BLITAR KAWENTAR - PSG juara UEFA Super Cup 2026 setelah menampilkan comeback dramatis yang memukau publik Eropa. Paris Saint-Germain memastikan gelar perdana Piala Super Eropa dalam sejarah klub usai menaklukkan Tottenham Hotspur lewat adu penalti.
PSG juara UEFA Super Cup 2026 bukan sekadar kemenangan biasa. Les Parisiens bangkit dari ketertinggalan dua gol sebelum memaksa laga berlanjut ke babak tos-tosan. Keberhasilan ini juga tak lepas dari kecerdikan taktik pelatih Luis Enrique yang melakukan perubahan krusial di babak kedua.
Dengan status sebagai juara Liga Champions, PSG menghadapi Tottenham Hotspur yang datang sebagai kampiun Liga Europa. Duel dua raksasa ini berlangsung sengit sejak menit awal, namun akhirnya PSG juara UEFA Super Cup 2026 berkat mental baja dan strategi matang.
Tottenham Sempat Unggul Dua Gol
Tottenham tampil mengejutkan di awal laga. The Lilywhites langsung menekan sejak babak pertama dan sukses membuka keunggulan melalui gol Mikey van de Ven.
Memasuki babak kedua, Spurs semakin percaya diri. Cristian Romero menggandakan keunggulan lewat sundulan pada menit ke-48. Skor 2-0 membuat PSG berada dalam tekanan besar.
Namun Luis Enrique tak tinggal diam. Pelatih asal Spanyol itu langsung menginstruksikan anak asuhnya mengambil alih penguasaan permainan. PSG mulai menggempur pertahanan Tottenham sejak menit ke-60.
Sentuhan Emas Luis Enrique
Perubahan taktik menjadi titik balik. Luis Enrique menarik Warren Zaire-Emery dan memasukkan Lee Kang-in untuk menambah daya gedor.
Keputusan tersebut terbukti jitu. Lee Kang-in memperkecil ketertinggalan lewat tendangan keras dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau Guglielmo Vicario. Gol itu membangkitkan kepercayaan diri PSG.
Tak berhenti di situ, Enrique kembali membuat langkah berani dengan memasukkan Goncalo Ramos menggantikan Desire Doue. Hasilnya luar biasa. Ramos mencetak gol penyeimbang di masa injury time lewat satu-satunya peluang tepat sasaran yang ia miliki.
Perubahan posisi Ousmane Dembele ke sektor sayap juga membuat serangan PSG semakin cair. Fabian Ruiz dan Vitinha membantu mengatur tempo permainan, membuat Tottenham kesulitan keluar dari tekanan.
Skor 2-2 bertahan hingga waktu normal usai dan laga dilanjutkan ke adu penalti.
PSG Menang Adu Penalti, Cetak Sejarah
Di babak adu penalti, kiper PSG tampil sebagai pahlawan setelah menepis tendangan penentu dari pemain Tottenham. PSG akhirnya memastikan kemenangan dan resmi mengangkat trofi UEFA Super Cup untuk pertama kalinya.
Gelar ini menjadi sejarah baru bagi klub ibu kota Prancis tersebut. Sebelumnya, PSG sempat gagal meraih trofi serupa pada 1996.
Keberhasilan ini juga membuat PSG menjadi satu-satunya klub Prancis yang berhasil menjuarai UEFA Super Cup. Sebuah pencapaian yang semakin mengukuhkan dominasi mereka di level Eropa.
Ambisi Sapu Bersih Trofi
Presiden klub, Nasser Al-Khelaifi, menyebut kekalahan di ajang sebelumnya menjadi pelajaran berharga bagi tim. Ia menegaskan PSG kini lebih matang dan haus gelar.
Luis Enrique pun tak menutupi ambisinya. Ia ingin PSG mencatat sejarah dengan menyapu bersih seluruh trofi musim ini. Dukungan penuh datang dari para pemain, termasuk Ousmane Dembele dan kapten tim Marquinhos.
PSG kini semakin dipandang sebagai kekuatan besar baru di Eropa setelah sukses meraih Liga Champions dan UEFA Super Cup secara beruntun.
Tottenham Terus Dihantui Kutukan
Berbeda dengan PSG, kekalahan ini memperpanjang catatan buruk Tottenham di partai final. Dalam satu dekade terakhir, Spurs hanya mampu meraih satu trofi dari lima kesempatan final.
Kepergian Son Heung-min ke LAFC semakin memperlemah skuad. Ditambah cedera sejumlah pemain penting seperti Destiny Udogie, Dejan Kulusevski, dan James Maddison, situasi Tottenham semakin sulit.
Keputusan manajemen memecat Ange Postecoglou juga menuai kritik. Padahal pelatih asal Australia tersebut sempat mempersembahkan trofi Liga Europa.
Dengan komposisi skuad yang belum stabil dan tekanan besar dari suporter, Tottenham diprediksi menghadapi musim yang berat.
Sementara itu, PSG menikmati momentum emas. PSG juara UEFA Super Cup 2026 menjadi simbol era baru dominasi mereka di Eropa. Kini pertanyaannya, mampukah Les Parisiens mempertahankan konsistensi dan kembali merajai kompetisi musim ini?
Editor : Axsha ZazhikaSumber : Cetakgol IDN, youtube