BLITAR- Suasana panggung Dangdut Academy kembali memuncak dalam momen penentuan menuju Grand Final D’Academy 7. Ketegangan terasa sejak awal hingga pengumuman akhir, ketika April asal Cirebon resmi mengamankan posisi sebagai juara ketiga D’Academy 7 dan memastikan dua peserta lainnya melaju ke babak pamungkas. Sorak sorai pendukung, komentar juri, serta emosi para peserta membuat malam itu penuh deg-degan.
Momen menuju Grand Final D’Academy 7 bukan sekadar soal hasil akhir, tetapi juga tentang perjalanan panjang para peserta. April Cirebon, yang sejak awal dikenal dengan karakter vokal tebal dan penjiwaan kuat, kembali menunjukkan kualitasnya di atas panggung. Penampilannya dinilai konsisten, matang, dan memiliki mental yang kuat, terutama saat menghadapi nada-nada tinggi yang menuntut kestabilan vokal.
Ketika hasil diumumkan, April dinobatkan sebagai juara ketiga Dangdut Academy 7. Meski tidak melaju ke Grand Final D’Academy 7, apresiasi justru mengalir deras dari dewan juri. Mereka menegaskan bahwa posisi ketiga bukanlah cerminan keterbatasan kualitas, melainkan bukti ketatnya persaingan di musim ini.
Perjalanan April Cirebon: Dari Jalanan ke Panggung Nasional
Latar belakang April menjadi salah satu kisah paling menyentuh di D’Academy 7. Gadis belia asal Cirebon itu mengawali karier bernyanyi bersama orang tuanya di jalan. Dari ruang sederhana itulah mental dan jam terbang April terbentuk. Kesempatan tampil di panggung besar Indosiar menjadi titik balik yang mengubah arah hidupnya.
Dewan juri mengakui kualitas April yang dinilai “viral”, berkarakter, dan memiliki kekuatan penjiwaan lagu. Bahkan dalam beberapa kesempatan, juri menilai performa April layak disejajarkan dengan finalis utama. Karena itu, keputusan akhir sepenuhnya diserahkan kepada pemirsa melalui voting.
Komentar Juri: Top 3 Sama-Sama Berkualitas
Salah satu poin penting dalam malam penentuan ini adalah pernyataan juri bahwa tiga besar D’Academy 7 memiliki kualitas yang setara. Menurut mereka, siapa pun yang lolos ke Grand Final D’Academy 7 pantas menyandang predikat terbaik. Hal inilah yang membuat hasil akhir terasa menegangkan hingga detik terakhir.
Pujian juga diarahkan pada mental April yang dinilai stabil di bawah tekanan. Dalam kompetisi sebesar Dangdut Academy, kemampuan menjaga emosi dan fokus menjadi kunci, dan April dinilai berhasil menunjukkan hal tersebut sepanjang kompetisi.
Ucapan Haru April untuk Keluarga dan Pendukung
Usai pengumuman, April menyampaikan ucapan terima kasih yang penuh haru. Ia menyebut peran besar kedua orang tuanya yang selalu mendukung dan mendoakannya. Tak lupa, April mengapresiasi para juri, coach, tim produksi Indosiar, hingga kru wardrobe dan make up yang mendampinginya selama proses kompetisi.
April juga menyampaikan semangat untuk dua rekannya yang melaju ke Grand Final D’Academy 7, seraya berharap mereka bisa membawa nama baik daerah masing-masing. Dukungan dari penggemar, keluarga besar, hingga satu kampung halaman disebut menjadi sumber kekuatan terbesar selama berada di panggung D’Academy.
Hadiah Spesial: Single Perdana untuk April
Meski finis di posisi ketiga, April mendapat kejutan istimewa. Salah satu juri memberikan kesempatan emas berupa single perdana. Pemberian lagu ini menjadi bukti bahwa industri musik dangdut melihat potensi besar dalam diri April Cirebon.
Bagi April, ini bukan akhir perjalanan, melainkan awal langkah baru di dunia musik profesional. Ia menegaskan akan terus berkarya dan menjadikan pengalaman di D’Academy 7 sebagai bekal berharga untuk masa depan.
Dengan berakhirnya babak Top 3, perhatian kini tertuju penuh ke Grand Final D’Academy 7. Persaingan dipastikan semakin panas, sementara kisah April Cirebon menjadi bukti bahwa panggung dangdut nasional mampu melahirkan talenta besar dari latar belakang sederhana.
Editor : Ichaa Melinda Putri