JAKARTA – Menjelang laga hidup mati babak 16 besar ACL 2 2026, jagat media sosial dikejutkan dengan beredarnya pernyataan kontroversial yang mencatut nama pelatih Ratchaburi FC, Worrawoot Srimaka. Dalam kabar yang viral di platform YouTube tersebut, Srimaka diklaim melontarkan pernyataan arogan yang merendahkan martabat Persib Bandung, menyebut Stadion GBLA sebagai tempat yang memuakkan, hingga menghina Bobotoh sebagai suporter yang tidak cerdas.
Kabar burung tersebut menyebutkan bahwa Ratchaburi FC sangat percaya diri hingga berniat menurunkan skuad U-21 pada laga leg kedua besok malam. Alasan yang dikemukakan adalah kemenangan telak 3-0 di leg pertama dianggap sudah cukup untuk mengunci tiket perempat final. Bahkan, striker asing mereka, Pedro Tana, disebut-sebut enggan bermain karena menganggap kualitas Persib Bandung jauh di bawah level mereka.
Menanggapi kabar yang memicu kemarahan publik Bandung tersebut, tim redaksi melakukan penelusuran mendalam. Hasilnya, pernyataan yang mengklaim pelatih Ratchaburi menyebut Persib sebagai "tim bodoh" atau menghina infrastruktur Stadion Gelora Bandung Lautan Api adalah sepenuhnya tidak benar atau hoaks. Informasi tersebut sengaja disusun oleh oknum pembuat konten fiksi dengan tujuan menarik perhatian penonton secara instan melalui narasi provokatif.
Bojan Hodak dan Layvin Kurzawa Tetap Fokus
Meski narasi kemarahan Bojan Hodak dan Layvin Kurzawa dalam video tersebut merupakan bagian dari karangan fiksi, atmosfer di internal Persib Bandung memang sedang dalam tensi tinggi. Secara faktual, Bojan Hodak selalu menekankan profesionalisme dan respek terhadap lawan, terlepas dari hasil minor yang diraih pada leg pertama di Thailand.
Bagi Layvin Kurzawa, bek asing berpengalaman asal Prancis, fokus utama tim saat ini adalah membalikkan keadaan di lapangan hijau, bukan menanggapi isu-isu liar yang tidak bisa dipertanggungjawabkan sumbernya. Kehadiran mantan pemain PSG ini diharapkan mampu memberikan stabilitas di lini belakang Maung Bandung sekaligus memberikan suntikan mental bagi rekan-rekan setimnya untuk mengejar defisit tiga gol.
Waspada Berita Karangan Jelang Laga Krusial
Fenomena berita fiksi yang mengatasnamakan "edukasi" namun berisi provokasi kini mulai marak di media sosial. Para penggemar sepak bola, khususnya Bobotoh, dihimbau untuk lebih selektif dalam mengonsumsi informasi. Berita yang menyebutkan pelatih lawan menghina suporter dengan kata-kata kasar seringkali sengaja diciptakan untuk menciptakan engagement tinggi tanpa memikirkan dampak sosial yang ditimbulkan.
Faktanya, pertandingan Persib Bandung vs Ratchaburi FC di GBLA tetap akan menjadi laga yang penuh respek secara profesional. Worrawoot Srimaka sebagai pelatih berpengalaman tentu menyadari bahwa bermain di Bandung dengan tekanan suporter yang luar biasa bukanlah perkara mudah, sehingga mustahil bagi tim profesional untuk meremehkan lawan dengan menurunkan tim junior dalam kompetisi resmi sekelas ACL 2.
Stadion Gelora Bandung Lautan Api sendiri telah siap menggelar laga internasional ini dengan standar keamanan dan fasilitas yang telah diverifikasi oleh AFC. Mari kita dukung perjuangan Pangeran Biru dengan cara yang positif dan tidak mudah terpancing oleh informasi palsu yang dapat merusak citra sepak bola Indonesia di mata dunia.
Editor : Natasha Eka Safrina