BLITAR - Persib Bandung puncaki klasemen Super League 2025–2026 usai menutup tahun 2025 dengan kemenangan penting atas PSM Makassar. Bermain di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Pangeran Biru menang tipis 1-0 dan mengoleksi total 34 poin, memastikan diri berada di posisi teratas klasemen sementara.
Persib Bandung puncaki klasemen bukan hasil yang diraih dengan mudah. Pelatih Bojan Hodak mengakui anak asuhnya harus bekerja ekstra keras untuk menundukkan PSM Makassar. Menurut Hodak, pertandingan tersebut menguras energi dan konsentrasi tim karena lawan tampil disiplin dan agresif sepanjang laga.
Kemenangan tersebut menjadi modal berharga jelang dua laga sisa putaran pertama. Persib Bandung puncaki klasemen dan kini bersiap menghadapi laga tandang melawan Persik Kediri pada 5 Januari 2026, sebelum menjalani duel sarat gengsi melawan Persija Jakarta di GBLA pada 11 Januari 2026.
Fokus Bojan Hodak Jelang Dua Laga Krusial
Bojan Hodak menegaskan fokus tim sepenuhnya tertuju pada dua pertandingan terakhir putaran pertama. Ia berharap seluruh pemain mampu menjaga performa terbaik, baik secara fisik maupun mental. Hodak menilai posisi puncak klasemen di akhir tahun memberi dorongan psikologis yang sangat positif.
Selain memimpin klasemen, Persib juga memastikan tiket ke babak 16 besar AFC Champions League Two 2025–2026. Pencapaian tersebut memperkuat keyakinan tim bahwa mereka berada di jalur yang tepat untuk bersaing di level domestik dan Asia.
Kepercayaan Diri Pemain Meningkat
Gelandang muda Persib, Beckham Putra, menyebut kemenangan atas PSM Makassar menjadi suntikan kepercayaan diri yang besar. Ia menilai hasil positif tersebut sangat penting jelang laga tandang melawan Persik Kediri yang dikenal selalu tampil ngotot di kandang sendiri.
Namun Persib dipastikan tidak tampil dengan kekuatan penuh. Kapten tim Marc Klok harus absen akibat akumulasi kartu kuning. Absennya Klok menjadi tantangan tersendiri di lini tengah. Meski begitu, kabar baik datang dengan kembalinya Franck Putros yang telah pulih dan berpeluang diturunkan untuk memperkuat lini belakang.
Rekor Pertemuan dan Ancaman Persik
Dari catatan head to head, Persib dan Persik Kediri sudah bertemu lima kali. Persib mencatat tiga kemenangan, sementara dua laga lainnya berakhir dengan kekalahan. Statistik ini menunjukkan Persik bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata.
Pada pertemuan terakhir di GBLA, Persib menang telak 4-1 atas tim berjuluk Macan Putih. Namun laga di Stadion Brawijaya dipastikan menghadirkan tantangan berbeda. Persik Kediri datang dengan kepercayaan diri setelah menaklukkan Persis Solo di pertandingan sebelumnya.
Dalam laga tersebut, Persik mencatatkan total 11 tembakan ke gawang lawan. Catatan ini menjadi peringatan bagi lini pertahanan Persib yang harus tampil disiplin dan fokus sepanjang pertandingan.
Ujian bagi Teja Paku Alam dan Lini Belakang
Penjaga gawang Persib, Teja Paku Alam, diprediksi kembali menjadi tumpuan utama. Bersama barisan bek, Teja harus mengantisipasi serangan cepat dan pola agresif Persik yang kerap mengandalkan transisi menyerang.
Meski demikian, kekuatan Persib terletak pada keseimbangan tim. Pertahanan Maung Bandung dikenal solid, sementara skema serangan balik mereka kerap efektif memanfaatkan celah lawan. Fleksibilitas taktik ini memberi Persib banyak opsi, apakah akan bermain menunggu atau mencoba mendominasi jalannya laga.
Pertanyaan besar menjelang laga adalah pendekatan apa yang akan dipilih Bojan Hodak. Namun satu hal yang pasti, target Persib tidak berubah, yakni membawa pulang tiga poin dari Kediri.
Ambisi Menutup Putaran Pertama di Puncak
Dengan posisi klasemen yang menguntungkan dan mental tim yang sedang berada di atas angin, Persib Bandung berambisi menutup putaran pertama dengan hasil sempurna. Laga melawan Persik Kediri menjadi ujian awal sebelum menghadapi Persija Jakarta dalam duel penuh gengsi.
Bagi Persib, mempertahankan status pemuncak klasemen bukan hanya soal angka, tetapi juga pembuktian konsistensi dan mental juara. Jika mampu melewati dua laga ini dengan kemenangan, Maung Bandung akan semakin mantap melangkah menuju target utama musim ini.
Editor : Dimas Galih Nur Hendra Saputra