BLITAR KAWENTAR-Demi memenuhi tuntutan ekonomi keluarga, Tania seorang wanita muda asal Cirebon terjerumus ke dunia malam di Batam. Namun langkah itu membawanya pada pengalaman mistis menakutkan, ketika ia memutuskan memasang susuk jalak tunda yang konon berasal dari seorang sinden.
Tahun 2018 menjadi titik balik dalam hidup Tania. Setelah ayahnya meninggal, ia menjadi tulang punggung keluarga. Penghasilan sebagai SPG tak pernah cukup, sementara sang ibu terus menekan agar ia mencari uang lebih banyak. Tekanan demi tekanan membuat Tania frustasi hingga akhirnya menerima ajakan temannya untuk bekerja sebagai LC (pemandu karaoke) di Batam.
Namun di dunia malam, Tania kembali merasa gagal. Penghasilannya kecil, tak seperti teman-temannya. Dari sinilah ia dikenalkan pada seorang paranormal di pedalaman Jawa Timur oleh rekannya, Rara. Di rumah tua yang sepi, Tania menjalani ritual pemakaian susuk jalak tunda—susuk yang disebut bekas milik seorang sinden.
Prosesnya berlangsung mencekam. Ia dimandikan air bunga di tengah malam, mengenakan kain peninggalan sinden, dan menyaksikan sosok arwah sinden menatap tajam ke arahnya. Mbah dukun yang memimpin ritual menanamkan tiga susuk di kening, bibir, dan area sensitifnya, sambil berbisik bahwa kelak ia akan “kaya raya”.
Namun sejak saat itu, Tania kerap diganggu penampakan sinden yang sama—cantik, namun menatap marah dan membuat tubuhnya lumpuh setiap kali muncul.
Kisah Tania menjadi peringatan bahwa di balik janji kekayaan dan pesona kecantikan gaib, ada kutukan yang bisa menghantui seumur hidup. Dalam keputusasaan, manusia sering lupa bahwa jalan pintas justru bisa menuntun pada kegelapan.
Editor : M. Subchan Abdullah