BLITAR KAWENTAR - Era Alvaro Arbeloa di Real Madrid benar-benar menunjukkan perubahan signifikan. Dalam tiga pertandingan terakhir, Los Blancos sukses meraih kemenangan beruntun dan kembali ke puncak klasemen Liga Spanyol. Kebangkitan Real Madrid di era Alvaro Arbeloa ini ditandai dengan kemenangan meyakinkan 4-1 atas Real Sociedad.
Era Alvaro Arbeloa di Real Madrid tak hanya soal hasil akhir, tetapi juga soal identitas permainan yang kembali terlihat. Skema sederhana namun efektif membuat tim ibu kota Spanyol itu tampil agresif dan percaya diri.
Kemenangan atas Real Sociedad menjadi bukti nyata bahwa era Alvaro Arbeloa di Real Madrid menghadirkan DNA permainan yang sempat memudar. Bermain di Santiago Bernabeu, Madrid tampil dominan sejak menit awal.
Menang 4-1, Madrid Tampil Menggigit
Laga baru berjalan lima menit, Real Madrid sudah unggul cepat lewat Gonzalo Garcia. Umpan matang Trent Alexander-Arnold yang menusuk pertahanan lawan sukses dimanfaatkan dengan cungkilan cantik ke sisi kanan gawang Alex Remiro.
Real Sociedad sempat menyamakan kedudukan melalui penalti Mikel Oyarzabal setelah kesalahan lini belakang Madrid. Namun, respons Los Blancos sangat cepat.
Vinicius Junior membawa Madrid kembali unggul lewat titik putih. Winger asal Brasil itu tampil lincah sepanjang laga, membuat lini pertahanan Sociedad kerepotan. Federico Valverde kemudian memperlebar jarak lewat sepakan keras khasnya dari luar kotak penalti, hasil kombinasi apik Eduardo Camavinga dan Alvaro Carreras.
Pesta gol Madrid ditutup oleh penalti kedua Vinicius Junior. Tambahan dua gol tersebut membuat koleksi gol Vinicius mencapai 116 gol untuk Real Madrid, hanya terpaut empat gol dari Gonzalo Higuain dan telah melewati torehan Gareth Bale.
Taktik 4-3-2-1 Fleksibel Jadi Senjata
Kebangkitan Real Madrid di era Alvaro Arbeloa tak lepas dari pendekatan taktik yang fleksibel. Dalam laga ini, Arbeloa mengejutkan publik dengan mencadangkan Kylian Mbappe meski dalam kondisi bugar.
Arbeloa merombak hampir 70 persen susunan pemain dibanding dua laga sebelumnya melawan Rayo Vallecano dan Valencia. Formasi dasar 4-3-2-1 yang diterapkan di atas kertas kerap berubah saat pertandingan berlangsung.
Ketika menyerang, tujuh pemain Madrid naik membantu tekanan. Fokus serangan kembali ke sisi sayap, mengandalkan kecepatan Vinicius Junior dan pergerakan cair Gonzalo Garcia tanpa target man murni.
Sebaliknya saat bertahan, pola berubah menjadi 5-3-2 untuk menjaga keseimbangan. Alexander-Arnold dan Carreras menjaga kelebaran, sementara lini tengah yang dikomandoi Camavinga dan Aurelien Tchouameni bertugas mengatur tempo serta distribusi bola.
Skema ini terbukti efektif, termasuk saat mengalahkan tim yang bermain defensif seperti Rayo Vallecano dan Valencia.
Mental Anti Lembek Kembali
Selain taktik, era Alvaro Arbeloa di Real Madrid juga ditandai perubahan mentalitas. Arbeloa dinilai sukses mengembalikan karakter “anti lembek” yang sempat memudar.
Saat skor sempat imbang 1-1, Madrid tidak panik. Arbeloa terus memberikan motivasi dari pinggir lapangan. Ia tampil sebagai sosok yang lebih humanis, membangun keharmonisan ruang ganti dan menumbuhkan solidaritas tim.
Alvaro Carreras mengakui pendekatan sang pelatih membuat para pemain lebih menikmati permainan tanpa tekanan berlebihan. Arbeloa menekankan pentingnya tetap bersatu dalam situasi sulit dan berjuang bersama.
“Kami tahu ini akan menjadi pertandingan sulit di mana kami harus bersabar dan bekerja keras,” ujar Arbeloa.
Hasilnya terlihat jelas. Madrid tak sekadar mencetak satu gol balasan, tetapi menghujam Sociedad dengan tiga gol tambahan setelah skor imbang.
Kembali ke Puncak Klasemen
Tambahan tiga poin membuat Real Madrid kembali memuncaki klasemen sementara, unggul dua poin dari rival abadi Barcelona. Tiga kemenangan beruntun menjadi sinyal kuat bahwa Los Blancos telah kembali ke jalur juara.
Performa solid, rotasi berani, taktik fleksibel, serta mentalitas kuat menjadi kombinasi yang menghidupkan kembali DNA Real Madrid.
Pertanyaannya kini, mampukah era Alvaro Arbeloa di Real Madrid menjaga konsistensi hingga akhir musim? Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin Los Blancos kembali merajai Liga Spanyol musim ini.
Editor : Axsha Zazhika