Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Boikot Piala Dunia 2026 Menggema di Jerman, Ancaman Donald Trump soal Greenland Picu Gelombang Penolakan

Novica Satya Nadianti • Selasa, 17 Februari 2026 | 21:45 WIB

Boikot Piala Dunia 2026 menguat di Jerman akibat ancaman Donald Trump soal Greenland. Survei menunjukkan dukungan publik terhadap boikot.
Boikot Piala Dunia 2026 menguat di Jerman akibat ancaman Donald Trump soal Greenland. Survei menunjukkan dukungan publik terhadap boikot.

JAKARTA – Seruan boikot Piala Dunia 2026 semakin menguat di Eropa, khususnya di Jerman. Wacana boikot Piala Dunia 2026 mencuat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman terkait Greenland yang memicu ketegangan geopolitik global.

Isu boikot Piala Dunia 2026 menjadi sorotan setelah laporan media internasional The Independent mengungkap meningkatnya tekanan politik terhadap Amerika Serikat sebagai tuan rumah utama turnamen tersebut. Selain Amerika Serikat, ajang sepak bola terbesar di dunia itu juga akan digelar di Kanada dan Meksiko.

Piala Dunia 2026 rencananya diikuti puluhan negara dari berbagai benua, termasuk negara-negara Eropa yang kini mulai mempertimbangkan dampak geopolitik terhadap partisipasi mereka. Situasi ini membuat isu boikot Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi polemik besar menjelang pelaksanaan turnamen.

Ancaman Greenland Picu Ketegangan Transatlantik

Kontroversi bermula dari pernyataan Donald Trump yang mengisyaratkan keinginan Amerika Serikat untuk menguasai Greenland yang berada di bawah kedaulatan Denmark. Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari berbagai negara Eropa.

Sejumlah politisi Jerman menilai ancaman Trump, termasuk rencana penerapan tarif perdagangan terhadap negara yang menentang kebijakan tersebut, berpotensi merusak hubungan transatlantik. Mereka khawatir kebijakan tersebut dapat memicu perang dagang antara Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Ketegangan ini dinilai berpotensi berdampak langsung pada atmosfer penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Pasalnya, negara-negara Eropa merupakan peserta utama dalam turnamen sepak bola internasional tersebut.

Politisi Jerman Dorong Wacana Boikot

Sejumlah anggota parlemen Jerman mulai menyuarakan kemungkinan boikot sebagai bentuk tekanan politik terhadap Amerika Serikat. Mereka menilai langkah tersebut dapat menjadi peringatan serius bagi pemerintah Amerika Serikat agar tidak mencampuradukkan kepentingan politik dengan olahraga global.

Wacana boikot juga mendapat dukungan dari sejumlah politisi Partai Sosial Demokrat Jerman. Mereka menilai opsi boikot dapat dipertimbangkan sebagai langkah terakhir apabila ketegangan geopolitik semakin memburuk.

Para politisi tersebut menilai Piala Dunia memiliki nilai strategis bagi Amerika Serikat, sehingga potensi boikot diyakini dapat memberikan tekanan politik yang signifikan terhadap pemerintahan Trump.

Survei Tunjukkan Dukungan Publik Terhadap Boikot

Dukungan terhadap boikot Piala Dunia 2026 tidak hanya datang dari kalangan politik, tetapi juga masyarakat Jerman. Berdasarkan survei lembaga jajak pendapat INSA, sebanyak 47 persen warga Jerman menyatakan mendukung boikot apabila Amerika Serikat benar-benar mencaplok Greenland.

Sementara itu, sekitar 35 persen responden menolak wacana boikot tersebut. Hasil survei ini menunjukkan adanya perpecahan opini publik terkait hubungan antara olahraga dan geopolitik internasional.

Para pengamat menilai meningkatnya dukungan publik terhadap boikot mencerminkan kekhawatiran masyarakat terhadap stabilitas hubungan internasional. Namun, sebagian masyarakat tetap menilai olahraga seharusnya tidak dicampur dengan konflik politik.

Pemerintah Jerman Serahkan Keputusan ke Federasi Sepak Bola

Meski tekanan politik semakin menguat, pemerintah Jerman menegaskan bahwa keputusan mengenai partisipasi dalam turnamen olahraga internasional sepenuhnya menjadi kewenangan federasi sepak bola, bukan pemerintah.

Keputusan terkait keikutsertaan Jerman dalam Piala Dunia 2026 diserahkan kepada federasi sepak bola nasional serta koordinasi dengan FIFA sebagai otoritas tertinggi sepak bola dunia.

FIFA sendiri hingga saat ini belum memberikan pernyataan resmi terkait wacana boikot yang berkembang di sejumlah negara. Organisasi tersebut masih fokus pada persiapan teknis penyelenggaraan turnamen bersama tiga negara tuan rumah.

Kekhawatiran Global Terus Berkembang

Piala Dunia 2026 dijadwalkan menjadi salah satu turnamen terbesar dalam sejarah dengan format peserta yang lebih banyak. Namun, meningkatnya ketegangan geopolitik global dinilai dapat memengaruhi persiapan turnamen.

Pengamat menilai stabilitas politik internasional menjadi faktor penting dalam memastikan keberhasilan penyelenggaraan ajang olahraga global. Jika wacana boikot terus berkembang, hal tersebut berpotensi memengaruhi citra serta kelancaran turnamen.

Meski demikian, banyak pihak berharap Piala Dunia 2026 tetap dapat berlangsung sesuai jadwal serta mempertahankan nilai sportivitas dan persatuan antarnegara. Hingga kini, keputusan resmi terkait potensi boikot masih menunggu perkembangan situasi politik global.

 

Editor : Novica Satya Nadianti
#Boikot Piala Dunia 2026 #donald trump #jerman #Greenland #fifa