BLITAR KAWENTAR - Persebaya Surabaya terancam pincang jelang laga krusial kontra Bayangkara FC di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu 14 Februari 2026 pukul 19.00 WIB. Dua pemain penting, Malik Risaldi dan Mihailo Perovik, masih dalam proses pemulihan cedera dan diragukan tampil.
Persebaya Surabaya terancam pincang di momen penting perburuan papan atas BRI Super League 2025-2026. Saat ini Bajol Ijo menempati posisi kelima klasemen sementara dengan koleksi 35 poin, terpaut dua angka dari Malut United di peringkat empat.
Situasi ini membuat laga Persebaya Surabaya vs Bayangkara FC menjadi sangat menentukan. Jika gagal meraih poin penuh, posisi tim asuhan Bernardo Tavares bisa terancam dalam persaingan ketat menuju zona empat besar.
Malik Risaldi dan Perovik Masih Pemulihan
Malik Risaldi dilaporkan tengah menjalani pemulihan cedera paha. Sepanjang musim ini, ia sudah mencatat satu gol dan dua assist dari 20 pertandingan. Perannya cukup vital dalam skema serangan dari sisi sayap.
Sementara itu, Mihailo Perovik mengalami cedera kepala. Striker asing tersebut telah menyumbang empat gol dari 18 laga. Ketajamannya di lini depan menjadi salah satu tumpuan utama Persebaya.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengaku belum bisa memastikan kondisi keduanya. “Kami tidak tahu apakah mereka bisa bermain atau tidak. Mari kita lihat beberapa hari ke depan,” ujarnya.
Absennya dua pemain tersebut jelas menjadi pekerjaan rumah besar bagi Tavares. Terlebih, Persebaya juga tengah dilanda krisis lini depan setelah Bruno Paraiba masih dalam tahap pemulihan cedera.
Krisis Lini Depan, Rian Ardiansyah Disiapkan
Kondisi ini membuat Persebaya Surabaya terancam pincang di sektor serangan. Tiga bomber andalan harus menepi, memaksa tim pelatih memutar otak mencari alternatif.
Salah satu opsi yang disiapkan adalah memainkan Rian Ardiansyah sebagai penyerang tengah. Meski posisi aslinya winger kanan, pemain pinjaman dari Malut United itu pernah diplot sebagai striker saat membela PSIS Semarang dan sukses mencetak beberapa gol penting.
Baca Juga: Hadapi Bali United, Persija Jakarta Dilarang Kalah! Juan Mata Siap Debut Bersama Macan Kemayoran
Selain Rian, nama Ahmad Mujtaba Ilham juga disiapkan. Pemain berusia 19 tahun jebolan Elite Pro Academy itu menjadi simbol regenerasi skuad Bajol Ijo. Kombinasi pengalaman Rian dan semangat muda Mujtaba diharapkan mampu menutup lubang yang ditinggalkan para penyerang utama.
Kabar baik datang dengan kembalinya Bruno Moreira serta gelandang Milo Sraikovik yang disebut sudah bisa tampil. Kehadiran keduanya diharapkan memberi suplai bola matang serta keseimbangan lini tengah.
Latihan intensif beberapa hari terakhir difokuskan pada adaptasi Rian sebagai ujung tombak. Tim pelatih menyiapkan sesi khusus agar pemain asal Pati itu cepat menyatu dengan ritme permainan Persebaya.
Waspadai Transisi Cepat Bayangkara FC
Di tengah krisis pemain, Persebaya juga harus mewaspadai kekuatan Bayangkara FC. Tavares menyebut lawannya sebagai salah satu tim paling agresif di bursa transfer musim ini.
Skuad Bayangkara dihuni sejumlah pemain asing berpengalaman seperti Show Mahamoto, Rio Matsumura, dan Mausa Sidbe. Mereka dikenal memiliki pola permainan sabar, membangun serangan dari lini belakang, lalu melakukan serangan sporadis yang mematikan.
“Mereka bermain sabar dan bisa tiba-tiba melakukan serangan cepat. Kami harus meredam pola permainan mereka,” kata Tavares.
Untuk mengantisipasi hal itu, Persebaya menyiapkan strategi mid block guna menjaga keseimbangan antara pertahanan dan transisi serangan. Skema ini diharapkan mampu memutus alur bola lawan sebelum memasuki area berbahaya.
Tavares juga memberi perhatian khusus pada detail kecil seperti situasi bola mati dan lemparan ke dalam. Pada pertemuan putaran pertama, Persebaya harus puas bermain imbang 1-1 setelah kebobolan di menit tambahan lewat skema lemparan ke dalam.
Dukungan Bonek Jadi Faktor Pembeda
Atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo diprediksi kembali menjadi kekuatan tambahan bagi Bajol Ijo. Dukungan Bonek dan Bonita diyakini mampu meningkatkan motivasi serta mental bertanding para pemain.
Meski Persebaya Surabaya terancam pincang, Tavares tetap optimistis timnya mampu bersaing. Rotasi pemain dan kedalaman skuad menjadi kunci agar performa tetap stabil di tengah badai cedera.
Laga kontra Bayangkara FC bukan sekadar pertandingan biasa. Ini adalah ujian konsistensi dan mentalitas tim dalam menjaga asa menembus papan atas klasemen.
Bagi suporter, pertandingan ini juga menjadi ajang pembuktian apakah strategi alternatif Tavares mampu mengatasi krisis penyerang. Jika mampu meraih kemenangan di GBT, Persebaya akan menjaga momentum sekaligus memperkuat posisi dalam persaingan Super League musim ini.
Editor : Axsha Zazhika