Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Benjamin Mora Menguat Jadi Kandidat Pelatih Persebaya Surabaya, Batas Deadline Liga Menghantui dan Opsi Striker Lokal Mulai Mengemuka

Anggi Septian A.P. • Senin, 15 Desember 2025 | 00:20 WIB
Benjamin Mora jadi kandidat kuat pelatih Persebaya Surabaya jelang deadline liga, di tengah krisis striker dan wacana perekrutan Marinus Wanewar.
Benjamin Mora jadi kandidat kuat pelatih Persebaya Surabaya jelang deadline liga, di tengah krisis striker dan wacana perekrutan Marinus Wanewar.

BLITAR KAWENTAR – Nama Benjamin Mora kembali mencuat dan menghangat di jagat sepak bola Asia Tenggara.

Mantan pelatih Johor Darul Takzim (JDT) itu kini santer dikabarkan masuk radar Persebaya Surabaya untuk mengisi kursi pelatih kepala yang masih kosong hingga pekan ke-14 Super League 2025–2026.

Situasi ini membuat posisi manajemen Persebaya berada dalam tekanan waktu yang semakin sempit.

Hingga pertengahan Desember 2025, Persebaya Surabaya masih ditangani pelatih interim Uston Nawawi.

Bajul Ijo tertahan di peringkat ke-9 klasemen sementara dengan koleksi 18 poin.

Kondisi tersebut dinilai belum sejalan dengan target klub, sekaligus memperkuat urgensi penunjukan pelatih kepala definitif demi kebangkitan di putaran kedua.

Tekanan semakin nyata setelah manajemen Persebaya resmi memecat Eduardo Perez pada 22 November 2025.

Berdasarkan regulasi liga, klub wajib melaporkan pengakhiran kontrak maksimal tiga hari dan mendaftarkan pelatih baru paling lambat 30 hari setelahnya.

Jika dihitung, batas akhir pendaftaran pelatih kepala Persebaya Surabaya jatuh pada Kamis, 25 Desember 2025.

Deadline Ketat dan Risiko Sanksi

Keterlambatan penunjukan pelatih kepala bukan hanya berdampak pada persiapan teknis tim, tetapi juga berisiko sanksi finansial.

Liga menegaskan adanya denda yang nilainya bisa mencapai ratusan juta rupiah dan akan meningkat setiap periode 30 hari apabila klub tak memenuhi kewajiban administrasi.

Jadwal padat Persebaya Surabaya di bulan Desember turut memperbesar urgensi. Green Force masih harus menjamu Borneo FC pada 20 Desember dan Persijap Jepara pada 28 Desember 2025.

Idealnya, pelatih kepala baru sudah mendampingi tim sebelum laga kontra Persijap agar proses adaptasi berjalan lebih optimal.

Rekam Jejak Mentereng Benjamin Mora

Di tengah tekanan tersebut, pendekatan serius kepada Benjamin Mora pada 9 Desember 2025 menjadi sorotan besar.

Mora dikenal sebagai salah satu arsitek tersukses dalam sejarah Johor Darul Takzim.

Pelatih asal Tijuana, Meksiko, itu mempersembahkan sembilan trofi selama masa baktinya bersama JDT.

Rinciannya meliputi empat gelar Malaysian League, empat Malaysian Super Cup, dan satu Malaysia Cup.

Catatan tersebut membuat Mora dianggap sebagai pelatih paling berpengaruh di era modern JDT.

Pengalaman menangani klub dengan tuntutan juara dinilai selaras dengan karakter Persebaya Surabaya sebagai tim besar dengan tekanan suporter yang tinggi.

Jika rumor ini terealisasi, Persebaya berpotensi mendapatkan sosok pelatih berlevel Asia yang terbiasa membangun fondasi permainan kuat, disiplin, dan konsisten.

Ujian Berat Uston Nawawi Jelang Lawan Borneo FC

Sambil menunggu kepastian pelatih baru, Uston Nawawi menghadapi tantangan berat pada pekan ke-15 Super League.

Persebaya Surabaya dipastikan kehilangan dua pemain Amerika Latin saat menjamu Borneo FC, sang pemuncak klasemen sementara, di Stadion Gelora Bung Tomo.

Francisco Rivera harus absen akibat kartu merah yang berujung larangan bermain dua laga.

Absennya gelandang kreatif ini berpotensi mengganggu aliran serangan. Sementara itu, Bruno Moreira juga menepi karena akumulasi kartu kuning, mengurangi daya dobrak di lini depan.

Kondisi tersebut memaksa Uston meramu strategi alternatif.

Ia dituntut menjaga keseimbangan tim, membuka peluang bagi pemain muda, serta memastikan mental skuad tetap terjaga di bawah tekanan laga besar.

Nama Marinus Wanewar Mengemuka

Di tengah krisis produktivitas gol, wacana striker lokal kembali menguat.

Nama Marinus Wanewar ramai diperbincangkan setelah resmi dilepas Persipura Jayapura.

Pemain berusia 28 tahun itu dicoret meski baru tampil empat kali dan mencetak satu gol musim ini.

Nilai pasar Marinus yang berada di kisaran Rp800 juta dinilai realistis.

Bonek menilai pengalaman Marinus bersama timnas Indonesia bisa memberi alternatif solusi bagi lini depan Persebaya Surabaya yang mandul dalam beberapa laga terakhir.

Meski manajemen belum menunjukkan langkah konkret, desakan suporter terus menguat.

Kombinasi keputusan pelatih baru dan potensi penambahan striker dinilai akan menjadi penentu arah Persebaya Surabaya ke depan.(*)

Editor : Anggi Septian A.P.
#pelatih persebaya #Super League 2025 #marinus wanewar #benjamin mora #persebaya surabaya