Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Persebaya Surabaya Waspada CDB Bayangkara FC, Duel Panas di GBT Uji Rekor 13 Laga Tak Terkalahkan Bajol Ijo

Axsha Zazhika • Sabtu, 14 Februari 2026 | 17:50 WIB
Persebaya Surabaya Waspada CDB Bayangkara FC, Duel Panas di GBT Uji Rekor 13 Laga Tak Terkalahkan Bajol Ijo
Persebaya Surabaya Waspada CDB Bayangkara FC, Duel Panas di GBT Uji Rekor 13 Laga Tak Terkalahkan Bajol Ijo

BLITAR KAWENTAR - Persebaya Surabaya waspada CDB jelang duel kontra Bayangkara FC di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu 14 Februari 2026. Laga ini diprediksi menyajikan pertarungan sengit, terutama di sektor sayap, ketika winger anyar Bayangkara itu berhadapan langsung dengan bek andalan Bajol Ijo.

Nama CDB mendadak jadi sorotan. Sejak bergabung pada Januari 2026, pemain tersebut langsung mencuri perhatian lewat kontribusi nyata. Dalam tiga laga awalnya, ia mencatat satu gol dan satu assist serta selalu dipercaya sebagai starter dengan total 253 menit bermain dari 270 menit yang tersedia.

Persebaya Surabaya waspada CDB bukan tanpa alasan. Winger tersebut terlibat langsung dalam 50 persen gol Bayangkara FC. Statistik itu menunjukkan betapa vital perannya dalam skema serangan tim tamu.

Baca Juga: Arema FC vs Semen Padang: Duet Hansamu Yama–Walison Maya Siap Tampil, Gabi Dipagari Usai Jadi Pahlawan di GBK

Ancaman Nyata dari Sisi Sayap

Gol CDB ke gawang Persita lahir dari aksi individu yang menunjukkan kualitas duel satu lawan satu. Sementara assist saat menghadapi Malut United tercipta lewat pergerakan eksplosif di sisi lapangan yang diakhiri umpan matang. Kemampuannya memanfaatkan ruang sempit menjadi ancaman serius bagi lini belakang Persebaya.

Sejumlah pengamat menilai duel ini akan menjadi panggung pembuktian bagi Jefferson Silva maupun Arif Catur Pamungkas. Jefferson tampil penuh dalam tiga laga terakhir Persebaya dan bahkan mencatat assist pada laga debutnya melawan PSIM Yogyakarta. Bek asal Brasil itu dikenal punya pengalaman bermain di level tinggi.

Di sisi lain, Arif Catur Pamungkas menjadi pelapis yang tak kalah disiplin. Ia jarang kehilangan fokus dan konsisten menjaga area pertahanan kanan. Kecepatan CDB diprediksi memaksa keduanya bekerja ekstra keras sepanjang pertandingan.

Meski demikian, Persebaya tak hanya mengandalkan kualitas individu. Sistem pertahanan berlapis yang diterapkan pelatih Bernardo Tavares menjadi fondasi penting. Dukungan penuh Bonek dan Bonita di GBT juga diyakini memberi energi tambahan bagi para pemain.

Prediksi skor sementara menempatkan Persebaya unggul tipis 2-1. Namun, jika CDB mampu memenangkan duel satu lawan satu, peluang kejutan dari Bayangkara tetap terbuka lebar.

Bruno Moreira Kembali, Serangan Lebih Agresif

Selain isu Persebaya Surabaya waspada CDB, kabar menggembirakan datang dari lini depan Bajol Ijo. Bruno Moreira dipastikan kembali setelah absen akibat akumulasi kartu. Kehadirannya diharapkan menambah agresivitas serangan yang sempat menurun karena badai cedera.

Baca Juga: Persebaya Surabaya vs Bhayangkara FC Pekan ke-21 BRI Super League 2025-2026: Line Up Inti, Head to Head, dan Klasemen Terbaru

Bernardo Tavares menyebut Moreira sebagai pemain penting yang menghadirkan energi berbeda di lini depan. Kecepatan dan determinasi tinggi membuatnya sulit dihentikan bek lawan. Absennya Bruno Paraiba akibat cedera membuat peran Moreira semakin vital sebagai tumpuan utama mencetak gol.

Kembalinya Moreira juga memberi ruang pembelajaran bagi pemain muda seperti Alfan Swip. Variasi serangan Persebaya kini lebih kaya, dengan opsi eksplosif dari sisi sayap maupun penetrasi langsung ke jantung pertahanan lawan.

Dampak Pemain Asing di Putaran Kedua

Empat pemain asing baru Persebaya langsung memberi kontribusi signifikan. Gustavo Fernandez, Jefferson Silva, Bruno Paraiba, dan Pedro Matos tampil impresif sejak debut.

Gustavo masuk menggantikan Malik Risaldi yang cedera saat melawan Bali United dan memperlihatkan ketenangan di lini belakang. Jefferson Silva konsisten menjaga sisi kiri sekaligus membantu serangan. Pedro Matos menghadirkan keseimbangan di lini tengah dengan distribusi bola yang stabil.

Bruno Paraiba sempat mencetak gol perdananya sebelum cedera memaksanya menepi. Meski demikian, kontribusi kolektif mereka membantu Persebaya menjaga momentum di Super League 2025-2026.

Strategi Rotasi Tavares Jaga Konsistensi

Bernardo Tavares menghadapi tantangan berat akibat absennya sejumlah pilar. Rotasi pemain menjadi solusi utama. Kombinasi pemain muda, pemain lokal, dan legiun asing menciptakan kedalaman skuad yang lebih solid.

Rian Ardiansyah, Ahmad Mujtaba Ilham, hingga Rai Kovik mendapat kesempatan tampil dan menjaga ritme permainan. Strategi rotasi ini terbukti efektif dengan catatan 13 laga tak terkalahkan.

Superioritas Persebaya di bawah Tavares semakin nyata setelah kemenangan penting atas Bali United. Pertahanan kokoh serta serangan balik cepat menjadi ciri khas permainan Bajol Ijo musim ini.

Duel melawan Bayangkara FC bukan sekadar laga biasa. Selain menguji rekor tak terkalahkan, pertandingan ini juga menjadi panggung pembuktian konsistensi tim. Jika mampu meredam ancaman CDB dan memaksimalkan momentum kembalinya Bruno Moreira, Persebaya berpeluang terus bersaing di papan atas klasemen.

Atmosfer GBT dan dukungan Bonek-Bonita diyakini kembali menjadi pembeda. Kini, publik menanti apakah Persebaya mampu menjaga superioritas atau justru CDB yang mencuri perhatian di Surabaya.

Editor : Axsha Zazhika
#CDB Bayangkara FC #Bernardo Tavares #Bruno Moreira #persebaya surabaya #Super League 2025 2026