Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Tak Sekadar Sepak Bola, Arema FC Kelola Stadion Kanjuruhan Jadi Zona Ekonomi Eksklusif, Tiga Kementerian Turun Langsung

Axsha Zazhika • Rabu, 7 Januari 2026 | 17:40 WIB

 

Tak Sekadar Sepak Bola, Arema FC Kelola Stadion Kanjuruhan Jadi Zona Ekonomi Eksklusif, Tiga Kementerian Turun Langsung
Tak Sekadar Sepak Bola, Arema FC Kelola Stadion Kanjuruhan Jadi Zona Ekonomi Eksklusif, Tiga Kementerian Turun Langsung

BLITAR – Manajemen Arema FC tengah menyiapkan langkah besar yang tak hanya berdampak pada prestasi klub, tetapi juga perekonomian masyarakat. Rencana Arema FC kelola Stadion Kanjuruhan kini mengarah pada pengembangan kawasan stadion sebagai zona ekonomi eksklusif yang melibatkan UMKM lokal dan komunitas Aremania.

General Manager Arema FC, Yrin, menegaskan bahwa hak pengelolaan Stadion Kanjuruhan tidak semata digunakan untuk operasional klub. Lebih dari itu, Arema ingin menjadikan stadion sebagai pusat aktivitas ekonomi dan kolaborasi masyarakat Malang Raya. Konsep ini diharapkan mampu menghadirkan manfaat berkelanjutan, baik bagi klub maupun warga sekitar.

Langkah serius Arema FC tersebut mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat. Tiga kementerian sekaligus, yakni Kementerian UMKM, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), turun langsung meninjau Stadion Kanjuruhan. Kunjungan ini menjadi sinyal kuat dukungan pemerintah terhadap rencana Arema FC kelola Stadion Kanjuruhan.

Dukungan Pemerintah untuk Zona Ekonomi Stadion

Tenaga Ahli Menteri UMKM, Budi Setiawan, menyampaikan apresiasinya terhadap gerak cepat manajemen Arema FC. Ia menilai Arema menjadi salah satu klub yang paling responsif dalam menindaklanjuti nota kesepahaman (MoU) tiga menteri terkait pengembangan ekonomi berbasis olahraga.

Menurut Budi, pemerintah siap mendampingi proses pengelolaan stadion hingga tuntas, khususnya dalam aspek pemberdayaan UMKM dan pengembangan kawasan ekonomi. Stadion Kanjuruhan diharapkan tidak hanya ramai saat hari pertandingan, tetapi juga hidup sebagai pusat kegiatan ekonomi, kreatif, dan sosial.

Konsep stadion multifungsi ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Kehadiran UMKM, ruang kolaborasi komunitas, serta agenda non-pertandingan diyakini mampu menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Stadion Kanjuruhan Bukan Sekadar Markas Arema

Bagi Arema FC, pengelolaan Stadion Kanjuruhan adalah bagian dari visi jangka panjang klub. Stadion tidak lagi dipandang sebagai tempat bertanding semata, melainkan sebagai aset strategis yang bisa memberi nilai tambah secara ekonomi.

Manajemen berharap kawasan Kanjuruhan ke depan menjadi ikon baru Malang Raya. Sinergi antara klub, Aremania, UMKM, dan pemerintah diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan.

Di sisi lain, fokus Arema FC tak hanya tertuju pada urusan manajerial. Dari lapangan latihan, kabar terbaru datang dari striker asing Singo Edan, Dalberto, yang belum terlihat dalam sesi latihan perdana usai libur satu pekan.

Dalberto Masih di Brasil, Arema FC Tetap Tenang

Skuad lokal Arema FC telah lengkap, termasuk Arkan Fikri dan Brandon yang sebelumnya absen karena tugas Timnas U-22. Namun Dalberto belum bergabung karena masih berada di Brasil. Asisten pelatih Arema FC, Kuncoro, menjelaskan bahwa Dalberto mendapat izin resmi dari manajemen untuk menyelesaikan urusan pribadinya.

Kuncoro menegaskan pihaknya tidak khawatir dengan kondisi fisik sang striker. Dalberto dinilai profesional dan diyakini tetap menjaga kebugaran meski berlatih mandiri di luar Malang. Setibanya kembali, ia diperkirakan tidak membutuhkan waktu lama untuk menyesuaikan diri dengan intensitas latihan tim.

Kehadiran Dalberto sangat dinantikan mengingat posisinya yang tengah bersaing di papan atas daftar top skor. Arema FC tentu tak ingin kehilangan momentum di lini serang.

Masa Depan Muhammad Rafli Jadi Sorotan

Selain Dalberto, situasi Muhammad Rafli juga menjadi perbincangan hangat di kalangan Aremania. Gelandang serang berusia 27 tahun tersebut belakangan minim menit bermain di bawah asuhan Marcos Santos. Kondisi ini memunculkan spekulasi terkait masa depannya di Arema FC.

Sebagian pihak menilai peminjaman ke klub lain bisa menjadi opsi terbaik agar Rafli mendapat jam terbang reguler. Namun ada pula yang meyakini Rafli masih bisa bangkit dan kembali menjadi pemain kunci Singo Edan.

Manajemen Arema FC dipastikan akan mempertimbangkan keputusan terbaik, tidak hanya untuk kebutuhan tim, tetapi juga demi perkembangan karier sang pemain.

 

Editor : Axsha Zazhika
#Arema FC kelola Stadion Kanjuruhan #UMKM Malang Raya #aremania #stadion kanjuruhan #Arema FC