BLITAR - Persib Bandung kembali menegaskan statusnya sebagai kekuatan utama sepak bola nasional usai menundukkan rival abadi Persija Jakarta pada laga penutup paruh musim BRI Super League 2025–2026. Bermain di hadapan puluhan ribu Bobotoh di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Pangeran Biru menang tipis namun penuh makna, sekaligus mencatatkan rentetan rekor impresif musim ini.
Kemenangan ini membuat Persib Bandung tak hanya mengamankan tiga poin penting, tetapi juga resmi merebut puncak klasemen sementara dengan koleksi 38 poin dari 17 laga. Hasil tersebut menjadi bukti konsistensi skuad asuhan Bojan Hodak dalam menjaga performa sepanjang paruh musim.
Sejak menit awal, Persib Bandung tampil agresif dengan skema empat bek yang rapi dan disiplin. Strategi permainan terbuka langsung membuahkan hasil saat Beckham Putra mencetak gol cepat pada menit kelima, memanfaatkan kesalahan lini belakang Persija. Gol tersebut menjadi satu-satunya pembeda dalam laga panas bertajuk El Clasico Indonesia.
Gol Cepat dan Wasit Asing Jadi Sorotan
Atmosfer stadion langsung bergemuruh setelah gol Beckham Putra. Selain gol cepat, keputusan menunjuk wasit asing asal Korea Selatan, Koh Hyung-jin, juga mendapat apresiasi publik. Kepemimpinan wasit dinilai tegas dan tidak memihak, membuat jalannya pertandingan berlangsung keras namun tetap terkendali.
Permainan Persib dinilai lebih cair dan matang, terutama dalam transisi bertahan. Skema Bojan Hodak terbukti efektif meredam pemain-pemain berbahaya Persija. Bahkan Alano, yang menjadi tumpuan serangan Macan Kemayoran, terlihat frustrasi menghadapi rapatnya lini pertahanan Maung Bandung.
Kartu Merah dan Super Teja di Bawah Mistar
Petaka bagi Persija datang pada menit ke-53 ketika Bruno Tubarão diganjar kartu merah setelah menginjak kaki Beckham Putra. Meski bermain dengan 10 pemain, Persija masih mencoba menekan. Namun di sinilah peran Teja Paku Alam menjadi pembeda utama.
Kiper Persib tersebut tampil luar biasa dengan sejumlah penyelamatan krusial, termasuk aksi double save spektakuler pada menit ke-60. Penampilan gemilang Teja membuatnya layak dinobatkan sebagai man of the match dan menyelamatkan Persib dari kebobolan.
Persib sendiri beberapa kali nyaris menggandakan keunggulan melalui Ramon Tanque, Uilliam Barros, hingga Adam Alis. Namun hingga peluit akhir dibunyikan, skor 1-0 tetap bertahan.
Bojan Hodak Cetak Rekor Sempurna
Kemenangan atas Persija semakin mengukuhkan catatan emas Bojan Hodak. Pelatih asal Kroasia itu resmi mencatat rekor tak pernah kalah melawan Persija serta menyapu bersih seluruh laga kandang Persib musim ini dengan kemenangan 100 persen.
Di klasemen sementara, Persib Bandung kini unggul tipis atas Borneo FC yang mengoleksi 37 poin, sementara Persija harus puas turun ke posisi ketiga dengan 35 poin. Peluang Persib mencetak hattrick juara Liga Indonesia pun terbuka lebar jika konsistensi terus terjaga.
Federico Barba dan Strategi Bertahan Khusus
Di balik kemenangan, perhatian juga tertuju pada Federico Barba. Bek asal Italia itu disebut belum pulih sepenuhnya dari cedera, namun tetap dipersiapkan dengan strategi medis khusus demi laga krusial kontra Persija. Profesionalisme Barba yang tetap hadir dalam sesi latihan resmi menjadi sinyal kuat loyalitasnya pada Persib di tengah rumor kepindahan.
Bursa Transfer, Bobotoh Diminta Sabar
Sementara itu, Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Aditya Putra Herawan, meminta Bobotoh bersabar terkait perekrutan pemain baru. Manajemen disebut telah mengantongi nama-nama incaran, namun sengaja bergerak senyap demi menjaga kelancaran negosiasi.
Eksekusi transfer baru akan dilakukan setelah laga El Clasico rampung. Strategi ini dinilai penting agar fokus tim tidak terganggu oleh spekulasi di tengah persaingan ketat liga.
Pesan Kedewasaan untuk Bobotoh
Menutup rangkaian laga panas ini, Bobotoh juga diimbau tetap kondusif. Ketua Umum Viking Persib Club, Tobias Ginanjar, mengingatkan agar rivalitas cukup terjadi di lapangan. Pemerintah Kota Bandung pun menegaskan larangan konvoi demi menjaga keamanan dan kenyamanan warga.
Kemenangan ini bukan hanya soal angka, tetapi juga cerminan kedewasaan klub dan suporternya. Persib Bandung kini tak sekadar memimpin klasemen, tetapi juga menunjukkan kelas sebagai klub besar Indonesia.
Editor : Axsha Zazhika