BLITAR KAWENTAR - Persib Bandung kembali menjadi sorotan utama menjelang akhir putaran pertama Super League 2025–2026.
Tim Maung Bandung berpeluang besar mengambil alih puncak klasemen sekaligus mempertegas ambisi mempertahankan dominasi domestik dan Asia.
Laga tunda melawan PSM Makassar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) menjadi momentum krusial bagi Persib Bandung untuk menggeser Borneo FC.
Saat ini, Persib Bandung berada di peringkat kedua dengan koleksi 31 poin, sementara Borneo FC memimpin klasemen dengan 34 poin.
Namun, jika mampu menumbangkan PSM Makassar pada laga yang digelar Sabtu (27/12), Persib Bandung berhak naik ke posisi pertama karena unggul head to head, dengan catatan Borneo FC terpeleset di markas Malut United.
Keyakinan itu disampaikan langsung oleh kapten tim Persib Bandung. Ia menegaskan target tim sejak awal musim adalah finis di posisi puncak klasemen, sebagaimana yang mereka lakukan musim lalu.
Pada Liga 1 2024–2025, Persib Bandung juga baru memimpin klasemen di pertandingan ke-17 sebelum akhirnya konsisten hingga meraih gelar juara back to back.
GBLA Jadi Neraka bagi Tim Tamu
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, turut memamerkan rekor kandang impresif anak asuhnya.
Sepanjang musim ini, Persib Bandung nyaris selalu menang di GBLA dalam laga resmi. Satu-satunya tim yang mampu mencuri poin hanyalah Lion City Sailors pada ajang AFC.
Menurut Bojan, kengerian GBLA tak lepas dari peran Bobotoh yang selalu memenuhi stadion. Atmosfer penuh tekanan membuat lawan kesulitan mengembangkan permainan.
Ia berharap dukungan penuh kembali diberikan saat menghadapi PSM Makassar, sembari mengingatkan suporter untuk tidak membawa flare ke stadion karena berisiko sanksi dan kerugian finansial.
Boxing Day Versi Liga Indonesia
Menariknya, laga kontra PSM juga disebut sebagai “Boxing Day” versi Liga Indonesia. Persib Bandung tetap harus bertanding di saat sebagian besar klub lain menikmati libur Natal dan Tahun Baru.
Gelandang naturalisasi Persib Bandung, Tom Haye, secara terbuka mengkritik penjadwalan tersebut.
Menurut Tom, sangat tidak ideal memainkan pertandingan pada 27 Desember, mengingat kondisi fisik dan mental pemain yang seharusnya mendapat waktu pemulihan.
Ia menilai jadwal tersebut berbeda jauh dengan Eropa yang memiliki sistem rotasi dan kalender kompetisi lebih tertata.
Meski demikian, Tom menegaskan profesionalisme tetap menjadi prioritas utama tim.
Rumor Panas Maarten Paes dan Joey Pelupessy
Tak hanya di lapangan, geliat Persib Bandung juga terasa kuat di bursa transfer.
Dua pemain naturalisasi timnas Indonesia, Maarten Paes dan Joey Pelupessy, disebut semakin dekat merapat ke Bandung.
Isu ini mencuat seiring keberhasilan Persib Bandung lolos ke babak 16 besar ACL2 2025–2026.
Mengutip laporan akun pemantau transfer, kesepakatan awal dikabarkan sudah tercapai. Kehadiran Maarten Paes dan Joey Pelupessy diyakini sebagai langkah strategis untuk memperkuat kedalaman skuad menghadapi jadwal padat kompetisi domestik dan Asia.
Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, mengakui manajemen memang aktif berburu pemain berpengalaman.
Nilai pasar kedua pemain ini pun tidak kecil. Maarten Paes sebagai kiper utama timnas Indonesia memiliki valuasi lebih dari Rp26 miliar, sementara Joey Pelupessy bernilai sekitar Rp4 miliar.
Namun, dengan pemasukan dari ACL2 dan sponsor, transfer ini dinilai sejalan dengan ambisi jangka panjang klub.
Federico Barba Bertahan, Tiritiello Masuk Radar
Di tengah rumor transfer besar, kabar baik datang dari lini belakang. Federico Barba dipastikan tetap bersama Persib Bandung hingga kontraknya berakhir.
Isu kepindahan Barba ke Italia sebelumnya mencuat karena faktor keluarga dan kesehatan, bukan persoalan finansial.
Manajemen Persib Bandung bahkan menggagalkan skema peminjaman Barba ke klub lain. Meski demikian, nama Andrea Tiritiello tetap masuk radar sebagai opsi tambahan bek tengah.
Namun bagi Bobotoh, bertahannya Barba sudah menjadi suntikan kepercayaan besar karena perannya yang vital di jantung pertahanan.
Dengan peluang merebut puncak klasemen, kekuatan kandang GBLA, serta manuver transfer ambisius, Persib Bandung benar-benar menunjukkan diri sebagai kekuatan dominan yang siap menutup putaran pertama dengan status penguasa Super League.(*)
Editor : Anggi Septian A.P.