Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Persik Kediri vs Persib Bandung di BRI Super League 2025: Adu Gengsi Panas di Stadion Brawijaya, Maung Bandung Terancam Gagal Kudeta Puncak?

Dimas Galih Nur Hendra Saputra • Kamis, 8 Januari 2026 | 17:00 WIB
v
v

BLITAR - Laga Persik Kediri vs Persib Bandung di BRI Super League 2025 menjadi sorotan utama pecinta sepak bola Tanah Air. Pertandingan pekan ke-16 yang digelar di Stadion Brawijaya, Kediri, berlangsung dengan tensi tinggi dan menyajikan duel sengit sejak menit awal, meski harus berakhir tanpa gol pada babak pertama.

Persik Kediri tampil agresif di hadapan pendukungnya sendiri dengan misi mempertahankan tren positif saat bermain di kandang. Sementara itu, Persib Bandung datang membawa ambisi besar untuk mencuri tiga poin demi menjaga peluang mengudeta Borneo FC dari puncak klasemen BRI Super League 2025.

Sejak peluit awal dibunyikan, Persik langsung mengancam melalui sepakan Jose Enrique pada detik ke-30, meski bola masih melebar. Persib membalas pada menit ke-18 lewat tembakan Tom Haye, namun masih bisa diamankan kiper Persik, Leo Navacchio. Intensitas pertandingan terus meningkat dengan duel-duel fisik dan pelanggaran kecil yang kerap menghentikan alur permainan.

Babak Pertama Ketat, Kiper Jadi Sorotan

Persib kembali memperoleh peluang emas pada menit ke-29 melalui Beckham Putra Nugraha, namun lagi-lagi Leo Navacchio tampil sigap di bawah mistar. Tom Haye sempat nyaris membuka keunggulan pada menit ke-36, tetapi upayanya masih bisa diblok lini belakang Persik. Hingga wasit meniup peluit akhir babak pertama, skor kacamata 0-0 tetap bertahan.

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, sebelumnya telah mewanti-wanti bahwa laga Persik Kediri vs Persib Bandung di BRI Super League 2025 tidak akan berjalan mudah. Ia menilai Persik memiliki rekor kandang yang kuat dan selalu tampil berbeda ketika bermain di Kediri.

“Kediri di kandang adalah tim yang berbahaya. Setiap tim selalu bermain 300 persen saat melawan Persib,” ujar Hodak. Ia juga mengonfirmasi absennya Eliano Reijnders dan Federico Barba akibat cedera.

Persik Fokus Mental, Persib Dibayangi Tekanan Klasemen

Di sisi lain, pelatih Persik Kediri Marcos Reina Torres menegaskan bahwa timnya tidak hanya fokus pada taktik, tetapi juga mentalitas. Ia menyebut Tom Haye sebagai salah satu pemain Persib yang patut diwaspadai karena fleksibilitasnya di lapangan.

“Persiapan mental menjadi kunci. Kami ingin memberi kemenangan untuk suporter Kediri dan membuktikan Persik bisa mengalahkan siapa pun,” tegas Marcos.

Tekanan semakin besar bagi Persib Bandung karena sebelum laga ini usai, Maung Bandung sempat turun ke peringkat keempat klasemen sementara. Borneo FC memimpin dengan 37 poin, disusul Persija Jakarta 35 poin, sementara Persib dan Malut United mengoleksi 34 poin.

Baca Juga: Resmi dan Mengejutkan! Ruben Amorim Dipecat Manchester United, Friksi Manajemen hingga Daftar 9 Kandidat Pengganti Mengemuka

Optimisme Pemain Persib

Kiper Persib Teja Paku Alam menegaskan kesiapan tim meski menyadari sulitnya bermain di Stadion Brawijaya. Ia berharap fokus dan disiplin permainan bisa menjadi kunci hasil positif.

Hal senada diungkapkan Beckham Putra Nugraha. Pemain muda Persib itu optimistis timnya mampu melanjutkan tren positif di Kediri.

“Kami sudah menganalisis Persik dan dua musim terakhir selalu menang di sini. Semoga bisa terulang,” katanya.

Laga Persik Kediri vs Persib Bandung di BRI Super League 2025 pun menjadi penentu penting dalam persaingan papan atas. Hasil pertandingan ini tak hanya soal tiga poin, tetapi juga momentum dalam perburuan gelar dan tekanan besar dari suporter masing-masing tim.

 

Editor : Dimas Galih Nur Hendra Saputra
#persib #indonesia #liga 1 #sepak bola #persib bandung