BLITAR KAWENTAR-Sebuah kamar kos khusus putri di kawasan Lowokwaru, Malang, kini dikenal sebagai kamar terlarang. Setelah tragedi menimpa salah satu penghuninya, kamar nomor 3 itu tak pernah lagi ditempati. Setiap yang mencoba masuk mengaku mendengar suara yang sama: tangisan bayi di tengah malam.
Cerita ini berasal dari pengalaman nyata seorang mahasiswi bernama Nana, yang tinggal di kos tersebut bersama beberapa teman. Suasana awalnya biasa saja — kosan kecil, bersih, dan tenang. Hingga pada April 2018, datang penghuni baru bernama Sarah, mahasiswa semester akhir yang dikenal pendiam dan tertutup.
Hari demi hari, perilaku Sarah mulai berubah. Tubuhnya semakin pucat, sering muntah, dan tampak menahan sakit di bagian perut. Nana sempat curiga, terlebih setelah melihat bercak darah di lantai dan mendengar suara tangisan pelan di malam hari. Hingga akhirnya Sarah mengaku hamil namun pacarnya meninggalkannya begitu tahu kabar itu.
Tak ingin diketahui siapapun, Sarah diam-diam meminum obat untuk menggugurkan kandungannya. Sejak saat itu, suasana kos berubah mencekam. Bau anyir menusuk tercium tiap malam, disertai suara tetesan air dan bisikan dari kamarnya. Nana bahkan bermimpi melihat sosok bayi menangis di bawah kasur.
Ketegangan memuncak ketika penghuni kos mendengar suara benda jatuh dari kamar Sarah. Saat pintu dibuka, Sarah ditemukan menggigil, meracau, dan berteriak “Jangan sentuh dia, dia masih ada di dalam!” Seorang ustaz yang datang mencoba menenangkan situasi, namun sejak malam itu Sarah tak lagi sama. Ia kemudian dijemput keluarganya dan dibawa pulang ke Lumajang.
Sejak kepergian Sarah, kamar nomor 3 dibiarkan kosong. Namun justru dari sanalah sering terdengar suara aneh — tangisan lembut bayi di tengah malam. Hingga kini, kamar itu tak lagi disewakan. Warga sekitar menyebutnya “kamar berhantu”, saksi bisu dari rasa bersalah, penyesalan, dan dosa yang tak sempat ditebus.
Editor : M. Subchan Abdullah