JAKARTA – Laga Persita Tangerang vs PSBS Biak pada lanjutan Liga 1 Super League 2026 pekan ke-21 berlangsung sengit dan penuh drama. Bermain di Indomilk Arena, Pendekar Cisadane akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1 berkat efektivitas serangan dan ketajaman memanfaatkan peluang.
Sejak menit awal, Persita Tangerang langsung menunjukkan pendekatan taktik yang berbeda. Menggunakan skema tiga bek, tim asuhan pelatih Persita berusaha mengimbangi permainan cepat PSBS Biak. Dalam skema ini, Hardianto tetap menjadi tumpuan utama di lini depan, dengan dukungan suplai bola dari para pemain muda seperti Zulfan serta pergerakan Reigo dan Alexa yang diplot sebagai striker tunggal berperan targetman.
Susunan Pemain dan Taktik Persita
Menariknya, dalam laga Persita Tangerang vs PSBS Biak ini, pelatih Persita tidak memasukkan Hari Susanto ke dalam starting eleven. Sebagai gantinya, Ilham Udin Armain dipercaya mengisi lini tengah bersama Pablo Andrade, Lucas Morris, dan Nelson Alom. Luky juga didorong lebih ke depan untuk menambah variasi serangan dari sisi sayap.
Baca Juga: Viral Kabar Kenaikan Gaji Pensiunan Maret 2026, TASPEN Tegaskan Belum Ada Keputusan Pemerintah
Keputusan ini terbukti efektif. Meski tidak terlalu dominan dalam penguasaan bola, Persita tampil lebih efisien dan disiplin. Fokus permainan lebih diarahkan pada transisi cepat dan memanfaatkan celah di pertahanan PSBS Biak.
Gol Cepat dan Adu Efektivitas
Kick-off babak pertama baru saja dimulai ketika laga langsung berjalan dalam tempo tinggi. PSBS Biak mencoba menekan lebih dulu, namun lini belakang Persita mampu membaca pergerakan lawan. Efektivitas menjadi kunci pembeda di pertandingan ini, terutama dalam duel antara Eber Bessa dan Kadu Montero di sektor tengah.
Persita akhirnya memecah kebuntuan lewat situasi serangan cepat. Peluang demi peluang tercipta, termasuk dari Raiko yang nyaris menggandakan keunggulan. Tekanan yang konsisten membuat PSBS Biak kesulitan keluar dari tekanan, meski beberapa kali mencoba mengancam lewat Damianus Putra.
Gol kedua Persita lahir dari momen krusial yang menjadi sorotan utama laga. Nurhardianto mencetak gol lewat sundulan keras yang tidak mampu diantisipasi sempurna oleh penjaga gawang PSBS Biak. Meski sempat ditepis, arah bola tetap mengarah ke gawang dan memastikan Persita unggul.
Peran Eber Bessa yang Krusial
Nama Eber Bessa layak mendapat kredit khusus dalam kemenangan Persita Tangerang vs PSBS Biak. Gelandang asing tersebut menjadi motor serangan dan menunjukkan ketenangan luar biasa dalam mengatur tempo permainan. Umpan silang matang dari Eber Bessa menjadi awal terciptanya gol penentu lewat sundulan Nurhardianto.
Assist tersebut menegaskan kualitas Eber Bessa bukan hanya sebagai pengatur permainan, tetapi juga kreator peluang yang mampu mengubah jalannya pertandingan. Efektivitas inilah yang akhirnya menjadi pembeda utama di laga ini.
PSBS Biak Bangkit, Tapi Terlambat
PSBS Biak sempat memperkecil ketertinggalan dan meningkatkan intensitas serangan di sisa waktu pertandingan. Namun, solidnya pertahanan Persita dan disiplin lini tengah membuat upaya tim tamu tak berbuah gol tambahan.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 untuk Persita Tangerang tetap bertahan. Kemenangan ini memastikan Pendekar Cisadane meraih poin penuh yang sangat penting dalam persaingan papan tengah Liga 1 Super League 2026.
Dampak ke Klasemen Liga 1
Tambahan tiga poin dari laga Persita Tangerang vs PSBS Biak membuat Persita semakin menjauh dari zona bawah klasemen. Sebaliknya, PSBS Biak harus segera berbenah jika tak ingin terus terperosok ke zona degradasi.
Dengan performa seperti ini, Persita menunjukkan bahwa efektivitas dan disiplin taktik bisa menjadi senjata ampuh, bahkan tanpa dominasi penuh di lapangan.
Editor : Natasha Eka Safrina