BLITAR - Persib Bandung kembali menjadi pusat perhatian publik sepak bola nasional. Dalam sepekan terakhir, berbagai isu strategis menyelimuti klub berjuluk Pangeran Biru ini, mulai dari rencana debut dua pemain anyar berkelas Eropa, isu pergantian pelatih, hingga potret kedewasaan suporter yang menuai pujian luas.
Antusiasme Bobotoh memuncak jelang laga kandang Persib Bandung melawan Malut United yang dijadwalkan berlangsung Jumat, 6 Februari 2026, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Pertandingan ini diprediksi menjadi momen debut dua rekrutan anyar Persib, yakni Levin Kurzawa dan Dion Mark, yang sebelumnya absen akibat kendala administrasi dan kebugaran.
Debut Kurzawa dan Dion Mark Dinanti Bobotoh
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, memiliki waktu persiapan yang cukup panjang usai laga tandang melawan Persis Solo. Hal ini dimanfaatkan untuk mengintegrasikan Kurzawa dan Dion ke dalam skema permainan tim secara matang. Manajemen dan tim pelatih tidak ingin mengambil risiko dengan menurunkan pemain sebelum benar-benar siap secara fisik dan taktik.
Kehadiran Levin Kurzawa, mantan bek Paris Saint-Germain, di sektor kiri pertahanan diyakini mampu memberi dimensi serangan baru lewat umpan silang akurat dan pengalaman bermain di level tertinggi Eropa. Sementara itu, Dion Mark diharapkan menjadi palang pintu yang tenang dan disiplin dalam meredam agresivitas serangan Malut United.
Jika keduanya turun sejak menit awal, atmosfer GBLA dipastikan bergemuruh. Banyak pihak menilai duet ini sebagai awal era baru lini pertahanan Persib Bandung yang kini diisi pemain dengan standar internasional.
Isu Shin Tae-yong Menghangat, Hodak Tetap Favorit
Di tengah euforia tersebut, isu panas soal kursi kepelatihan Persib Bandung turut mencuri perhatian. Nama Shin Tae-yong disebut-sebut masuk bursa kandidat pelatih jika Bojan Hodak hengkang. Wacana ini mencuat seiring kontrak Hodak yang akan berakhir pada 31 Mei 2026 dan belum diumumkannya perpanjangan resmi.
Namun, pengamat sepak bola nasional Abdul Haris menilai kecil kemungkinan manajemen melepas Hodak. Ia menegaskan bahwa Hodak adalah sosok historis yang membawa Persib Bandung juara Liga secara back to back, sebuah prestasi langka di sepak bola Indonesia.
“Tidak ada alasan Persib Bandung melepas Bojan Hodak. Dia satu-satunya pelatih yang membawa tim juara back to back tanpa jeda,” ujarnya.
Meski demikian, munculnya nama Shin Tae-yong menunjukkan bahwa standar dan ambisi Persib kini berada di level tertinggi, tidak hanya domestik tetapi juga Asia.
Kedewasaan Suporter Tuai Apresiasi
Sorotan positif juga datang dari tribun penonton. Laga El Clasico Persib Bandung kontra Persija Jakarta dua pekan lalu menyisakan cerita manis tentang kedewasaan suporter. Salah satu pentolan The Jak Mania, Bung Ferry, hadir langsung di GBLA dan mendapat sambutan hangat dari Bobotoh.
Dalam pengakuannya di kanal YouTube Infokom Jack Mania, Bung Ferry mengaku terkesan dengan keamanan dan atmosfer stadion yang kondusif. Tidak ada pelemparan, tidak ada aksi anarkis, hanya rivalitas verbal yang wajar dalam sepak bola.
Ia bahkan memuji militansi Bobotoh di tribun utara yang terus bernyanyi tanpa henti. Momen ini semakin menyentuh ketika North Kurva Persija mengirim doa untuk korban bencana longsor di Cisarua dengan pesan “Pray for Bandung from Jakarta with love”.
Eliano Renders Jalani Transformasi Peran
Dari sisi teknis tim, Eliano Renders juga menjadi sorotan. Pemain serba bisa Persib Bandung ini kini menjalani transformasi peran dari bek kiri menjadi gelandang bertahan. Perubahan ini dilakukan karena sektor bek kiri sudah solid dengan kehadiran Dewangga dan Levin Kurzawa.
Menariknya, Eliano mengaku banyak belajar dari kakaknya, Tijjani Reijnders, yang kini bermain di Manchester City. Komunikasi intensif jarak jauh dilakukan untuk membedah peran barunya sebagai pengatur ritme permainan.
Transfer ilmu dari level Premier League ini diharapkan mampu menjadikan Eliano sebagai nyawa permainan Persib Bandung di sisa musim kompetisi.
Editor : Axsha Zazhika