JAKARTA - Kondisi lini depan Arema FC kembali menjadi sorotan pada putaran kedua Super League 2025/2026. Penyerang andalan Singo Edan, Dalberto, yang sempat menjadi tumpuan utama, kini harus berbagi peran setelah dua bulan tanpa gol. Situasi ini terjadi seiring perubahan strategi pelatih dan masuknya Vinicius sebagai opsi striker utama dalam dua laga terakhir.
Dalam dua pertandingan terakhir melawan Persijap Jepara dan Persija Jakarta, susunan lini depan Arema FC mengalami pergeseran signifikan. Posisi penyerang tengah kini diberikan kepada Vinicius, sementara Dalberto tidak lagi selalu menjadi pilihan utama. Saat menghadapi Persijap, Dalberto absen karena akumulasi kartu kuning. Sementara pada laga kontra Persija Jakarta, Minggu (8/2/2026), Dalberto dimainkan sebagai penyerang sayap.
Situasi tersebut menandai kali pertama Dalberto dan Vinicius tampil bersama sejak keduanya berada di skuad Arema FC. Kekhawatiran persaingan internal pun mulai diredam, karena keduanya justru diproyeksikan bisa saling melengkapi di lini serang.
Dalberto Masih Mesin Gol Arema FC
Meski disebut mandul dalam dua bulan terakhir, Dalberto sejatinya masih menjadi salah satu penyerang paling produktif di BRI Super League musim ini. Eks striker Madura United itu telah mengoleksi 10 gol dan menempati posisi kedua dalam daftar top skor sementara liga.
Sejak awal musim, Arema FC memang sangat bergantung pada ketajaman Dalberto. Ia bahkan sempat memimpin daftar pencetak gol terbanyak sebelum performanya menurun di paruh akhir putaran pertama. Dalberto sendiri menargetkan status top skor di akhir musim, ambisi yang kini menuntutnya untuk segera kembali menemukan sentuhan terbaik.
Vinicius Datang, Skema Berubah
Kehadiran Vinicius membuat pelatih Arema FC memiliki lebih banyak opsi di lini depan. Pelatih kepala Marcos Santos menegaskan bahwa Dalberto dan Vinicius tidak harus saling menggeser, melainkan bisa dimainkan bersama.
Baca Juga: Konvoi Bobotoh Usai Persib vs Persija 1-0 Bikin Bandung Macet Total, Pesta Kembang Api di GBLA Viral
“Saya merasa Dalberto dan Vinicius bisa bermain bersama. Di Piala Dunia 1994, Brasil punya Romario dan Bebeto, mereka bisa main bersama untuk tim,” ujar Marcos Santos.
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa Arema FC sedang mengembangkan variasi serangan baru, terutama untuk mengatasi kebuntuan gol yang sempat menghantui lini depan dalam beberapa pertandingan terakhir.
Arema FC Kembali Disanksi Komdis PSSI
Di tengah evaluasi performa tim, Arema FC kembali harus menerima kabar kurang menyenangkan dari luar lapangan. Klub asal Malang itu resmi mendapatkan sanksi dari Komdis PSSI di penghujung putaran pertama Super League 2025/2026.
Baca Juga: Banyak Lubang Mengancam Keselamatan Pengendara di Sepanjangg Jalan Desa Bangsri Blitar
Sanksi ini berkaitan dengan insiden keamanan jelang laga kandang Arema FC kontra Persik Kediri di Stadion Kanjuruhan pada 11 Januari 2026. Dalam surat keputusan Komdis PSSI, Arema FC dinyatakan bersalah akibat insiden penyalaan kembang api di area Hotel Miami Kepanjen, lokasi menginap tim tamu sehari sebelum pertandingan.
Akibat insiden tersebut, Arema FC dijatuhi denda sebesar Rp60 juta. Sementara panitia pelaksana pertandingan juga dikenai sanksi denda Rp40 juta.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyampaikan penyesalan mendalam atas kejadian ini. “Kami menyesalkan insiden ini yang kembali berdampak pada klub. Arema FC menghormati keputusan Komisi Disiplin PSSI dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi menyeluruh,” ujarnya.
Latihan Dialihkan Imbas Cuaca Malang
Selain persoalan teknis dan non-teknis, Arema FC juga harus menyesuaikan program latihan akibat intensitas hujan tinggi di Malang. Pelatih Marcos Santos menyiapkan beberapa alternatif tempat latihan bagi Julian Guevara dan rekan-rekannya.
Sekretaris tim Arema FC, Rahmad Taufik, menjelaskan bahwa latihan di lapangan futsal menjadi opsi kedua saat kondisi lapangan outdoor tidak memungkinkan. Selain itu, sesi gym juga disiapkan untuk menjaga kebugaran pemain.
“Setelah melihat kondisi lapangan yang kurang ideal, pelatih menginginkan tempat lain. Akhirnya kami berlatih di lapangan futsal,” kata Rahmad.
Ujian Konsistensi Arema FC
Perubahan skema lini depan, sanksi Komdis PSSI, hingga penyesuaian latihan menjadi tantangan tersendiri bagi Arema FC di putaran kedua Super League 2025/2026. Konsistensi permainan dan kedewasaan seluruh elemen tim akan menjadi kunci apakah Singo Edan mampu terus merangkak ke papan atas klasemen atau kembali terjebak dalam masalah yang berulang.
Editor : Natasha Eka Safrina