-Mas Nomor Satu" hingga Menang AMI dengan "Komang"
Sarulloh Adi Prayoga• Minggu, 5 Oktober 2025 | 16:00 WIB
Raim Laode: Dari
BLITAR KAWENTAR-Perjalanan karier Raim Laode bukanlah cerita instan. Dari panggung Stand Up Comedy Academy (SUCA), peran figuran di sinetron, hingga kembali ke kampung halaman, ia menemukan ulang dirinya. Kini, namanya dikenal luas lewat lagu Komang yang sukses meraih penghargaan AMI.
Raim mengawali kiprahnya lewat ajang SUCA, yang membawanya ke dunia hiburan ibu kota. Ia sempat menjadi figuran di sinetron, dengan peran kecil seperti “pemuda satu” atau “mas-mas nomor dua”. Namun hidup di Jakarta tak sepenuhnya sesuai ekspektasi. Jadwal padat, tekanan industri, hingga star syndrome membuatnya lelah.
Pulang ke Sulawesi menjadi titik balik. Di tepi sungai kampung halamannya, ia membuat konten sederhana: duduk di kursi, minum kopi, sambil menuliskan dan membacakan refleksi hidup. Gaya santai tapi penuh makna ini menarik perhatian publik.
Kegemarannya menulis sejak kecil akhirnya bermuara pada musik. Lagu Komang, yang ditulis untuk istrinya, justru menjadi soundtrack banyak orang dan membawa Raim meraih penghargaan AMI. Menurutnya, karya seni yang hebat adalah karya yang “menjadi milik pendengarnya”
Kini, Raim terus berkarya lewat musik indie, mempersiapkan album, dan mengembangkan konten kreatif. Perjalanan dari komedian hingga musisi peraih AMI menjadi bukti bahwa konsistensi, refleksi, dan kejujuran dalam berkarya bisa membawa hasil besar.