BLITAR - Dinamika Transfer Arema FC kembali menghadirkan cerita emosional di tengah persiapan putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Setelah lebih dulu melepas Yan Mota, satu pemain asing kembali harus angkat kaki dari skuad Singo Edan. Kali ini, Ian Puleo resmi mengakhiri kebersamaannya dengan Arema FC di tengah musim.
Keputusan tersebut membuat daftar pemain asing yang berpisah dengan Arema FC pada bursa transfer paruh musim semakin bertambah. Isu Transfer Arema FC ini menjadi perhatian Aremania karena datang di saat tim sedang melakukan pembenahan besar demi menghadapi ketatnya persaingan putaran kedua.
Ian Puleo berpamitan secara langsung kepada seluruh elemen tim dalam sesi latihan di Dreams Football Peach, Kecamatan Pakis, Jumat (16/1/2026). Suasana latihan mendadak berubah haru ketika pemain bernomor punggung 9 itu menyampaikan pesan perpisahan kepada rekan setim, pelatih, serta manajemen klub.
Pesan Perpisahan Ian Puleo yang Menyentuh
Meski hanya setengah musim membela Singo Edan, Ian Puleo mengaku kebersamaannya bersama Arema FC menjadi pengalaman yang sangat spesial. Ia mengungkapkan sebenarnya masih ingin bertahan, namun harus menerima keputusan tim pelatih yang memiliki rencana berbeda.
“Saya ingin bertahan, tetapi pelatih punya rencana lain. Saya tidak bisa berbuat apa-apa,” ujar Ian kepada Jawa Pos Radar Malang. Pernyataan tersebut menggambarkan kekecewaan sekaligus sikap profesional sang pemain dalam menyikapi keputusan klub.
Dalam konteks Transfer Arema FC, Ian menegaskan dirinya menghormati penuh keputusan manajemen dan pelatih. Ia pun mendoakan agar Arema FC tampil lebih kuat dan meraih hasil positif di putaran kedua kompetisi.
Catatan Singkat Ian Bersama Singo Edan
Selama berseragam Arema FC, Ian Puleo tercatat tampil dalam 15 pertandingan dan menyumbangkan dua gol. Meski catatan statistiknya tidak mencolok, kontribusinya tetap memberi warna dalam skema permainan tim. Kepergiannya pun ditutup dengan sikap dewasa dan profesional.
Untuk langkah selanjutnya, Ian memilih belum membuka rencana secara detail. Saat ini ia masih fokus menyelesaikan administrasi kepulangan dari Indonesia dan tidak ingin tergesa-gesa menentukan klub baru.
Gabriel Silva Datang, Angin Segar Lini Sayap
Seiring kepergian Ian Puleo, Transfer Arema FC juga menghadirkan kabar positif. Manajemen resmi mendatangkan winger asal Brasil, Gabriel Silva, yang langsung mencuri perhatian pada sesi latihan perdananya. Pemain yang akrab disapa Gabi itu terlihat cepat beradaptasi dan langsung menyatu dengan tim.
Gabriel Silva didatangkan dari klub Malaysia, Terengganu FC, dan diikat kontrak berdurasi satu tahun. Kehadirannya diharapkan menambah variasi serangan Arema FC, terutama dari sektor sayap yang membutuhkan kecepatan, kreativitas, dan kemampuan duel satu lawan satu.
“Memang saya sedikit kehilangan ritme karena hampir tiga minggu tidak berlatih penuh di lapangan,” ujar Gabi. Meski demikian, ia optimistis kondisi fisiknya segera kembali optimal karena kompetisi tengah libur, sehingga memiliki waktu adaptasi yang cukup.
Arema FC Berburu Predator Baru
Tak hanya sektor sayap, Transfer Arema FC kini juga fokus pada pencarian penyerang tambahan. Manajemen menilai kebutuhan akan predator baru di lini depan sudah bersifat mendesak. Ketergantungan berlebihan pada Dalberto Luo menjadi alarm serius bagi tim pelatih.
Dari total 23 gol Arema FC di putaran pertama Super League 2025/2026, sebanyak 10 gol dicetak Dalberto. Ketika striker asal Brasil itu absen, produktivitas gol Singo Edan menurun drastis. Arema bahkan gagal menang saat menghadapi Madura United, Persita Tangerang, dan Bali United.
“Kami memutuskan untuk mencari penyerang tambahan di lini depan,” ujar General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi. Saat ini, pelapis Dalberto hanya Dedik Setiawan, opsi yang dinilai belum cukup untuk menghadapi padatnya jadwal putaran kedua.
Manajemen menegaskan tetap berhati-hati dalam menentukan rekrutan anyar. Evaluasi internal menunjukkan penyelesaian akhir menjadi pekerjaan rumah utama Arema FC. Bursa Transfer Arema FC pun masih berpotensi menghadirkan kejutan lanjutan.
Editor : Axsha Zazhika