BLITAR - Beberapa ajang pageant telah diikuti sejak kecil oleh Zalfaa Putri Arfiliesia. Gadis asal Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar ini selalu tertarik mencari tantangan dalam setiap kegiatan. Kini, dia mahasiswa Universitas Airlangga.
Siapa sangka, dara ayu Bumi Bung Karno ini telah lama akrab dengan dunia panggung sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Dari menari, bernyanyi, hingga modeling, semua pernah ia tekuni. Namun, satu yang benar-benar membuatnya jatuh cinta dengan dunia pageant dan public speaking.
“Dari kecil memang Bunda sering ikutkan saya berbagai kegiatan, mulai dari nari, sepatu roda, nyanyi, dan modeling. Tapi yang paling saya sukai ternyata modeling,” kenangnya sambil tersenyum.
Perjalanan Zalfaa di dunia modeling dimulai sejak usia belia. Dia kerap tampil di berbagai ajang fashion show dan lomba catwalk.
Salah satu yang paling berkesan adalah saat ia menjadi Runner Up II Putri Radar Cilik 2011. Momen itu pengalaman pertamanya tampil di panggung besar dan disorot banyak orang.
Namun, perjalanan itu sempat terhenti ketika Zalfaa masuk SMP berbasis Islam. Karena di dunia modeling busananya harus pendek, sehingga berhenti dulu. Fokus ke kegiatan lain seperti Pramuka dan ikut kompetisi nyanyi.
Memasuki bangku SMA, dunia public speaking kembali memanggilnya. Lalu, masuk pramuka dan OSIS. Bahkan, dia mengikuti ajang Putra-Putri Batik Kota Blitar hingga berhasil menjadi salah satu pemenang.
"Ajang Putra-Putri Batik itu pertama kali saya merasakan jadi duta. Rasanya senang banget bisa memperkenalkan batik Blitar ke masyarakat luas,” ucap mahasiswi semester 5 Ilmu Komunikasi ini.
Tak berhenti di situ, Zalfaa terus menantang dirinya dengan mengikuti berbagai ajang pageant.
Sampai sekarang, dia sudah ikut tiga ajang pageant. Putra-Putri Batik Blitar, Miss Jawa Timur Ambassador, dan terakhir Gus dan Jeng Blitar. Dari ketiganya, pengalaman di Gus Jeng menjadi yang paling menantang.
Baca Juga: Tak Punya Rekening Bank Tetap Bisa Dapat BSU 2025, Begini Cara Pencairannya Lewat Kantor Pos
Meski sudah malang melintang di dunia pageant, Zalfaa tetap rendah hati. Dia menganggap setiap ajang sebagai wadah belajar. Maka dari itu, dia menuntut dirinya terus berkembang dan naik level dalam setiap langkah yang dilaluinya.
“Gus Jeng ini duta wisata, jadi tantangannya bagaimana saya bisa mempromosikan potensi wisata Kabupaten Blitar lewat kemampuan komunikasi dan kreativitas saya. Apalagi saingannya cukup berat dan standarnya tinggi. Saya ingin untuk maju di Raka-Raki Jatim, namun perlu memikirkan tantangannya yang bisa dilewati,” jelasnya..
Kini, selain sibuk kuliah, Zalfaa juga aktif sebagai influencer dan content creator. Dia sering memanfaatkan media sosial untuk berbagi inspirasi dan mendukung promosi lokal. Apalagi saat ini zaman digital, jadi cara Zalfa berkontribusi juga harus menyesuaikan. Lewat konten, dia bisa bantu mengenalkan potensi daerah.
Meski sudah malang melintang dunia model, cita-citanya tak berhenti di dunia pageant. Karena dia mengenyam kuliah di Ilmu Komunikasi, Fakultas Sosial dan Politik. Maka dari itu, dia mulai tertarik juga dengan dunia pemerintahan.
“Mungkin suatu hari nanti bisa menjadi anggota dewan. Tentu perjalanan masih panjang. Terpenting saya terus belajar dan bermanfaat buat orang lain. Entah lewat panggung, media sosial, atau nanti lewat dunia politik,” pungkasnya.(jar/c1/ady)