BLITAR - Nasib Marcos Santos menjadi sorotan utama jelang laga panas Derby Jawa Timur antara Arema FC kontra Persik Kediri. Duel sarat gengsi yang akan digelar pada 11 Januari 2026 itu bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan juga ujian krusial bagi pelatih asal Brasil tersebut yang kini berada dalam tekanan besar.
Catatan enam pertandingan beruntun tanpa kemenangan membuat nasib Marcos Santos kian dipertanyakan. Situasi semakin pelik karena Arema FC juga gagal memanfaatkan status tuan rumah. Bermain di Stadion Kanjuruhan belum membawa hasil positif. Lima laga kandang tanpa kemenangan menjadi statistik pahit yang sulit diabaikan.
Rentetan hasil buruk itu diperparah dengan dua kekalahan beruntun dari Persita Tangerang dan Bali United. Kondisi tersebut menjadikan laga kontra Persik Kediri sebagai titik balik yang sangat menentukan nasib Marcos Santos di kursi pelatih Singo Edan.
Tekanan Besar Jelang Derby Jatim
Sebagai tuan rumah, Arema FC tidak memiliki banyak pilihan selain menang. Desakan dari Aremania semakin kuat agar tim segera bangkit dan mengakhiri tren negatif. Marcos Santos pun tak menutupi kekecewaannya terhadap hasil yang diraih sejauh ini.
“Kami tidak puas dengan hasil yang ada. Arema adalah klub besar dan tidak pantas berada di posisi seperti ini,” ujar Marcos. Ia menegaskan perlunya peningkatan dan perubahan nyata agar Arema FC bisa kembali ke jalur kemenangan.
Derby Jatim dinilai sebagai momentum tepat untuk memulihkan kepercayaan publik Kanjuruhan. Kemenangan bukan hanya soal gengsi regional, tetapi juga menyangkut keberlanjutan proyek kepelatihan Marcos Santos di Malang.
Persik Datang dengan Percaya Diri
Di sisi lain, Persik Kediri datang dengan modal positif. Macan Putih mencatat dua laga tanpa kekalahan, termasuk hasil imbang 1-1 melawan Persib Bandung. Kepercayaan diri tersebut membuat Persik berpotensi menjadi ancaman serius bagi Arema FC.
Marcos Santos menyadari situasi itu dan menegaskan timnya harus melakukan persiapan lebih matang. “Kami perlu melakukan perubahan dan persiapan yang lebih baik,” ujarnya. Hasil negatif kembali diyakini akan memicu sorotan lebih tajam terhadap kinerja tim pelatih.
Evaluasi Manajemen dan Bursa Transfer
Manajemen Arema FC dikabarkan telah melakukan evaluasi menyeluruh, tidak hanya terhadap pemain tetapi juga tim pelatih. General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyebut evaluasi dilakukan dari berbagai aspek, mulai fisik, kemampuan individu, hingga kolektivitas tim.
Sebagai bagian dari evaluasi, Muhammad Rafli sudah dilepas dengan status peminjaman. Meski belum ada kepastian soal pemain yang akan didatangkan atau dilepas pada bursa transfer paruh musim, sinyal perombakan skuad mulai terasa.
Krisis Gol dan Nama Lama Muncul
Masalah klasik Arema FC kembali mengemuka, yakni krisis gol. Ketergantungan pada Dalberto menjadi persoalan serius saat striker asal Brasil itu absen. Dalam kondisi tersebut, nama Carlos Fortes kembali diperbincangkan Aremania.
Carlos Fortes resmi berstatus bebas transfer setelah berpamitan dengan klubnya di China. Mantan bomber Arema FC itu memiliki catatan impresif saat memperkuat Singo Edan pada musim 2021/2022 dengan torehan 20 gol dari 31 pertandingan. Statistik tersebut masih lekat di ingatan publik Malang.
Marcos Santos menegaskan kebutuhan pemain dengan insting gol tinggi. “Harus ada pemain yang didatangkan,” tegasnya. Pernyataan ini memperkuat spekulasi bahwa Arema FC akan aktif di bursa transfer paruh musim.
Rumor Rio Matsumura Menguat
Selain Fortes, rumor transfer Rio Matsumura juga semakin menguat. Pemain Persija Jakarta itu disebut berpeluang dipinjamkan ke Arema FC. Minimnya menit bermain bersama Persija dan hubungan baik antar kedua klub membuat skenario ini dinilai realistis.
Rio Matsumura sendiri menanggapi rumor tersebut melalui unggahan di Instagram, menyerahkan sepenuhnya urusan transfer kepada agen. Isyarat tersebut kian memanaskan spekulasi jelang bergulirnya paruh musim.
Dengan tekanan hasil, evaluasi manajemen, serta rumor transfer yang terus berkembang, Derby Jatim kontra Persik Kediri akan menjadi penentu arah Arema FC. Kemenangan bisa menjadi penyelamat, sementara hasil buruk berpotensi memperburuk nasib Marcos Santos di Malang.
Editor : Axsha Zazhika