Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Megawati Hangestri Tidak Masuk Daftar Elit FIVB 2025, Terbongkar Penyebabnya: Bukan Soal Kualitas, Tapi Salah Panggung

Axsha Zazhika • Kamis, 8 Januari 2026 | 14:00 WIB

 

Megawati Hangestri Tidak Masuk Daftar Elit FIVB 2025, Terbongkar Penyebabnya: Bukan Soal Kualitas, Tapi Salah Panggung
Megawati Hangestri Tidak Masuk Daftar Elit FIVB 2025, Terbongkar Penyebabnya: Bukan Soal Kualitas, Tapi Salah Panggung

BLITAR - Fakta bahwa Megawati Hangestri tidak masuk daftar elit FIVB 2025 memicu perdebatan luas di kalangan pecinta voli Indonesia. Banyak yang mempertanyakan keputusan Federasi Bola Voli Internasional (FIVB), mengingat performa Megawati selama ini dinilai konsisten dan eksplosif, baik di level klub maupun tim nasional.

Namun setelah ditelusuri lebih dalam, absennya nama Megawati dari daftar 10 pemain voli putri terbaik dunia 2025 ternyata bukan disebabkan oleh penurunan performa atau kualitas individu. Justru ada satu faktor krusial yang jarang dibahas secara terbuka: tempat Megawati bermain.

FIVB merilis daftar pemain elit berdasarkan sejumlah indikator ketat, seperti level kompetisi, kualitas lawan, kontribusi di liga papan atas, serta exposure internasional. Hasilnya, daftar tersebut didominasi pemain dari Eropa, khususnya Liga Italia, sementara Asia hanya diwakili satu nama, yakni Mayu Ishikawa dari Jepang.

Proliga Tak Masuk Radar Penilaian FIVB

Di sinilah akar persoalan terletak. Dalam sistem penilaian FIVB, Proliga Indonesia belum masuk kategori liga elit dunia. Minimnya eksposur global dan rendahnya pantauan langsung membuat statistik pemain Proliga tidak menjadi rujukan utama federasi internasional.

Artinya, sehebat apa pun performa Megawati di kompetisi domestik, capaian tersebut tidak cukup kuat untuk mengantarkannya masuk radar pemain elite dunia versi FIVB. Ini bukan bentuk meremehkan Proliga, melainkan realitas sistem evaluasi global yang berlaku.

Fakta Saat Megawati Bermain di Luar Negeri

Bukti paling jelas terlihat saat Megawati berkarier di luar negeri. Ketika memperkuat Red Sparks di Korea Selatan maupun Manisa di Turki, namanya mulai rutin dibahas media asing. Statistiknya dibandingkan dengan pemain internasional lain, dan performanya masuk dalam diskusi global.

Sorotan itu perlahan meredup ketika Megawati kembali bermain di Proliga. Bukan karena kualitasnya menurun, tetapi karena exposure internasionalnya ikut padam. FIVB hanya benar-benar “melihat” pemain ketika mereka tampil di panggung yang diakui secara global.

Mengapa Mayu Ishikawa Bisa Masuk Daftar Elit?

Perbandingan dengan Mayu Ishikawa memperjelas persoalan. Pemain Jepang tersebut bermain di liga top Eropa dan rutin tampil di turnamen resmi FIVB. Setiap pekan ia menghadapi pemain kelas dunia dengan level persaingan tertinggi.

Federasi voli Jepang memahami satu prinsip penting: pemain hebat harus ditempa di liga hebat. Konsistensi bermain di panggung elite membuat nama Mayu Ishikawa terus tercatat dalam database penilaian FIVB.

Sementara itu, Megawati justru kembali ke liga domestik yang tidak menjadi etalase dunia. Hasilnya bisa ditebak, namanya tersingkir dari daftar elit meski kualitas individu tetap berada di level tinggi.

Salah Megawati atau Sistem?

Apakah absennya Megawati sepenuhnya kesalahan sang pemain? Tidak sesederhana itu. Keputusan karier atlet dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kontrak, peran agen, kebijakan federasi, hingga kebutuhan finansial dan keluarga.

Namun dalam sudut pandang FIVB, yang dinilai bukan loyalitas pada liga lokal atau potensi tersembunyi, melainkan panggung tempat seorang pemain bertanding. Sistem penilaian bersifat objektif dan berbasis exposure global.

Elit Versi FIVB vs Elit Versi Fans

Menariknya, reaksi publik Indonesia justru berbeda. Banyak penggemar mengaku tidak terlalu peduli pada status elit versi FIVB. Bagi mereka, Megawati tetap menjadi ratu voli nasional.

Komentar-komentar viral di media sosial menunjukkan satu hal jelas: elit versi federasi dunia tidak selalu sejalan dengan elit versi netizen Indonesia.

Peluang Masih Terbuka

Absennya Megawati Hangestri dari daftar elit FIVB bukan akhir cerita. Jika suatu saat ia kembali bermain di liga top dunia dan rutin tampil di panggung internasional, peluang masuk daftar elit akan kembali terbuka lebar.

Faktanya, masalah utama Megawati bukan kualitas, melainkan tempat ia berdiri saat ini. Selama bermain di Proliga, sorotan global sulit didapat. Namun begitu ia kembali ke panggung elit, FIVB hampir pasti akan kembali melirik namanya.

 

Editor : Axsha Zazhika
#Megawati Hangestri #Megawati Hangestri tidak masuk daftar elit FIVB #fivb #Proliga Indonesia #voli dunia