Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Zul Zivilia Bersyukur Bisa Lebih Lama Bertemu Istri dan Anak di Lapas Gunung Sindur: Momen Haru di Tengah Hukuman

Anggi Septian A.P. • Jumat, 23 Januari 2026 | 04:24 WIB

 

Zul Zivilia bersyukur bisa bertemu istri dan anak lebih lama di Lapas Gunung Sindur, momen haru yang menguatkan keluarga di tengah masa hukuman.
Zul Zivilia bersyukur bisa bertemu istri dan anak lebih lama di Lapas Gunung Sindur, momen haru yang menguatkan keluarga di tengah masa hukuman.

BOGOR – Zul Zivilia bersyukur bisa lebih lama bertemu istri dan anak di Lapas Gunung Sindur setelah sekian lama hubungan keluarga hanya dibatasi waktu kunjungan yang ketat.

Kesempatan ini muncul saat musisi tersebut hadir dalam acara perilisan karya terbarunya, membawa momen emosional bagi keluarga dan sesama warga binaan.

Pertemuan itu terjadi di Lapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 21 Januari 2026, ketika Zul mendapatkan izin khusus dari pihak lapas.

Kebersamaan dengan keluarga yang lebih panjang dari biasanya menjadi pengalaman tak terlupakan bagi Zul dan sang istri, Retno Paradinah, serta anak-anak mereka.

Zul yang tengah menjalani masa hukuman atas kasus narkoba selama ini hanya bisa bertemu keluarga dengan durasi singkat.

Kata dia, biasanya sesi kunjungan dibatasi jam besuk yang membuat waktu bersama istri dan anak terasa sangat terbatas. dikutip dari laman okezone.com 

Momen Langka yang Menguatkan: Kebersamaan yang Lebih Lega

Selama ini waktu pertemuan antara Zul dengan keluarga sangat singkat, kerap membuatnya dan keluarga merasa kurang puas secara emosional.

“Biasanya besukan itu waktunya singkat. Datang jam setengah sebelas, jam setengah dua belas sudah harus pulang. Jadi waktunya benar-benar terbatas, apalagi sama anak-anak,” ungkap Zul saat ditemui di lokasi. 

Kesempatan memperpanjang pertemuan itu datang melalui izin khusus dari pihak lapas, sehingga keluarga bisa mendampingi Zul lebih lama pada hari itu.

Menurutnya, momen tersebut menjadi penguat mental dalam menjalani hari-hari di balik jeruji besi.

“Alhamdulillah ada kegiatan seperti ini dan diizinkan pihak lapas, jadi bisa ikut acara dan lebih lama bersama keluarga,” tambah Zul. 

Istri Zul, Retno Paradinah, turut mengungkapkan perasaan hatinya.

Retno mengatakan bahwa momen itu sangat berarti karena memungkinkan keluarganya untuk menikmati waktu bersama yang jarang terjadi selama masa hukuman.

Ia mengaku bangga dan bahagia dapat melihat suaminya tetap berkarya meskipun berada dalam keterbatasan lingkungan penjara. 

Selama masa hukuman, pertemuan antara Zul dan keluarganya harus mengikuti aturan lapas yang ketat, termasuk durasi kunjungan yang dibatasi waktu.

Anak-anak Zul hanya bisa datang beberapa kali dalam beberapa bulan karena lokasi yang jauh dan jadwal sekolah yang padat.

Kondisi ini sering meninggalkan rasa rindu yang mendalam bagi Zul maupun anggota keluarganya. 

Dalam pertemuan itu, Zul juga memanfaatkan waktu untuk bermain dan bercengkerama dengan anak-anaknya.

Ia menyebut momen seperti itu menjadi hal paling berharga yang ia rasakan selama menjalani masa hukuman.

“Saya sebenarnya pengen setiap saat dibesuk, cuma kan jauh dan waktunya terbatas karena jam besukan pas jam sekolah,” katanya. 

Dukungan Keluarga dan Semangat Hidup: Cinta dan Harapan di Balik Jeruji

Retno, yang setia mendampingi Zul, juga berbagi pandangan tentang situasi yang mereka jalani.

Ia merasa telah terbiasa dengan kondisi ini, bahkan dengan nada ringan mengatakan bahwa ia “sudah kebal” menghadapi hidup di luar dan dinamika pertemuan dengan sang suami.

Hal ini menunjukkan bahwa cinta dan dukungan keluarga menjadi landasan kuat bagi mereka menjalani masa sulit tersebut. 

Zul sendiri menyatakan rasa terima kasihnya atas izin pertemuan yang lebih panjang dan dukungan dari keluarga.

Bagi Zul, dukungan tersebut memberikan kekuatan emosional untuk terus melanjutkan kehidupan dan pembinaan di lapas, termasuk melalui kegiatan yang produktif dan bermakna. 

Kebersamaan yang Membentuk Kekuatan

Pertemuan langka ini tidak hanya sekadar pertemuan keluarga, tetapi juga menjadi simbol bahwa kasih sayang dan dukungan keluarga memiliki peranan penting dalam menghadapi masa sulit.

Kebersamaan tersebut menjadi momentum bagi Zul untuk menjaga semangat dan harapan di tengah tantangan hidup di balik jeruji.

Kisah Zul Zivilia dan keluarganya juga memperlihatkan sisi humanis dari kehidupan seorang musisi yang sedang menjalani hukuman, namun tetap memupuk cinta dan harapan.

Hal ini menjadikan cerita mereka tidak hanya soal hukum, tetapi juga mengenai kasih sayang yang menguatkan tiap individu dalam situasi apa pun.(*)

Editor : Anggi Septian A.P.
#Pertemuan keluarga di penjara #gunung Sindur #zul zivilia #retno paradinah #lapas narkotika