Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Timnas Indonesia Siapkan Formasi Mengerikan Hadapi Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Anggi Septiani • Rabu, 8 Oktober 2025 | 02:20 WIB
Timnas Indonesia Siapkan Formasi Mengerikan Hadapi Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Timnas Indonesia Siapkan Formasi Mengerikan Hadapi Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026

BLITAR-Timnas Indonesia siap tempur menghadapi dua laga hidup mati di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Skuad Garuda akan berhadapan dengan Arab Saudi pada 9 Oktober dan Timnas Irak pada 11 Oktober 2025 mendatang. Dua pertandingan ini menjadi ujian berat bagi tim asuhan Patrick Kluivert, karena hanya juara grup yang berhak lolos otomatis ke putaran final di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Meski tampil sebagai tamu di Jeddah dan Baghdad, semangat Garuda tidak surut. Sang pelatih Patrick Kluivert bersama asistennya, Alex Passeur, telah menyiapkan formasi dan strategi terbaik untuk memaksimalkan potensi seluruh pemainnya. Dalam laga krusial ini, Indonesia wajib menyapu bersih dua pertandingan dengan kemenangan untuk menjaga asa tampil di panggung dunia.

Dalam analisis taktik, Patrick Kluivert diyakini akan menurunkan formasi 3-4-3, skema yang menyeimbangkan kekuatan lini belakang dan kecepatan serangan. Formasi ini dianggap paling ideal menghadapi tim-tim Timur Tengah seperti Arab Saudi dan Irak yang dikenal punya fisik kuat dan tempo tinggi.

Di posisi penjaga gawang, Martín Paes akan kembali menjadi andalan utama Garuda. Kiper FC Dallas itu tampil gemilang pada putaran sebelumnya, terutama saat menghadapi tim-tim Asia Barat. Dengan tinggi badan 192 sentimeter dan refleks luar biasa, Paes diharapkan mampu mengamankan gawang Indonesia dari gempuran lawan. Ketegasannya dalam duel udara juga menjadi nilai lebih saat menghadapi serangan bola mati Arab Saudi yang berbahaya.

Lini belakang Garuda akan diperkuat Rizky Ridho, Jay Idzes, dan Justin Hubner yang selama ini dikenal sebagai trio tangguh. Sejak dipasangkan bersama, mereka hanya sekali menelan kekalahan—yakni saat menghadapi Jepang. Sinergi ketiganya menjadi fondasi kokoh pertahanan Indonesia.

Sementara itu, posisi fullback akan diisi Calvin Verdonk di kanan dan Kevin Diks di kiri. Dua pemain berdarah Belanda ini memiliki kecepatan dan daya jelajah tinggi. Kevin Diks dikenal agresif dalam membantu penyerangan, sementara Calvin Verdonk punya disiplin tinggi menjaga area pertahanan. Kombinasi keduanya membuat Garuda punya keseimbangan antara bertahan dan menyerang.

Sektor tengah bakal diisi oleh Joey Pelupessy dan Thom Haye. Duet ini sudah terbukti solid dalam menjaga ritme permainan. Thom Haye akan berperan sebagai pengatur serangan dan penyedia umpan matang bagi para penyerang, sedangkan Pelupessy berfungsi sebagai perusak alur serangan lawan.

Kedalaman skuad juga diperkuat oleh Marc Klok, Ricky Kambuaya, dan Nathan Tjoe-A-On yang siap memberi tenaga segar dari bangku cadangan. Dengan komposisi tersebut, Kluivert punya banyak opsi untuk mengubah skema permainan sesuai situasi di lapangan.

Lini depan Garuda akan diperkuat oleh trio Ragnar Oratmangoen, Miliano Jonathan, dan Elkan Romini. Ragnar, yang sempat absen karena cedera, siap kembali menunjukkan ketajamannya di sisi kiri serangan. Pemain berusia 26 tahun itu dikenal memiliki akselerasi dan kemampuan tusukan berbahaya ke jantung pertahanan lawan.

Di sisi kanan, Miliano Jonathan yang mencuri perhatian pada dua laga debutnya kontra Taiwan dan Lebanon akan kembali diandalkan. Gaya bermainnya yang mirip legenda Belanda, Arjen Robben—memotong dari sayap lalu melepaskan tembakan akurat—membuatnya jadi senjata utama Garuda di sektor kanan.

Sebagai ujung tombak, Elkan Romini dipastikan pulih dari cedera dan siap menjadi predator di kotak penalti. Penyerang Oxford United itu dikenal memiliki penempatan posisi yang cerdas dan insting gol tajam. Tiga gol yang telah ia sumbangkan untuk timnas menjadi bukti bahwa Romini adalah solusi dari tumpulnya lini depan Indonesia di beberapa laga uji coba terakhir.

Patrick Kluivert menyadari bahwa dua laga ini bukan sekadar pertandingan, tetapi ujian mental dan kualitas tim secara keseluruhan. Evaluasi besar-besaran telah dilakukan, terutama pada efektivitas lini depan dan koordinasi pertahanan. “Kami tahu apa yang harus dilakukan. Fokus utama kami adalah efisiensi dan penyelesaian akhir,” kata Kluivert dalam sesi latihan tertutup di Jeddah.

Dengan komposisi pemain yang semakin matang, ditambah dukungan besar dari masyarakat Indonesia, asa untuk mencatat sejarah tampil di Piala Dunia 2026 semakin terbuka. Kemenangan atas Arab Saudi akan menjadi langkah besar menuju mimpi besar Garuda tampil di pentas dunia.

Editor : Anggi Septian A.P.
#Timnas Indonesia #kualifikasi piala dunia 2026 #arab saudi