Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Persib Bandung Bikin Lawan Terkesima: Mauricio Souza Akui Kekuatan Maung Bandung, Duel Tom Haye Panaskan El Clasico

Axsha Zazhika • Kamis, 15 Januari 2026 | 14:00 WIB
Persib Bandung Bikin Lawan Terkesima: Mauricio Souza Akui Kekuatan Maung Bandung, Duel Tom Haye Panaskan El Clasico
Persib Bandung Bikin Lawan Terkesima: Mauricio Souza Akui Kekuatan Maung Bandung, Duel Tom Haye Panaskan El Clasico

BLITAR - Persib Bandung kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu tim terkuat di kompetisi domestik usai menjalani duel panas kontra Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Laga bertajuk El Clasico Indonesia tersebut tidak hanya menyedot perhatian publik nasional, tetapi juga memunculkan pengakuan jujur dari kubu lawan terkait kualitas skuad Maung Bandung.

Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, secara terbuka menyampaikan kekagumannya terhadap kekuatan Persib Bandung. Juru taktik asal Brasil itu menilai Persib sebagai tim dengan komposisi pemain terbaik di BRI Super League musim ini, baik dari sisi pemain lokal berlabel tim nasional maupun legiun asing berkualitas tinggi.

Menurut Souza, bermain menghadapi Persib Bandung di kandang sendiri merupakan tantangan terberat yang membutuhkan konsentrasi penuh sepanjang pertandingan. Ia menyebut atmosfer GBLA yang dipenuhi ribuan Bobotoh mampu memberikan tekanan mental luar biasa kepada tim tamu, di mana satu kesalahan kecil saja bisa berujung petaka.

 Baca Juga: Apresiasi Masyarakat untuk Layanan Pertanahan Selama Libur Nataru, Urus Sertipikat Tetap Bisa di Tanggal Merah!

Hodak Tekankan Kepala Dingin di Laga Krusial

Di sisi lain, pelatih Persib Bandung Bojan Hodak telah mengantisipasi panasnya atmosfer El Clasico sejak sebelum laga dimulai. Pelatih asal Kroasia itu menegaskan pentingnya menjaga ketenangan dan mengontrol emosi pemainnya di tengah tensi tinggi pertandingan.

“Ini bukan sekadar soal gengsi, tapi laga penentuan posisi puncak klasemen paruh musim. Saya tidak perlu memotivasi pemain, justru saya harus membuat mereka lebih tenang,” ujar Hodak.

Pendekatan tersebut terbukti efektif. Persib tampil disiplin, fokus, dan mampu mengendalikan tempo permainan. Ketenangan mental menjadi kunci utama dalam meredam agresivitas Persija sekaligus menjaga keseimbangan taktik sepanjang laga.

 Baca Juga: Perempuan Blitar Lulusan Teknologi Pangan Bikin Karya Busana Manfaatkan Limbah Kain Bermotif Alam-Fauna

Duel Tom Haye vs Jordi Amat Jadi Magnet Pertandingan

El Clasico kali ini juga menjadi panggung adu kualitas dua pemain keturunan tim nasional Indonesia, Tom Haye dari Persib Bandung dan Jordi Amat milik Persija Jakarta. Duel keduanya di lini tengah dan belakang menjadi salah satu sorotan utama laga.

Tom Haye tampil sebagai pengatur tempo permainan Persib. Gelandang berpengalaman tersebut menunjukkan visi bermain yang matang, distribusi bola akurat, serta ketenangan luar biasa meski baru pertama kali merasakan atmosfer panas El Clasico Indonesia. Statistik mencatat Tom Haye telah tampil dalam 13 pertandingan musim ini dengan kontribusi satu gol dan dua assist.

Sementara itu, Jordi Amat menunjukkan kelasnya sebagai palang pintu tangguh Persija. Dengan pengalaman panjang di kompetisi Eropa, ia mampu membaca permainan dengan baik, memenangkan duel udara, dan mengorganisir lini belakang timnya agar tetap solid menghadapi tekanan Persib.

Baca Juga: Buka Saat Tanggal Merah, Layanan Pertanahan Selama Libur Nataru Jadi Solusi Masyarakat Urus Sertipikat 

Setiap pertemuan keduanya menghadirkan duel individu yang intens. Saat Tom Haye menguasai bola, Jordi Amat seolah menjadi bayangan yang siap memutus aliran serangan, menciptakan pertarungan taktik yang membuat laga semakin berkelas.

Sindiran Hodak soal Wasit Asing

Selain duel di lapangan, perhatian juga tertuju pada pernyataan Bojan Hodak terkait penunjukan wasit. Hodak melontarkan sindiran kepada operator liga mengenai kebiasaan mendatangkan wasit asing setiap kali Persib Bandung menjamu Persija di Bandung.

Menurutnya, pola tersebut menimbulkan standar ganda, karena saat Persib bertandang ke markas lawan, justru wasit lokal yang sering ditunjuk. Hodak menilai situasi ini berpotensi memengaruhi psikologis pemain dan kualitas pertandingan secara keseluruhan.

 Baca Juga: Rumor Transfer Arema Terbaru Mengguncang Bursa Liga 1 Putaran Kedua: Rio Matsumura, Gustavo Franca hingga Victor Leis Masuk Radar Singo Edan

Mauricio Souza pun turut menyinggung pentingnya peran wasit dan teknologi VAR dalam laga bertensi tinggi seperti El Clasico. Ia menekankan bahwa setiap keputusan harus presisi dan tidak boleh menjadi sumber kontroversi yang merusak ritme permainan.

Alarm untuk Operator Liga

Keresahan kedua pelatih menjadi sinyal kuat bagi operator kompetisi agar terus berbenah. Pertandingan sebesar El Clasico seharusnya menjadi panggung unjuk kualitas pemain dan strategi, bukan dipenuhi polemik kepemimpinan wasit.

Dengan kualitas permainan tinggi yang ditampilkan Persib Bandung dan Persija Jakarta, publik berharap integritas perangkat pertandingan mampu mengimbangi level pertandingan. Fair play dan konsistensi keputusan menjadi tuntutan agar hasil laga benar-benar ditentukan oleh kerja keras dan strategi, bukan faktor nonteknis.

Editor : Axsha Zazhika
#el clasico indonesia #Persib vs Persija #Tom Haye #bojan hodak #persib bandung