BLITAR – Performa Arema FC di BRI Super League kembali menuai sorotan. Kekalahan tipis 0-1 dari Bali United pada pekan ke-16 menjadi sinyal serius bagi manajemen Singo Edan untuk segera melakukan pembenahan. Di tengah rentetan hasil negatif tersebut, kabar transfer pun mencuat, dengan Rio Matsumura ke Arema FC hampir dipastikan terjadi pada putaran kedua kompetisi.
Kekalahan di Stadion Kapten I Wayan Dipta menambah catatan buruk Arema FC yang kini telah menjalani enam pertandingan tanpa kemenangan. Situasi ini membuat posisi Arema FC di klasemen sementara BRI Super League terdampar di peringkat ke-11 hingga pekan ke-16. Tekanan dari suporter pun semakin besar, seiring ekspektasi tinggi terhadap klub bersejarah asal Malang tersebut.
Rentetan hasil minor ini mendorong manajemen Arema FC melakukan evaluasi menyeluruh. Langkah awal difokuskan pada sektor pemain, khususnya pemain asing. Dari hasil evaluasi internal, dua hingga tiga pemain asing dikabarkan akan dilepas demi membuka ruang bagi wajah baru. Salah satu nama yang paling santer dibicarakan adalah Rio Matsumura ke Arema FC, yang disebut tinggal menunggu kepastian akhir.
Evaluasi Arema FC Usai Enam Laga Tanpa Kemenangan
Evaluasi ini tak lepas dari minimnya kontribusi lini serang Arema FC sepanjang putaran pertama. Meski memiliki sejumlah pemain berpengalaman, produktivitas gol Singo Edan masih belum konsisten. Kondisi tersebut membuat manajemen bergerak cepat dengan menjalin komunikasi bersama sejumlah pemain asing dan lokal yang dinilai mampu meningkatkan kualitas tim.
Sebelumnya, nama Kelvin Mateus sempat masuk radar Arema FC. Namun rencana tersebut kandas setelah mantan pemain FC Porto itu memilih bergabung dengan klub Thailand, Uthai Thani. Gagalnya transfer tersebut membuat Arema FC kembali berburu pemain lain, hingga akhirnya mengerucut pada nama Rio Matsumura.
Profil Rio Matsumura, Calon Amunisi Baru Singo Edan
Rio Matsumura merupakan pemain asal Jepang berusia 31 tahun yang saat ini masih terikat kontrak dengan Persija Jakarta. Pemain kelahiran Kyoto tersebut dikenal sebagai gelandang serang yang juga bisa dimainkan di posisi sayap. Fleksibilitas inilah yang menjadi salah satu alasan Arema FC tertarik mendatangkannya.
Kepindahan Rio Matsumura ke Arema FC disebut akan berstatus pinjaman hingga akhir musim. Skema ini bukan hal baru, mengingat Persija Jakarta dan Arema FC kerap melakukan kerja sama peminjaman pemain dalam beberapa musim terakhir. Nama-nama seperti Gustavo Almeida dan Talles Lira menjadi contoh sukses kolaborasi kedua klub.
Rio Matsumura sendiri tidak masuk dalam skema pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza. Selain itu, cedera parah yang dialaminya di awal musim membuat menit bermainnya sangat terbatas. Sepanjang musim ini, Rio Matsumura baru mencatatkan satu penampilan bersama Persija di BRI Super League.
Rekam Jejak Rio Matsumura Bersama Persija
Meski minim tampil musim ini, rekam jejak Rio Matsumura bersama Persija Jakarta cukup menjanjikan. Sejak bergabung pada 2023, ia telah mencatatkan 72 penampilan di berbagai ajang. Dari jumlah tersebut, Rio sukses menyumbangkan 17 gol dan 18 assist, sebuah catatan yang menunjukkan kontribusi signifikan di lini serang Macan Kemayoran.
Pengalaman dan visi bermain Rio Matsumura diharapkan mampu menjadi solusi atas tumpulnya kreativitas lini tengah Arema FC. Jika proses transfer berjalan lancar, kehadirannya diyakini dapat menambah variasi serangan sekaligus meningkatkan daya saing Singo Edan di putaran kedua.
Selain Rio Matsumura, rumor lain menyebutkan nama Gustavo Franca juga masuk dalam radar Arema FC. Namun peluang gelandang Persija tersebut untuk merapat ke Malang disebut sangat kecil. Gustavo Franca kabarnya lebih dekat untuk bergabung dengan klub lain pada bursa transfer mendatang.
Dengan sisa kompetisi yang masih panjang, langkah Arema FC mendatangkan pemain baru menjadi krusial. Apakah Rio Matsumura ke Arema FC akan menjadi titik balik kebangkitan Singo Edan? Jawabannya akan teruji saat putaran kedua BRI Super League bergulir.
Editor : Axsha Zazhika