Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

PSG Dibantai Rennes 3-1, Luis Enrique Disorot Usai Dembélé Kritik Kekompakan Tim di Ligue 1

Axsha Zazhika • Rabu, 18 Februari 2026 | 17:33 WIB

 

PSG Dibantai Rennes 3-1, Luis Enrique Disorot Usai Dembélé Kritik Kekompakan Tim di Ligue 1
PSG Dibantai Rennes 3-1, Luis Enrique Disorot Usai Dembélé Kritik Kekompakan Tim di Ligue 1

BLITAR KAWENTAR - PSG dibantai Rennes dalam lanjutan Ligue 1 Prancis musim 2025-2026. Juara bertahan Paris Saint-Germain harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 3-1 di Roazhon Park, 14 Februari dini hari WIB. Kekalahan ini bukan hanya memperketat persaingan papan atas, tetapi juga memunculkan polemik internal di kubu Les Parisiens.

PSG dibantai Rennes saat mereka sejatinya masih memimpin klasemen Ligue 1 dengan koleksi 51 poin. Namun, hasil tersebut memangkas jarak dengan pesaing terdekat menjadi hanya dua angka. Situasi ini membuat tekanan terhadap pasukan Luis Enrique semakin besar, terutama jelang fase krusial musim.

Dalam laga PSG dibantai Rennes, tim tamu tampil agresif sejak awal. Trio lini depan yang diisi Khvicha Kvaratskhelia, Ousmane Dembélé, dan Désiré Doué berusaha mendominasi penguasaan bola. Namun dominasi itu tak diiringi efektivitas penyelesaian akhir. Sebaliknya, Rennes tampil disiplin, terorganisir, dan efisien memanfaatkan celah di lini belakang PSG.

Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung Liga Champions 2025-2026 18-19 Februari: Benfica vs Real Madrid, Galatasaray vs Juventus Live Dini Hari!

Gol Tamari Ubah Arah Pertandingan

Rennes datang dengan situasi kurang ideal usai pergantian pelatih. Tongkat komando sementara dipegang Sébastien Tambouret. Meski sempat diragukan, perubahan itu justru menghadirkan energi baru di ruang ganti.

Gol pembuka lahir pada menit ke-34 lewat aksi individu Mousa Tamari. Ia melewati kawalan William Pacho sebelum melepaskan tembakan ke sudut kiri bawah gawang yang tak mampu dihalau kiper PSG. Gol ini mengubah ritme pertandingan dan membuat tim tamu berada dalam tekanan.

PSG sempat mengancam melalui sundulan Gonçalo Ramos yang memanfaatkan umpan silang Nuno Mendes. Namun bola hanya melenceng tipis. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan 1-0 untuk Rennes.

Memasuki babak kedua, masalah koordinasi lini belakang PSG kembali terlihat. Kesalahan kontrol membuka ruang bagi Arnaud Nordin menciptakan peluang berbahaya. Walau tak berbuah gol, sinyal rapuhnya pertahanan mulai tampak jelas.

Pada menit ke-69, Rennes menggandakan keunggulan lewat tandukan Esteban Lepaul memanfaatkan sepak pojok. Dua menit berselang, PSG sempat memperkecil ketertinggalan melalui gol Dembélé yang menyambar bola hasil defleksi umpan Nuno Mendes.

Harapan bangkit itu tak bertahan lama. Menit ke-81, Breel Embolo memastikan kemenangan Rennes lewat sentuhan dada usai kerja sama apik dengan Ludovic Blas. Skor 3-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Baca Juga: Hasil Liga Champions Tadi Malam: Real Madrid Menang 1-0 di Tengah Insiden Rasisme ke Vinicius, Galatasaray Hajar Juventus 5-2!

Dampak ke Klasemen Ligue 1

Secara matematis, PSG masih memuncaki klasemen Ligue 1. Namun selisih poin yang semakin tipis membuka peluang rival untuk memangkas jarak pada pekan berikutnya. Sementara Rennes naik ke posisi kelima dengan 34 poin, pencapaian signifikan di tengah masa transisi.

Persaingan papan atas Ligue 1 pun kian kompetitif. Musim ini tampaknya tidak akan berjalan mudah bagi PSG, yang sebelumnya difavoritkan mempertahankan gelar.

Polemik Internal: Dembélé vs Luis Enrique?

Sorotan tak hanya tertuju pada hasil akhir. Usai laga PSG dibantai Rennes, Ousmane Dembélé secara terbuka mengkritik performa timnya. Ia menilai PSG bermain terlalu individualistis dan kurang mengedepankan kepentingan kolektif.

Menurut Dembélé, ambisi pribadi para pemain bisa menjadi penghambat dalam perburuan gelar. Pernyataan itu memicu spekulasi soal kondisi ruang ganti yang tengah tidak harmonis.

Luis Enrique merespons tegas. Ia menegaskan bahwa komentar publik tidak berarti apa-apa tanpa pembuktian di lapangan. Sang pelatih juga menekankan tidak ada individu yang lebih besar dari klub.

Respons tersebut menunjukkan upaya menjaga stabilitas internal sekaligus meredam potensi perpecahan. Namun, dinamika ini menambah tekanan menjelang agenda penting berikutnya.

Baca Juga: Hasil Real Madrid vs Benfica Liga Champion 2026: Vinicius Cetak Gol, Diwarnai Dugaan Rasisme dan Kartu Kuning Kontroversial

Ujian di Liga Champions

Masalah PSG tak hanya terjadi di kompetisi domestik. Di Liga Champions, performa mereka juga belum sepenuhnya meyakinkan meski berstatus juara bertahan. Mereka harus berjuang keras di fase grup sebelum memastikan tiket ke babak 16 besar.

Selanjutnya, PSG dijadwalkan menghadapi AS Monaco dalam duel sarat gengsi. Laga itu menjadi ujian penting bagi mentalitas dan kekompakan tim.

Beberapa pekan ke depan akan menjadi periode krusial. PSG harus membuktikan bahwa kekalahan ini hanyalah insiden, bukan pertanda penurunan performa.

Baca Juga: Hasil Liga Champion 2026: Galatasaray Hancurkan Juventus 5-2, Mbappe Kokoh di Puncak Top Skor

Dalam sepak bola modern, bakat individu saja tidak cukup. Soliditas tim dan konsistensi strategi menjadi kunci utama. Jika polemik internal tak segera diatasi, musim 2025-2026 bisa berubah menjadi periode penuh tekanan bagi klub ibu kota Prancis tersebut.

Kekalahan di Roazhon Park kini menjadi lebih dari sekadar hasil pertandingan. Ia menjadi cermin ketangguhan mental dan kepemimpinan di tubuh PSG.

 

Editor : Axsha Zazhika
#luis enrique #Ligue 1 Prancis #ousmane dembele #PSG dibantai Rennes #klasemen Ligue 1