Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Terungkap Alasan Sebenarnya Training Center Persib Bandung Tak Kunjung Terwujud, Bukan Soal Niat tapi Masalah Besar Ini

Axsha Zazhika • Sabtu, 3 Januari 2026 | 15:40 WIB
Terungkap Alasan Sebenarnya Training Center Persib Bandung Tak Kunjung Terwujud, Bukan Soal Niat tapi Masalah Besar Ini
Terungkap Alasan Sebenarnya Training Center Persib Bandung Tak Kunjung Terwujud, Bukan Soal Niat tapi Masalah Besar Ini

BLITAR - Kegelisahan soal training center Persib Bandung terus berulang di benak Bobotoh dari musim ke musim. Pertanyaan sederhana namun berat kerap muncul: mengapa klub sebesar Persib Bandung hingga kini belum memiliki pusat latihan sendiri, di tengah target juara yang selalu dibebankan setiap tahun?

Isu training center Persib Bandung bukan sekadar perkara bangunan fisik. Lebih dari itu, persoalan ini menyangkut arah dan kesiapan Persib sebagai klub profesional yang ingin naik kelas. Saat klub-klub lain mulai melangkah lebih jauh, absennya pusat latihan permanen membuat Persib kerap terlihat tertahan di satu titik penting.

Lanskap sepak bola Indonesia perlahan berubah. Bali United telah lama memiliki training center sendiri. Persija Jakarta menyusul dengan proyek pusat latihan modern. Klub-klub seperti Borneo FC, Dewa United, hingga Malut United juga menunjukkan keseriusan membangun fondasi jangka panjang. Di tengah arus tersebut, training center Persib Bandung justru menjadi kontras yang terus dipertanyakan publik.

Tekanan Besar Klub dan Kegelisahan Bobotoh

Sebagai klub dengan basis suporter terbesar dan tekanan prestasi paling tinggi, ekspektasi terhadap Persib selalu melampaui klub lain. Karena itu, ketiadaan pusat latihan mandiri sering dianggap sebagai simbol stagnasi. Bukan karena Bobotoh tidak percaya, melainkan karena merasa Persib seharusnya sudah berada di tahap yang lebih matang.

Pertanyaan pun bermunculan. Apakah Persib kekurangan dana? Apakah manajemen kurang serius? Atau ada kendala lain yang tidak pernah sepenuhnya dibuka ke publik? Isu ini selalu kembali mencuat setiap kali performa tim menurun atau hasil pertandingan tidak sesuai harapan.

Lahan Sudah Ada, Visi Juga Jelas

Jika ditarik ke belakang, Persib sejatinya tidak memulai dari nol. Melalui PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), manajemen telah mengantongi lahan sekitar 10 hektare di kawasan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Kawasan ini sejak awal dirancang sebagai pusat masa depan klub, bukan hanya stadion semata.

Bahkan, konsep besar bertajuk Kampung Persib sempat digagas bersama Pemerintah Kota Bandung. Konsep tersebut mencakup lapangan latihan, fasilitas pendukung, hingga ekosistem klub yang terintegrasi. Pengelolaan GBLA pun telah diamankan untuk jangka panjang, membuat rencana training center Persib Bandung terlihat sangat menjanjikan di atas kertas.

Masalah Keuangan Pascapandemi

Namun, realitas sepak bola modern tidak selalu sejalan dengan mimpi. Pandemi Covid-19 menjadi titik balik besar. Kompetisi terhenti, pemasukan menurun drastis, dan banyak rencana harus ditata ulang. Direktur Utama PT PBB, Glen Sugita, secara terbuka mengakui kondisi finansial Persib belum sepenuhnya pulih.

Menurutnya, jika pandemi tidak terjadi, besar kemungkinan training center Persib Bandung sudah berdiri saat ini. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa persoalan utama bukanlah niat, melainkan kemampuan finansial yang harus disesuaikan dengan kondisi nyata.

Kendala Lahan dan Administrasi

Selain keuangan, persoalan lahan juga menjadi tantangan serius. Meski lokasi telah ditentukan di sekitar GBLA, tidak seluruh kawasan berada di bawah kendali penuh Persib atau Pemerintah Kota. Sebagian lahan masih dimiliki masyarakat sehingga memerlukan proses akuisisi atau kerja sama yang sah secara hukum.

Proses administratif ini tidak sederhana. Ada birokrasi, tahapan legal, dan risiko hukum yang harus dihindari. Inilah yang membuat pembangunan terasa lambat di mata publik, meski sejatinya proses terus berjalan.

Tantangan Teknis: Tanah Lembek GBLA

Tantangan lain yang jarang dibahas adalah kondisi teknis lahan. Area sekitar GBLA dikenal memiliki karakter tanah yang lembek. Untuk membangun lapangan latihan berstandar modern, tanah harus diperkeras terlebih dahulu dengan biaya yang sangat besar, bahkan bisa mencapai puluhan miliar rupiah sebelum satu lapangan siap digunakan.

Biaya tersebut belum termasuk pembangunan fasilitas pendukung seperti gym, ruang medis, mess pemain, hingga kantor pelatih. Karena itu, training center Persib Bandung jelas bukan proyek jangka pendek, melainkan investasi jangka panjang yang menuntut kesiapan penuh.

Langkah Realistis Manajemen Persib

Di tengah berbagai keterbatasan, Persib tidak sepenuhnya diam. Manajemen memilih langkah realistis dengan membangun lapangan pendamping di kawasan GBLA sebagai fasilitas latihan sementara. Langkah ini menjaga kualitas rumput stadion utama sekaligus memastikan aktivitas latihan tetap berjalan optimal.

Pendekatan bertahap ini mungkin tidak spektakuler, namun dinilai lebih aman dan berkelanjutan. Persib memilih membangun fondasi perlahan demi menghindari risiko besar di masa depan.

Pada akhirnya, training center Persib Bandung adalah warisan jangka panjang. Bukan hanya untuk tim saat ini, tetapi juga generasi Maung Bandung di masa depan. Kesabaran dan kepercayaan menjadi kunci agar proyek besar ini benar-benar terwujud dengan kokoh, bukan cepat namun rapuh.

Editor : Axsha Zazhika
#bobotoh #training center Persib Bandung #pt persib bandung bermartabat #persib bandung #stadion gbla