Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

⁠Diajeng Kota Blitar Ini Getol Promosikan Wisata-Usaha Kreatif, Mimpi Masuk Perguruan Tinggi Negeri

M. Subchan Abdullah • Senin, 9 Februari 2026 | 14:00 WIB

Zahra Mawati, Diajeng Kota Blitar Bangga, Aktif Promosikan Wisata-Usaha Kreatif
Zahra Mawati, Diajeng Kota Blitar Bangga, Aktif Promosikan Wisata-Usaha Kreatif

BLITAR KAWENTAR - Menjalani peran sebagai Diajeng Kota Blitar bukan hal yang ringan bagi Maulida Zahra Mawati.

Remaja 18 tahun asal Plosorejo, Kademangan, Kabupaten Blitar ini harus membagi waktu antara sekolah, persiapan masuk perguruan tinggi, dan berbagai penugasan daerah.

Meski begitu, siswi SMA Negeri 4 Kota Blitar tersebut tetap menjalani perannya dengan penuh tanggung jawab.


“Di tengah aktivitasku menjabat Diajeng Kota Blitar, fokus utamaku adalah sekolah dan belajar masuk kampus kuliah impian,” ujar Zahra.


Saat ini, Zahra aktif terlibat dalam berbagai penugasan Kangmas Diajeng, salah satunya melalui program JELITA (Jelajah Wisata Kota Blitar).

Program ini menugaskan setiap Kangmas dan Diajeng untuk menggali potensi wisata di dua kelurahan.

Zahra mendapat tanggung jawab di Kelurahan Ngadirejo dan Sentul. “Lewat JELITA, aku jadi tahu kalau banyak potensi wisata di Kota Blitar yang belum banyak dikenal karena keterbatasan akses informasi,” katanya.

 

Di Kelurahan Ngadirejo, Kepanjenkidul, Zahra mengunjungi Gua Maria yang tidak hanya menjadi lokasi peribadatan dan peziarahan umat Katolik, tetapi juga dikenal sebagai wisata religi yang memiliki nilai spiritual bagi masyarakat.

Dia juga mengunjungi Sumber Jajar yang dikenal dengan suasana alamnya yang sejuk.

‘’Selain itu aku juga mengunjungi tempat warga mengolah batok kelapa menjadi kerajinan yang bernilai jual seperti tas dan hiasan yang sangat menarik, yaitu di Kampung Batok yang berada di Tanjungsari, Sukorejo, Kota Blitar’’ ujarnya.


Selain turun langsung ke lapangan, Zahra juga aktif mempromosikan potensi wisata melalui media sosial.

“Untuk promosi, kami membuat konten yang menarik sekaligus edukatif, terutama saat ada acara yang melibatkan masyarakat Kota Blitar,” jelasnya.


Dari sekian banyak penugasan, Grebek Pancasila menjadi salah satu momen paling berkesan baginya.

“Aku merasa bangga bisa terlibat langsung, menyapa warga, dan melihat antusiasme mereka. Dari situ aku merasa semakin dekat dan semakin mencintai Kota Blitar,” ungkapnya.


Bagi Zahra, menjadi Diajeng bukan hanya soal tampil di acara seremonial. Peran ini mengajarkannya tentang kedewasaan, tanggung jawab, dan kepekaan sosial.


Dia berharap, kontribusinya dalam mengenalkan budaya dan pariwisata Kota Blitar bisa terus berlanjut, bahkan setelah masa baktinya nanti berakhir. (mg3/ady)

Editor : Satria Wira Yudha Pratama
#Kampung Batok #Diajeng kota blitar #Kangmas Diajeng Blitar #wisata blitar #Maulida Zahra Mawati