BLITAR - Arema FC butuh striker anyar menjadi isu panas yang terus mengemuka jelang putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Krisis produktivitas gol membuat Singo Edan kembali berada dalam sorotan publik, khususnya Aremania yang mulai mempertanyakan solusi konkret dari manajemen dan tim pelatih.
Masalah di lini depan Arema FC mencuat setelah absennya Dalberto Luan Belo yang harus pulang ke Brasil karena urusan pribadi. Sejak striker andalan itu tak bisa dimainkan, daya gedor Arema FC menurun drastis. Dalam tiga pertandingan terakhir Super League, Arema hanya mampu mencetak dua gol, catatan yang jauh dari ekspektasi tim besar.
Situasi tersebut membuat pelatih Arema FC Marcos Santos angkat bicara. Ia tak menampik bahwa ketergantungan pada satu pemain di lini serang menjadi masalah serius. Marcos menegaskan, Arema FC butuh striker anyar agar tim lebih kompetitif menghadapi putaran kedua. Evaluasi menyeluruh, menurutnya, sudah menjadi keharusan.
Produktivitas Menurun, Ketergantungan Jadi Masalah
Marcos Santos menilai absennya Dalberto memberi dampak besar terhadap permainan Arema FC. Mesin gol Singo Edan seakan kehilangan taji. Pilihan yang tersedia di lini depan dinilai belum mampu memberi kontribusi maksimal secara konsisten.
Nama-nama seperti Dedik Setiawan, Ian Puleo, hingga Raza Fahrezi disebut masih inkonsisten. Akibatnya, beban serangan terlalu berat dan pola permainan Arema FC menjadi mudah ditebak lawan. Kondisi ini semakin menegaskan bahwa kedalaman skuad di sektor depan masih belum ideal.
“Kami butuh dia, dan harus ada evaluasi agar tim ini lebih kuat di putaran kedua,” ujar Marcos Santos. Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa perekrutan pemain baru bukan sekadar wacana.
Bursa Transfer Dibuka, Peluang Perombakan Terbuka
Dengan dibukanya bursa transfer paruh musim pada 10 Januari 2026, peluang perombakan skuad Arema FC terbuka lebar. Investasi pemain anyar, khususnya striker, dinilai krusial demi menyelamatkan ambisi tim di sisa musim.
Marcos Santos berharap manajemen berani mengambil keputusan besar. Tanpa langkah tegas, target yang dicanangkan sejak awal musim dikhawatirkan sulit tercapai. Putaran kedua pun disebut sebagai ujian keseriusan Arema FC untuk kembali bersaing di papan atas.
Rumor Transfer Menghangat, Manajemen Tetap Tenang
Di tengah kebutuhan mendesak tersebut, rumor transfer mulai bermunculan. Dua nama pemain Persija Jakarta, Gustavo Franca dan Rio Matsumura, disebut-sebut masuk radar Arema FC. Namun manajemen memilih merespons isu tersebut dengan kepala dingin.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan publik diminta bersabar dan menunggu pengumuman resmi klub. Ia menilai rumor yang beredar belum tentu mencerminkan kondisi sebenarnya di balik layar.
“Kalau sudah tanda tangan kontrak dan pemainnya ada di sini, pasti kami rilis,” tegas Yusrinal. Arema FC, menurutnya, tak ingin terjebak euforia sebelum semua proses administrasi benar-benar tuntas.
Isyarat Welcome Pemain Baru Usai Laga Kontra Persik
Meski menahan diri dari gosip, manajemen Arema FC memberi sinyal menarik. Klub telah mengagendakan momen perkenalan pemain baru setelah laga melawan Persik Kediri pada pekan ke-17 Super League.
Agenda tersebut memunculkan spekulasi bahwa kejutan besar memang tengah disiapkan. Fokus utama Arema FC saat ini adalah pertandingan, baru kemudian membuka kartu terkait komposisi skuad putaran kedua.
“Setelah itu bakal kita beber semuanya pemain-pemain yang kita kontrak untuk putaran kedua,” pungkas Yusrinal.
Kabar Baik dari Salim Tuharea
Di tengah isu transfer, Arema FC mendapat kabar positif dari sektor sayap. Salim Tuharea berpeluang comeback saat Singo Edan menjamu Persik Kediri. Penyerang sayap tersebut tengah menjalani pemulihan cedera otot quadriceps.
Tim medis Arema FC menyebut kondisi Salim sudah mencapai 80–85 persen dan menunjukkan progres signifikan. Meski peluang tampil masih 50-50, kehadirannya bisa menjadi tambahan opsi penting bagi lini serang Arema FC.
Jika Salim benar-benar kembali dan manajemen sukses mendatangkan striker anyar, Arema FC diharapkan tampil lebih tajam dan kompetitif di putaran kedua.
Editor : Axsha Zazhika