Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Gus Iqdam Ajak Jamaah Sabilut Taubah Bersyukur Atas Kemerdekaan Indonesia dengan Tiga Tingkatan Syukur Imam Ghazali

Rahma Nur Anisa • Rabu, 26 November 2025 | 21:35 WIB
Gus Iqdam ajak jamaah Sabilut Taubah syukuri kemerdekaan Indonesia
Gus Iqdam ajak jamaah Sabilut Taubah syukuri kemerdekaan Indonesia

BLITAR KAWENTAR – Malam penuh kehangatan terjadi di Pondok Pesantren Sabilut Taubah ketika ribuan jamaah memadati lapangan untuk mengikuti pengajian akbar bersama Gus Iqdam. Acara yang digelar oleh BTS Trans 4x4 ini berlangsung meriah dengan tema mensyukuri kemerdekaan Indonesia. Gus Iqdam mengajak seluruh jamaah untuk memahami tiga tingkatan syukur menurut Imam Ghazali sebagai kunci mempertahankan kemerdekaan bangsa.

Niat Akhirat Jadi Kunci Utama

Membuka pengajian, Gus Iqdam menekankan pentingnya meluruskan niat bagi seluruh jamaah yang hadir. Ribuan jamaah yang datang dari berbagai daerah, bahkan ada yang berangkat dari Bromo sejak pukul 17.30, diminta untuk menata niat agar semua kegiatan bernilai ibadah.

"Apapun latar belakang panjenengan, ketika sudah duduk di sini dan kegiatannya ngaji atau selawatan, monggo ditata dengan niat akhirat," ujar Gus Iqdam. Ia menjelaskan bahwa niat akhirat akan mendatangkan tiga keutamaan dari Allah, yakni hati yang tenteram, urusan yang dimudahkan, dan rezeki yang datang dengan sendirinya.

Baca Juga: Program Magang Nasional Dibuka: 15.876 Pendaftar Berebut Kursi, Fresh Graduate Dapat Gaji UMP!

Tiga Tingkatan Syukur Menurut Imam Ghazali

Gus Iqdam kemudian mengupas tuntas konsep syukur yang diajarkan oleh Imam Ghazali dalam menghadapi berbagai nikmat, termasuk nikmat kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, syukur bukan sekadar mengucapkan alhamdulillah, tetapi harus melalui tiga tingkatan yang benar.

Tingkatan pertama adalah makrifatun nikmah, yaitu menyadari bahwa semua nikmat berasal dari Allah Subhanahu wa taala. "Kulo kalih panjenengan kudu ngerti nikmat sing enek ning sekitare sumbere sako Gusti Allah. Wama bikum min nikmatin faminallah, semua nikmat datangnya dari Allah," jelasnya.

Gus Iqdam menegaskan bahwa meskipun manusia berusaha keras, hasil akhir tetap bergantung pada izin Allah. "Al asbabu la tugni anka saaian illa biidnillah, usaha tidak akan berhasil kecuali dengan izin Allah," katanya sambil memberikan contoh nyata tentang rezeki dan keberkahan hidup.

Baca Juga: Pemkot Blitar Resmi Buka Pendaftaran Beasiswa Masuk Perguruan Tinggi, Simak Baik-baik Ketentuannya

Bahagia dengan Nikmat yang Diberikan

Tingkatan syukur kedua adalah alfarhu biha, yakni bahagia dengan nikmat yang telah diberikan Allah. Gus Iqdam memberikan contoh banyak orang yang tidak bisa bahagia dengan apa yang dimilikinya karena selalu membandingkan dengan orang lain.

"Ono wong duwe nikmat tapi ora bisa seneng. Jodone wis karo iki malah nyawang jodone kancane, bojone wis iki nyawang bojone tanggane. Wonge ya stress terus," ucapnya sambil diselingi tawa jamaah.

Ia menekankan bahwa kunci syukur adalah menerima dan berbahagia dengan apa yang telah Allah berikan, baik dalam hal pekerjaan, jodoh, maupun rezeki.

Baca Juga: Hoaks Jadwal Baru Rapel Gaji Pensiunan PNS, TNI, Polri Desember 2025? TASPEN Kediri Tegaskan Fakta Resmi yang Sebenarnya

Menggunakan Nikmat untuk Ketaatan

Tingkatan syukur ketiga adalah istimalha fima yuhibbul munim, yaitu menggunakan nikmat yang diberikan Allah untuk hal-hal yang dicintai oleh-Nya. Gus Iqdam menyebut tingkatan ini paling sulit namun paling penting.

"Ono wong biyen rung sugih pengin sugih, wis dikabulne malah atraksi. Nikmate ora digunakne ning taat ning Gusti Allah," katanya. Ia memberi contoh orang yang setelah kaya malah lupa shalat, setelah punya kendaraan malah dipakai untuk hal-hal maksiat.

Ancaman Kehilangan Kemerdekaan

Gus Iqdam juga mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia bisa hilang bukan karena penjajah datang lagi, tetapi karena rusaknya moral dan akhlak masyarakat. Ia mengutip perkataan ulama bahwa nikmat kemerdekaan bisa diangkat Allah karena kerusakan yang disebabkan orang-orang zalim.

Baca Juga: Geger Kabar Kenaikan Gaji Pensiunan PNS, TNI, Polri 1 Desember 2025, TASPEN Kediri Buka Suara: Ini Fakta Sebenarnya

"Walam taslab hadin nikmat rabbaniatul kubro min katirin minanas, kemerdekaan tidak akan hilang kecuali karena rusaknya moral yang disebabkan orang zalim," jelasnya. Ia meminta jamaah untuk menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah.

Pesan Damai di Tengah Situasi Politik

Menyinggung kondisi politik Indonesia saat ini, Gus Iqdam mengajak jamaah untuk bijak dalam menyampaikan aspirasi. "Yang tidak paham silakan duduk manis di rumah dan berdoa. Yang paham, monggo kritisi tapi sampaikan dengan baik, jangan anarkis," pesannya.

Ia mengingatkan bahwa kunci agar tidak diliputi kehinaan adalah berpegang teguh pada agama dan menjaga hubungan baik sesama manusia. "Tirunen seekor tawon, makan yang baik, keluarkan yang baik, dan tidak merusak tempat mencari makan," ujarnya menganalogikan sikap yang harus dimiliki warga Indonesia.

Baca Juga: DPRD Kota Blitar-Pemkot Tetapkan Raperda APBD 2026, Fraksi Titipkan Sejumlah Catatan Penting

Hadiah dan Santunan untuk Jamaah

Acara pengajian yang berlangsung hingga larut malam ini juga diwarnai pemberian santunan kepada beberapa jamaah. Bu Husnul, seorang janda dengan dua anak dari Paras yang berprofesi sebagai pekerja serabutan, mendapat santunan 3 juta rupiah. Begitu pula Hasna Fairusa, seorang gadis 19 tahun yang menjadi korban KDRT, juga mendapat santunan 1 juta rupiah.

Gus Iqdam menutup pengajian dengan doa bersama agar Indonesia tetap rukun, damai, dan sejahtera. Ribuan jamaah mengaminkan doa dengan khusyuk, berharap bangsa Indonesia semakin kuat dengan landasan syukur dan persatuan. (*)

Editor : Rahma Nur Anisa
#gus iqdam #sabilut taubah #Pengajian Akbar