Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pelatih PSM Makassar Minta Maaf Usai Kalah dari Dewa United, Sebut Performa Sangat Buruk dan Kartu Merah Terlalu Keras

Axsha Zazhika • Senin, 16 Februari 2026 | 13:40 WIB
Pelatih PSM Makassar Minta Maaf Usai Kalah dari Dewa United, Sebut Performa Sangat Buruk dan Kartu Merah Terlalu Keras
Pelatih PSM Makassar Minta Maaf Usai Kalah dari Dewa United, Sebut Performa Sangat Buruk dan Kartu Merah Terlalu Keras

BLITAR - Pelatih PSM Makassar minta maaf usai timnya kalah dari Dewa United dalam laga lanjutan kompetisi Liga 1. Kekalahan di kandang sendiri itu membuat sang pelatih menyebut performa anak asuhnya sebagai “very bad game” atau sangat buruk sejak menit awal pertandingan.

Dalam konferensi pers usai laga, pelatih PSM Makassar minta maaf secara terbuka kepada suporter yang sudah datang langsung ke stadion. Ia mengakui timnya tampil jauh dari harapan dan membuang kesempatan meraih tiga poin penting di kandang.

“Kami sangat buruk dari awal pertandingan. Kami hanya melihat Dewa United memainkan bola dan seperti menunggu mereka mencetak gol,” ujarnya.

Kekalahan ini terasa semakin menyakitkan karena sebelumnya PSM Makassar sukses meraih kemenangan tandang. Namun tren positif itu gagal dilanjutkan di hadapan pendukung sendiri.

Babak Pertama Disebut Sangat Buruk

Pelatih PSM Makassar minta maaf karena menilai babak pertama menjadi salah satu performa terburuk timnya musim ini. Ia menegaskan tidak ada tekanan berarti yang diberikan kepada Dewa United.

Sejak awal laga, PSM bermain terlalu dalam dan lebih banyak bertahan di area sendiri. Alih-alih menekan sejak garis tengah, lini pertahanan justru mundur terlalu jauh.

“Instruksi kami bukan untuk bertahan sedalam itu. Kami seharusnya sudah memberi tekanan sebelum lawan melewati garis tengah,” tegasnya.

Meski tampil pasif, PSM masih mampu menahan imbang Dewa United 0-0 hingga turun minum. Pelatih bahkan mengakui timnya beruntung tidak kebobolan lebih dulu di babak pertama.

Evaluasi dan Pergantian Pemain Tak Berbuah Hasil

Memasuki babak kedua, sejumlah perubahan dilakukan. Pergantian pemain dan perbaikan dalam penguasaan bola diharapkan bisa meningkatkan agresivitas serangan.

Baca Juga: Dibalik Perayaan Hari Kasih Sayang alias Valentine Day, Begini Pendapat Pendeta di Blitar

Ada sedikit peningkatan dalam hal possession, namun hal itu dinilai belum cukup untuk menciptakan peluang berbahaya maupun menekan lini belakang Dewa United secara konsisten.

Situasi semakin sulit setelah PSM harus bermain dengan 10 orang akibat kartu merah. Sang pelatih menilai keputusan wasit tersebut terlalu keras.

“Saya melihat insiden seperti ini di pertandingan lain biasanya hanya kartu kuning. Tapi hari ini langsung kartu merah,” ungkapnya.

Ia menyebut momen tersebut menjadi titik balik pertandingan. Dengan jumlah pemain berkurang, PSM semakin kesulitan mengembangkan permainan dan akhirnya kebobolan.

Tren Lima Kekalahan Jadi Sorotan

Pelatih juga menyinggung catatan lima kekalahan sebelumnya yang membuat tim harus kembali ke dasar permainan. Ia menekankan pentingnya bermain lebih kompak dan disiplin dalam bertahan.

Menurutnya, dalam laga sebelumnya melawan tim seperti Padang, PSM mulai menunjukkan perbaikan dari sisi organisasi pertahanan. Namun saat menghadapi Dewa United, performa itu tidak terlihat.

“Kami harus kembali ke basic, bertahan lebih kompak dan lebih baik. Tapi hari ini kami terlalu dalam,” katanya.

Kekalahan di kandang membuat kerja keras tim dalam beberapa pekan terakhir terasa sia-sia. Ia mengaku kecewa karena kesempatan mengamankan poin justru terbuang.

Kondisi Pemain dan Jadwal Padat

Terkait pergantian salah satu pemain inti di babak pertama, pelatih menjelaskan bahwa keputusan itu bukan murni taktik. Pemain tersebut meminta ditarik keluar karena sudah merasakan sakit sejak masa persiapan.

“Kami berharap dia bisa bermain penuh, tapi dia sudah merasakan nyeri sejak pekan lalu,” jelasnya.

Di tengah jadwal padat kompetisi, PSM memang dihadapkan pada rangkaian pertandingan beruntun. Pelatih menyebut tim akan menghadapi periode seperti “English week” dengan jadwal Sabtu–Rabu–Sabtu.

Untuk memulihkan mental pemain, ia memastikan tim akan mendapat satu hari libur sesuai program yang sudah disusun sejak dua pekan lalu.

“Kami beri mereka waktu istirahat. Lupakan dulu sepak bola sejenak, pikirkan apa yang bisa diperbaiki,” ujarnya.

Ia berharap momentum jeda tersebut bisa menjadi titik balik kebangkitan PSM Makassar, terlebih menjelang bulan Ramadan dan menghadapi lawan-lawan kuat berikutnya.

“Kami harus kembali lebih kuat. Lawan yang lebih kuat justru bisa menjadi motivasi tambahan,” tandasnya.

Sebagai penutup, pelatih kembali menyampaikan permintaan maaf kepada suporter dan berjanji melakukan evaluasi menyeluruh agar PSM Makassar bisa tampil lebih baik pada laga selanjutnya.

Editor : Axsha Zazhika
#PSM vs Dewa United #Konferensi Pers PSM #Kartu Merah PSM #Pelatih PSM Makassar minta maaf #liga 1 indonesia