Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Strategi Anti Rugi Persebaya Surabaya: Fokus Pemain Brasil Ala Bernardo Tavares, Dimov Pamit, Ernando Ari Tembus Top Kiper Liga

Axsha Zazhika • Senin, 19 Januari 2026 | 14:40 WIB
Strategi Anti Rugi Persebaya Surabaya: Fokus Pemain Brasil Ala Bernardo Tavares, Dimov Pamit, Ernando Ari Tembus Top Kiper Liga
Strategi Anti Rugi Persebaya Surabaya: Fokus Pemain Brasil Ala Bernardo Tavares, Dimov Pamit, Ernando Ari Tembus Top Kiper Liga

BLITAR - Strategi anti rugi Persebaya Surabaya mulai terlihat jelas memasuki bursa transfer paruh musim Super League 2025-2026. Green Force menjadi salah satu tim paling aktif bergerak, namun bukan sekadar belanja pemain. Di bawah kendali pelatih anyar Bernardo Tavares, Persebaya Surabaya menyusun langkah transfer dengan perhitungan teknis dan finansial yang matang.

Strategi anti rugi Persebaya Surabaya tercermin dari keputusan manajemen yang fokus mendatangkan pemain asal Brasil. Sejak resmi menangani tim, Bernardo Tavares langsung terlibat penuh dalam proses perekrutan. Hasilnya, tiga pemain baru diperkenalkan sekaligus pada 7 Januari 2026, yakni Bruno Paraiba, Jefferson Silva, dan Gustavo Fernandez.

Strategi anti rugi Persebaya Surabaya ini bukan tanpa alasan. Selain kebutuhan teknis di lapangan, faktor ekonomi menjadi pertimbangan utama dalam menentukan arah transfer, terutama di tengah kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar yang terus meningkat.

Tiga Pemain Brasil untuk Keseimbangan Tim

Bruno Paraiba didatangkan untuk mengisi sektor gelandang tengah. Perannya diharapkan mampu memberi keseimbangan permainan sekaligus kekuatan duel di lini tengah Bajul Ijo. Sementara itu, Jefferson Silva diplot sebagai bek kiri dan Gustavo Fernandez mengisi posisi bek tengah. Keduanya diproyeksikan memperkuat lini pertahanan yang menjadi fokus evaluasi tim pelatih.

Bernardo Tavares mengungkapkan bahwa kebutuhan postur tubuh pemain menjadi salah satu pertimbangan penting. Ia menilai Persebaya Surabaya masih kekurangan pemain jangkung, terutama untuk mengantisipasi situasi bola mati dan duel fisik menghadapi striker lawan yang kuat.

Debut Bernardo Tavares bersama Persebaya saat menghadapi Malut United menjadi gambaran nyata kebutuhan tersebut. Dalam laga itu, lini belakang Persebaya beberapa kali diuji oleh duel udara dan bola-bola direct yang membutuhkan kekuatan fisik ekstra.

Pertimbangan Finansial Jadi Kunci

Selain aspek teknis, pertimbangan finansial menjadi alasan utama fokus Persebaya Surabaya pada pemain Brasil. Bernardo Tavares menilai pasar Eropa saat ini kurang realistis bagi klub Indonesia akibat tingginya nilai tukar euro dan dolar.

“Apa yang kami lihat saat ini dengan nilai tukar dolar yang tinggi, kesempatan terbaik di pasar transfer adalah pemain Brasil. Karena jika Anda pergi ke Eropa, euro sangat mahal,” ujar Bernardo Tavares.

Langkah ini dinilai sebagai strategi anti rugi. Persebaya tetap bisa mendapatkan pemain berkualitas dengan biaya yang lebih terjangkau, tanpa membebani keuangan klub. Manajemen berharap keseimbangan antara kualitas dan finansial ini mampu menjaga daya saing tim di putaran kedua.

Baca Juga: Kronologi Pemotor Asal Pasuruan Tewas usai Tabrak Pembatas Jalan di JLS Pantai Pangi Blitar

Dimov Pamit, Tinggalkan Jejak di Lini Belakang

Di tengah masuknya pemain baru, Persebaya Surabaya juga melepas salah satu pilar pertahanannya. Bek tengah Di Medimov memilih pamit dengan cara sederhana namun penuh makna. Pesan singkat perpisahannya langsung menyentuh perasaan Bonek.

Dimov bergabung dengan Persebaya sejak 5 Januari 2025. Lahir di Skopje, Makedonia Utara, pada 25 Juli 1994, ia dikenal sebagai bek berpengalaman dengan postur ideal setinggi 184 cm. Nilai pasarnya mencapai Rp6,08 miliar, mencerminkan statusnya sebagai pemain asing berpengalaman.

Pada putaran pertama Super League 2025-2026, Dimov mencatat 12 penampilan dengan total 982 menit bermain. Kontribusinya di lini bertahan sangat signifikan, dengan 26 intersep, 51 sapuan, sembilan blok tembakan, serta 25 pemulihan bola. Akurasi umpannya pun impresif, mencapai 93 persen.

Ernando Ari Tembus Jajaran Kiper Terbaik

Di sektor penjaga gawang, Persebaya Surabaya justru mendapat kabar menggembirakan. Ernando Ari tampil luar biasa sepanjang putaran pertama dengan mencatatkan 62 penyelamatan dari 16 pertandingan. Catatan tersebut menempatkannya di posisi tiga besar kiper dengan penyelamatan terbanyak di Super League 2025-2026.

Ernando hanya kalah dari Mike Hauptmeier (69 penyelamatan) dan Nadeo Argawinata (66 penyelamatan). Konsistensi Ernando menjadi kunci stabilitas hasil Persebaya, termasuk kemenangan 2-1 atas Malut United di laga penutup putaran pertama.

Dengan strategi anti rugi Persebaya Surabaya, kombinasi kebijakan transfer cermat, regenerasi pemain, dan performa individu yang solid, Green Force kini menatap putaran kedua dengan optimisme tinggi dan ambisi bersaing di papan atas.

 

Editor : Axsha Zazhika
#Bernardo Tavares #Strategi anti rugi Persebaya Surabaya #Pemain Brasil Persebaya #ernando ari #bursa transfer super league