Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Arema FC Evaluasi Pemain Asing Jelang Putaran Kedua, Nasib Yan Mote dan Odivan Koherit di Ujung Tanduk

Axsha Zazhika • Jumat, 16 Januari 2026 | 15:20 WIB
Arema FC Evaluasi Pemain Asing Jelang Putaran Kedua, Nasib Yan Mote dan Odivan Koherit di Ujung Tanduk
Arema FC Evaluasi Pemain Asing Jelang Putaran Kedua, Nasib Yan Mote dan Odivan Koherit di Ujung Tanduk

BLITAR - Arema FC kembali menjadi sorotan jelang bergulirnya putaran kedua Super League 2025/2026. Kali ini, perhatian publik tertuju pada kebijakan Arema FC evaluasi pemain asing yang dinilai belum memberikan kontribusi maksimal. Dua nama yang ramai diperbincangkan adalah Yan Mote dan Odivan Koherit, bek asing yang sejauh ini belum mampu menembus kepercayaan pelatih kepala Marcus Sentus Indikashi.

Situasi ini membuat spekulasi soal perombakan skuad Singo Edan semakin menguat. Arema FC evaluasi pemain asing dilakukan menyusul performa lini belakang yang belum stabil sepanjang putaran pertama. Meski sempat dilanda krisis pemain bertahan, tim pelatih justru memilih opsi lain ketimbang menurunkan kedua pemain tersebut.

Dalam beberapa laga terakhir, Marcus Sentus Indikashi kerap melakukan eksperimen dengan menarik gelandang bertahan seperti Julian Gavara atau Mate Blade untuk mengisi posisi stopper. Keputusan ini semakin menguatkan sinyal bahwa Arema FC evaluasi pemain asing bukan sekadar wacana, melainkan langkah strategis yang tengah dipertimbangkan serius oleh manajemen.

Kepercayaan Pelatih Jadi Sorotan

Minimnya menit bermain Yan Mote dan Odivan Koherit memunculkan tanda tanya besar di kalangan Aremania. Padahal, keduanya didatangkan dengan ekspektasi tinggi untuk memperkuat lini pertahanan. Namun dalam praktiknya, performa yang ditampilkan dinilai belum sesuai dengan skema permainan yang diinginkan tim pelatih.

Keraguan tersebut terlihat jelas saat Arema FC lebih memilih memainkan pemain non-bek murni di jantung pertahanan. Pilihan ini menjadi sinyal bahwa kepercayaan terhadap dua legiun asing itu kian menipis, terutama ketika tim membutuhkan stabilitas di sektor belakang.

Manajemen Buka Suara soal Evaluasi

Menanggapi kondisi tersebut, General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengonfirmasi bahwa evaluasi teknis terhadap pemain asing sudah dilakukan. Namun, ia menegaskan bahwa keputusan untuk melepas pemain tidak bisa dilakukan secara terburu-buru.

“Evaluasi sudah kami lakukan. Saat ini kami tinggal menunggu langkah selanjutnya sesuai dengan kebutuhan tim ke depan,” ujar Yusrinal.

Menurutnya, manajemen harus mempertimbangkan berbagai aspek, terutama dampak finansial. Kompensasi kontrak menjadi salah satu faktor utama agar keputusan yang diambil tidak membebani keuangan klub.

Opsi Pinjaman hingga Transfer Permanen

Selain pemutusan kontrak, manajemen Arema FC juga mempertimbangkan opsi lain seperti peminjaman atau transfer permanen ke klub lain. Skema ini dinilai lebih aman untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus membuka ruang bagi perekrutan pemain baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan tim.

Langkah tersebut diharapkan memberi fleksibilitas bagi Arema FC, baik secara teknis maupun finansial, menjelang putaran kedua kompetisi. Dengan komposisi pemain asing yang tepat, Singo Edan ditargetkan tampil lebih kompetitif di sisa musim.

Statistik Pertahanan Masih Jadi Masalah

Evaluasi pemain asing tak lepas dari rapor merah lini pertahanan Arema FC. Hingga akhir putaran pertama, Arema tercatat sudah kebobolan 23 gol, angka yang sama dengan jumlah gol yang berhasil mereka cetak. Statistik ini dinilai kurang ideal bagi tim yang menargetkan posisi papan atas.

Sebagai perbandingan, tim seperti_attach PSIM dan Persita yang memiliki produktivitas gol serupa justru mampu bertahan di peringkat lima hingga enam klasemen karena pertahanan yang lebih solid.

Masalah ini bukan hal baru bagi Arema FC. Sejak musim lalu, sektor pertahanan kerap menjadi titik lemah yang menghambat laju Singo Edan. Jika tidak segera dibenahi melalui evaluasi taktis maupun perombakan pemain, peluang Arema untuk bersaing di jalur juara diprediksi semakin berat.

Kini, publik Malang menanti langkah konkret manajemen. Apakah kebijakan evaluasi pemain asing ini mampu menghadirkan stabilitas di lini belakang, atau justru menambah daftar pekerjaan rumah di akhir musim nanti.

 

Editor : Axsha Zazhika
#Yan Mote #Odivan Koherit #bursa transfer liga indonesia #Arema FC #Evaluasi Pemain Asing