BLITAR KAWENTAR - Persebaya Surabaya perlahan menunjukkan grafik positif sejak ditangani Bernardo Tavares. Dalam empat laga terakhir, Persebaya Surabaya belum tersentuh kekalahan dengan catatan tiga kemenangan dan satu hasil imbang. Tren ini menjadi sinyal kuat bahwa Green Force mulai menemukan arah permainan yang jelas.
Performa Persebaya Surabaya di bawah Bernardo Tavares memang tidak selalu memanjakan mata. Namun, efektivitas menjadi kunci. Filosofi pelatih asal Portugal itu sederhana: hasil akhir lebih penting daripada permainan indah. Tiga poin adalah prioritas utama dalam setiap pertandingan.
Kini, konsistensi Persebaya Surabaya akan kembali diuji saat menjamu Bayangkara FC di Stadion Gelora Bung Tomo. Laga kandang ini menjadi momentum penting untuk menjaga asa merangsek ke papan atas klasemen BRI Super League.
Strategi Pragmatis Bernardo Tavares
Sejak kedatangannya, Bernardo Tavares membawa pendekatan yang berbeda. Persebaya tidak lagi tampil dominan dalam penguasaan bola atau memainkan umpan-umpan pendek sabar. Sebaliknya, strategi pragmatis menjadi identitas baru.
Counter pressing agresif dan serangan balik cepat menjadi senjata utama. Skema ini terbukti cukup efektif dalam empat pertandingan terakhir. Bahkan, satu-satunya hasil imbang sejatinya bisa berubah menjadi kemenangan andai gol Perovic tidak dianulir wasit.
Gaya bermain ini mungkin menuai pro dan kontra di kalangan Bonek dan Bonita. Namun secara hasil, pendekatan tersebut mampu menjaga Persebaya tetap kompetitif di jalur perebutan papan atas. Peluang menembus dua besar klasemen pun masih terbuka, dengan catatan konsistensi harus dijaga hingga akhir musim.
Kombinasi Pemain Muda dan Senior
Salah satu gebrakan menarik dari Bernardo Tavares adalah keberaniannya mengombinasikan pemain muda dan senior. Alan Swip menjadi contoh nyata keberhasilan eksperimen ini.
Pemain muda tersebut bahkan disulap menjadi striker dadakan saat tim mengalami keterbatasan opsi di lini depan. Kepercayaan yang diberikan pelatih dibayar dengan kerja keras dan kontribusi yang cukup menjanjikan.
Kolaborasi ini memberi warna baru bagi skuad Green Force. Pemain senior memberikan pengalaman dan stabilitas, sementara pemain muda menghadirkan energi serta determinasi tinggi. Kombinasi tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga ritme permainan tim.
Badai Cedera di Lini Depan
Meski tren positif terus terjaga, Persebaya menghadapi tantangan serius jelang laga kontra Bayangkara FC. Lini depan dilanda badai cedera.
Bruno Paraiba belum sepenuhnya pulih setelah mengalami cedera usai laga debutnya. Kondisinya belum 100 persen fit dan masih dalam tahap pemulihan. Di sisi lain, Perovic dan Malik Risaldi juga mengalami cedera saat menghadapi Bali United.
Situasi ini tentu memicu kekhawatiran. Ketajaman lini depan menjadi taruhan besar, terlebih laga kandang kali ini berstatus wajib menang. Absennya striker utama bisa memengaruhi efektivitas serangan yang selama ini menjadi andalan.
Jefferson Silva, Pilar Konsisten
Di tengah kekhawatiran tersebut, ada kabar positif dari sektor lain. Jefferson Silva tampil konsisten dan hampir tak pernah absen dalam beberapa pertandingan terakhir.
Pemain asal Brasil itu menunjukkan performa stabil dan menjadi salah satu penyeimbang tim. Faktor kenyamanan disebut menjadi kunci. Jefferson merasa betah tinggal di Surabaya bersama keluarganya. Dukungan lingkungan dan fasilitas klub membuatnya semakin termotivasi memberikan performa terbaik.
Kehadiran pemain asing yang nyaman dan fokus tentu menjadi aset penting, terutama saat skuad dalam kondisi pincang akibat cedera.
Duel Emosional Lawan Bayangkara FC
Laga melawan Bayangkara FC bukan sekadar soal tiga poin. Ada nuansa emosional di balik pertemuan ini. Tim tamu kini ditangani Paul Munster, mantan pelatih Persebaya musim lalu.
Pertandingan ini menjadi ajang pembuktian bahwa Green Force telah berkembang. Di putaran pertama, Persebaya gagal meraih poin penuh saat bertandang ke Lampung. Kekalahan itu masih membekas dan menjadi motivasi tambahan untuk bangkit di kandang sendiri.
Bernardo Tavares sudah menetapkan target tegas: tiga poin adalah harga mati. Bahkan jika memungkinkan, Persebaya dituntut meraih kemenangan dengan margin meyakinkan.
Dukungan penuh Bonek dan Bonita di Gelora Bung Tomo diharapkan menjadi energi tambahan. Atmosfer kandang kerap menjadi faktor pembeda dalam laga-laga krusial.
Persebaya mungkin tidak menawarkan sepak bola atraktif, tetapi mereka kini bermain dengan tujuan jelas: disiplin, efektif, dan fokus pada hasil. Ujian sesungguhnya ada di depan mata. Mampukah Green Force menjaga konsistensi di tengah badai cedera dan tekanan ekspektasi? Jawabannya akan tersaji di Gelora Bung Tomo.
Editor : Axsha Zazhika