BLITAR - Persib Bandung kembali menjadi pusat perhatian publik sepak bola nasional menjelang pekan ke-19 BRI Super League. Isu panas tak hanya datang dari dalam lapangan, tetapi juga dari luar pertandingan. Mulai dari kemarahan Bobotoh soal hak siar laga, rencana duet Eliano Renders dengan Levin Kurzawa, hingga manuver transfer yang membuka peluang kedatangan striker asing anyar.
Kegaduhan bermula dari keputusan operator liga yang memastikan laga tandang Persib Bandung melawan Persis Solo di Stadion Manahan tidak disiarkan di televisi nasional. Pertandingan krusial tersebut hanya bisa diakses melalui layanan streaming resmi, keputusan yang langsung memantik reaksi keras dari Bobotoh.
Bobotoh Protes Hak Siar Laga Persib Bandung
Bagi Bobotoh, kebijakan ini dinilai tidak adil. Di saat jutaan pendukung Persib Bandung tersebar hingga pelosok Jawa Barat, tidak semua memiliki akses internet stabil atau kemampuan berlangganan layanan streaming berbayar. Sepak bola yang seharusnya menjadi hiburan rakyat justru terasa menjauh dari basis pendukungnya sendiri.
Kekecewaan semakin besar karena publik menilai adanya perlakuan berbeda dibanding klub lain, khususnya Persija Jakarta, yang kerap mendapatkan jam tayang utama di televisi nasional. Protes pun menggema di media sosial dengan tuntutan kesetaraan hak siar.
Bobotoh juga mendorong manajemen Persib Bandung agar bersikap lebih tegas dalam memperjuangkan hak pendukungnya. Suara ini bukan sekadar luapan emosi, melainkan aspirasi agar operator liga lebih adil dan sensitif terhadap akar rumput sepak bola nasional.
Eliano Renders Tak Sabar Duet dengan Levin Kurzawa
Di tengah riuh isu hak siar, kabar positif datang dari sektor teknis tim. Eliano Renders mengaku antusias menyambut kesempatan bermain bersama Levin Kurzawa. Kedua pemain ini diproyeksikan menjadi poros kekuatan baru di sisi sayap Persib Bandung.
Eliano, yang besar dalam ekosistem sepak bola Belanda, menyadari bahwa bermain bersama mantan pemain Paris Saint-Germain adalah peluang emas untuk meningkatkan level permainannya. Kombinasi kelincahan Eliano dan pengalaman Kurzawa diyakini mampu menciptakan keseimbangan antara kecepatan dan kematangan taktik.
Lebih dari sekadar kualitas teknis, Eliano menilai Kurzawa membawa mentalitas juara yang sangat dibutuhkan Persib Bandung, terutama bagi pemain muda. Kehadiran pemain dengan jam terbang Liga Champions di ruang ganti diyakini memberi dampak psikologis besar bagi tim.
Publik kini menantikan racikan pelatih Bojan Hodak dalam memaksimalkan duet lintas generasi tersebut agar benar-benar menjadi senjata mematikan di Liga 1 dan kompetisi Asia.
Adam Zibek Dipinjamkan, Persib Bandung Buka Slot Asing
Manuver penting juga terjadi di bursa transfer. Persib Bandung dikabarkan siap meminjamkan kiper asing Adam Zibek ke PSIM Yogyakarta. Keputusan ini dinilai sebagai langkah strategis, bukan karena kualitas sang pemain menurun.
Dengan performa konsisten Teja Paku Alam di bawah mistar, mempertahankan Zibek tanpa menit bermain reguler dianggap tidak efisien, terutama mengingat keterbatasan kuota pemain asing. Zibek membutuhkan jam terbang, sementara Persib Bandung membutuhkan keseimbangan skuad.
Langkah ini sekaligus membuka satu slot pemain asing baru yang bisa dimanfaatkan untuk memperkuat sektor lain yang lebih mendesak, terutama lini serang.
Marco Duganzic Mencuat sebagai Kandidat Striker Asing
Kekosongan slot asing tersebut langsung memunculkan satu nama yang membuat Bobotoh kembali berharap: Marco Duganzic. Striker asal Kroasia ini disebut-sebut sebagai kandidat kuat rekrutan anyar Persib Bandung.
Dengan postur 190 sentimeter, Duganzic dikenal sebagai target man murni dengan kemampuan duel udara dan penyelesaian akhir yang tajam. Pelatih Bojan Hodak diyakini memahami betul kualitas kompatriotnya itu, mengingat rekam jejak Duganzic di liga-liga Eropa yang dikenal keras.
Persib Bandung memang tengah membutuhkan sosok predator di kotak penalti setelah kepergian beberapa penyerang asing sebelumnya. Dominasi penguasaan bola sering kali tak berujung gol karena minimnya finisher klinis.
Jika transfer ini terealisasi, kehadiran Duganzic diprediksi memberi dimensi baru pada serangan Persib Bandung, terutama dalam menghadapi jadwal padat di BRI Super League dan AFC Champions League Two.
Kini, Bobotoh hanya bisa menunggu. Apakah gejolak ini akan berujung pada solusi konkret dan membawa Persib Bandung melaju mantap menuju tangga juara musim ini.
Editor : Axsha Zazhika