BLITAR - Rumor transfer Persib Bandung putaran kedua Super League 2025-2026 kembali memanaskan atmosfer sepak bola nasional. Menjelang dibukanya bursa transfer paruh musim, Maung Bandung dikabarkan tengah menjalankan operasi senyap untuk mendatangkan enam pemain berlabel Timnas Indonesia. Langkah ini disebut sebagai strategi besar Persib untuk memperkuat fondasi tim sekaligus menjaga ambisi di papan atas.
Isu rumor transfer Persib Bandung putaran kedua Super League 2025-2026 mencuat di tengah konsistensi performa tim asuhan Bojan Hodak. Manajemen klub diyakini tak ingin kehilangan momentum, terutama dengan padatnya jadwal dan tingginya tuntutan prestasi. Perekrutan pemain timnas dinilai sebagai opsi ideal karena kualitas, adaptasi cepat, dan nilai jual yang kuat.
Menariknya, dari enam nama yang masuk radar, beberapa di antaranya bukan sosok baru bagi Persib. Bahkan ada pemain yang disebut pernah menjadi target utama Bojan Hodak pada musim sebelumnya. Situasi kontrak, menit bermain di klub Eropa, hingga faktor finansial kini menjadi variabel penentu dalam rumor transfer Persib Bandung putaran kedua Super League 2025-2026.
Jobe Pelupessy, Jackpot Gratisan dari Belgia
Nama pertama yang mengemuka adalah Jobe Pelupessy. Gelandang jangkar Timnas Indonesia ini disebut menjadi peluang emas bagi Persib. Kontrak Pelupessy bersama Lommel SK Belgia akan berakhir pada akhir musim 2025-2026. Artinya, pada Januari mendatang, Persib bisa mengamankannya dengan status bebas transfer.
Dengan pengalaman Eropa dan peran vital sebagai penyeimbang lini tengah, Pelupessy dinilai cocok menjadi jenderal baru Maung Bandung tanpa harus mengeluarkan biaya transfer besar.
Asnawi Mangkualam, Rayuan Lama Bojan Hodak
Nama Asnawi Mangkualam kembali mencuat. Eks kapten Timnas Indonesia ini disebut masih menjadi bidikan lama Bojan Hodak. Pelatih asal Kroasia tersebut bahkan mengakui memiliki komunikasi personal dengan Asnawi.
Namun, kendala utama transfer ini adalah faktor gaji. Kontrak Asnawi di Port FC Thailand tergolong tinggi. Meski demikian, spekulasi tetap hidup, terutama jika skema negosiasi ulang atau kompromi finansial bisa terwujud.
Marselino Ferdinan, Misi Penyelamatan Wonderkid
Situasi Marselino Ferdinan di Eropa menjadi sorotan tersendiri. Wonderkid Indonesia ini dikabarkan minim menit bermain bersama klubnya di Slovakia. Kondisi tersebut membuka peluang bagi Persib untuk kembali mengajukan tawaran.
Sebelumnya, Persib sempat gagal merekrut Marselino di awal musim. Kini, dengan kekuatan finansial yang lebih siap, Maung Bandung berpeluang menyelamatkan sang talenta muda dari bangku cadangan Eropa.
Ivar Jenner, Kapten Muda Buka Pintu Pulang
Ivar Jenner menjadi salah satu nama paling realistis. Gelandang berusia 21 tahun itu telah mengumumkan tidak memperpanjang kontrak bersama FC Utrecht. Dengan nilai pasar sekitar Rp5,21 miliar, Persib memiliki dua opsi, meminjam hingga 2026 atau menebus kontraknya lebih cepat.
Keputusan Jenner membuka pintu pulang ini membuat Persib berada di posisi terdepan dalam perburuan tanda tangannya.
Ole Romeny, Misi Mustahil Bernilai Fantastis
Nama Ole Romeny juga masuk dalam daftar. Namun, transfer striker Oxford United ini tergolong misi berat. Kontrak Romeny masih berlaku hingga Juni 2028 dengan nilai pasar mencapai Rp20,86 miliar.
Satu-satunya skema realistis adalah peminjaman. Jika berani mengambil risiko besar, Persib bisa mendapatkan ujung tombak berkualitas tinggi untuk mengangkat daya gedor tim.
Mauro Zijlstra, Jackpot dari Bangku Cadangan
Nama terakhir adalah Mauro Zijlstra. Penyerang muda berusia 21 tahun ini nyaris tak mendapat menit bermain di FC Volendam. Kondisi tersebut mendorong Zijlstra dan agennya mencari solusi saat jeda musim dingin.
Persib bisa menjadi jawaban ideal. Panggung Super League dan peluang tampil di level Asia berpotensi menarik Zijlstra untuk hijrah ke Bandung.
Enam nama tersebut kini menjadi pusat perhatian publik. Meski masih berstatus rumor, dinamika rumor transfer Persib Bandung putaran kedua Super League 2025-2026 menunjukkan keseriusan Maung Bandung dalam membangun tim bertabur talenta Garuda. Pertanyaannya kini tinggal satu, siapa yang benar-benar akan mendarat di Kota Kembang dan mencetak sejarah baru bersama Pangeran Biru?
Editor : Dimas Galih Nur Hendra Saputra