BLITAR KAWENTAR - Kabar baik datang bagi suporter Persik Mania. Persik Kediri kembali ke Stadion Brawijaya setelah sempat tidak bisa bermain di kandang sendiri.
Kepastian ini menguat jelang laga melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC pada Jumat, 20 Februari mendatang.
Sebelumnya, Persik Kediri harus “mengungsi” saat menjamu PSIM Yogyakarta pada Jumat, 13 Februari lalu.
Pertandingan tersebut tidak digelar di kandang sendiri karena adanya potensi kehadiran suporter tamu yang cukup besar sehingga memunculkan pertimbangan keamanan.
Kini, peluang Persik Kediri kembali ke Stadion Brawijaya semakin terbuka. Hal itu setelah panitia pelaksana melakukan rapat koordinasi bersama jajaran kepolisian di Mapolres Kediri pada Senin pagi.
Hasil rakor tersebut memberi sinyal positif bagi digelarnya laga kandang di Stadion Brawijaya.
Ketua Panitia Pelaksana Persik Kediri, Tribidodo, menyampaikan optimisme usai pertemuan dengan pihak kepolisian.
Ia menyebut, potensi kehadiran suporter tamu dalam laga kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC tergolong rendah sehingga risiko gangguan keamanan bisa diminimalisasi.
“Kami sudah melakukan koordinasi dan secara umum situasinya kondusif. Potensi suporter tamu juga tidak besar, jadi kami optimistis laga bisa digelar di Stadion Brawijaya,” ujarnya.
Stadion Brawijaya Siap Digunakan
Tribidodo menegaskan bahwa Stadion Brawijaya dalam kondisi siap menggelar pertandingan.
Perawatan lapangan dilakukan secara rutin, termasuk pemupukan dan perbaikan drainase agar tidak kembali terjadi genangan air seperti sebelumnya.
Sebagaimana diketahui, laga kandang Persik Kediri sebelumnya sempat diwarnai kendala serius.
Saat menghadapi Dewa United Banten FC pada Sabtu, 7 Februari, pertandingan terpaksa dijeda akibat lapangan tergenang air.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kediri sejak sebelum pertandingan membuat sebagian besar area lapangan Stadion Brawijaya dipenuhi genangan.
Kondisi tersebut jelas mengganggu jalannya laga. Bola sulit mengalir dengan normal dan taktik permainan kedua tim tidak bisa berjalan maksimal.
Wasit bahkan sempat menghentikan pertandingan sekitar 30 menit untuk menunggu air surut.
Situasi itu menjadi evaluasi serius bagi manajemen dan panitia pelaksana agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Kami sudah melakukan pembenahan. Drainase diperhatikan, perawatan lapangan juga lebih intens.
Kami ingin memastikan kondisi rumput dan lapangan benar-benar siap,” tegas Tribidodo.
Faktor Keamanan Jadi Pertimbangan Utama
Sebelumnya, larangan bermain di kandang sendiri lebih dipicu oleh pertimbangan keamanan.
Potensi kehadiran suporter tim tamu dalam jumlah besar dikhawatirkan menimbulkan gesekan, sehingga opsi netral sempat dipilih.
Namun untuk laga melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC, situasinya berbeda. Berdasarkan pemetaan awal, suporter tamu diprediksi tidak akan hadir dalam jumlah signifikan.
Hal ini membuat aparat keamanan lebih leluasa memberikan izin pertandingan digelar di Stadion Brawijaya.
Kembalinya Persik Kediri ke kandang sendiri tentu menjadi suntikan moral penting bagi tim.
Dukungan langsung dari Persik Mania di Stadion Brawijaya diyakini mampu meningkatkan motivasi pemain dalam memburu poin penuh.
Selain itu, bermain di kandang sendiri juga memberikan keuntungan secara teknis. Para pemain lebih familiar dengan karakter lapangan, atmosfer stadion, serta dukungan publik Kediri yang dikenal fanatik.
Momentum Bangkit di Kandang Sendiri
Laga kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC dipandang sebagai momentum kebangkitan Persik Kediri.
Setelah sempat terganggu oleh faktor cuaca dan kendala non-teknis, kini fokus tim sepenuhnya tertuju pada performa di atas lapangan.
Manajemen berharap, dengan kondisi stadion yang lebih siap dan dukungan keamanan yang terkoordinasi, pertandingan bisa berjalan lancar tanpa gangguan.
Evaluasi dari laga sebelumnya menjadi pelajaran penting agar tidak ada lagi penundaan akibat genangan air.
Bagi masyarakat Kediri, kembalinya Persik Kediri ke Stadion Brawijaya bukan sekadar soal lokasi pertandingan.
Ini juga menjadi simbol bahwa situasi sudah lebih terkendali dan klub kebanggaan mereka bisa kembali tampil di rumah sendiri.
Jika semua berjalan sesuai rencana, Jumat 20 Februari akan menjadi momen spesial bagi Persik Mania.
Stadion Brawijaya kembali bergemuruh, dan Persik Kediri berpeluang meraih hasil maksimal di hadapan pendukungnya sendiri.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan