BLITAR - Persib Bandung simpan Eliano jelang laga panas melawan Persija Jakarta. Keputusan strategis ini diambil tim pelatih Maung Bandung meski mereka tetap harus melakoni pertandingan pekan ke-16 Liga 1 melawan Persik Kediri di Stadion Brawijaya. Langkah tersebut langsung menyedot perhatian publik sepak bola nasional karena menyangkut rivalitas terbesar di Indonesia sekaligus peta kekuatan Persib di sisa musim.
Persib Bandung simpan Eliano bukan tanpa alasan. Pemain serba bisa bernilai pasar tinggi itu sudah mengoleksi tiga kartu kuning hingga pekan ke-15. Sesuai regulasi, satu kartu tambahan akan membuatnya absen pada laga kontra Persija. Bagi Persib, duel melawan Persija bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan pertaruhan gengsi dan reputasi di mata Bobotoh.
Pelatih Bojan Hodak memilih bersikap pragmatis. Eliano tidak dibawa ke Kediri dan tetap menjalani program latihan khusus di Bandung. Fokusnya adalah menjaga kebugaran dan disiplin sang pemain agar tampil 100 persen saat El Clasico Indonesia di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Sumber internal tim menyebut keputusan ini sebagai bagian dari manajemen risiko menuju target juara musim ini.
Ujian Kedalaman Skuad di Kediri
Absennya Eliano membuat laga Persik Kediri menjadi ujian nyata bagi kedalaman skuad Persib. Hodak diperkirakan memaksimalkan peran pemain seperti Franz Putros untuk menutup celah yang ditinggalkan di sisi sayap. Meski begitu, target poin penuh tetap dipatok demi menjaga posisi di papan atas klasemen.
Penjaga gawang Persib, Teja Paku Alam, mengingatkan rekan-rekannya agar tidak meremehkan tuan rumah. Menurut Teja, Stadion Brawijaya kerap menjadi arena yang menyulitkan tim besar. Persik dinilai memiliki transisi cepat dan dukungan suporter fanatik yang bisa menjadi tekanan tambahan bagi tim tamu.
Persib Tegas Tolak Tawaran Klub Italia
Di tengah fokus kompetisi domestik, manajemen Persib juga membuat keputusan penting di bursa transfer. Klub asal Bandung itu secara resmi menolak tawaran dari Pescara, klub Serie B Italia, yang ingin memulangkan bek asing Federico Barba. Pescara disebut membutuhkan Barba untuk keluar dari zona degradasi, namun Persib memilih memasang pagar tinggi.
Federico Barba dianggap sebagai pilar tak tergantikan di lini belakang. Kepemimpinan, ketenangan, dan kemampuan membaca permainan menjadikannya fondasi pertahanan Persib musim ini. Kehilangan Barba di tengah perjuangan Liga 1 dan persiapan AFC Champions League Two dinilai sebagai langkah berisiko besar.
Dukungan Bobotoh lewat tagar #BarbaStay turut memperkuat sikap manajemen. Persib ingin menjaga stabilitas skuad dan mengirim pesan tegas kepada para pesaing bahwa mereka serius berburu gelar, bukan sekadar mencari keuntungan finansial jangka pendek.
Isyarat Perubahan di Lini Tengah
Dinamika juga terjadi di lini tengah Persib. Kedatangan Joey Pelupessy mulai memunculkan spekulasi tentang masa depan Mark Klok sebagai pilihan utama. Selama beberapa musim, Klok menjadi pusat permainan Maung Bandung. Namun Pelupessy menawarkan profil gelandang bertahan dengan disiplin posisi tinggi ala Eropa.
Dalam skema Hodak yang menuntut keseimbangan, Pelupessy dinilai lebih cocok sebagai jangkar murni. Jika dipasangkan dengan Tyronne del Pino atau Tom Haye, lini tengah Persib akan memiliki stabilitas kuat, meski konsekuensinya Klok harus rela berbagi menit bermain.
Publik mulai melihat indikasi penurunan intensitas permainan Klok akibat jadwal padat dan beban fisik. Sebaliknya, Pelupessy datang dengan energi baru dan standar fisik yang masih prima. Situasi ini menandai awal persaingan sehat sekaligus suksesi di jantung permainan Persib.
Ambisi Besar Maung Bandung
Rangkaian keputusan ini menegaskan profesionalisme Persib Bandung dalam mengelola tim. Dari keputusan Persib Bandung simpan Eliano, menolak tawaran klub Eropa, hingga berani memicu persaingan di lini tengah, semuanya diarahkan pada satu tujuan: menjaga konsistensi dan membuka jalan menuju trofi juara.
Dengan jadwal padat di kompetisi domestik dan Asia, Persib kini tidak hanya mengandalkan nama besar, tetapi perhitungan matang di setiap detail. Maung Bandung ingin memastikan bahwa saat momentum besar datang, mereka berada dalam kondisi paling siap untuk menang.
Editor : Dimas Galih Nur Hendra Saputra