BLITAR KAWENTAR - Hasil Mike Tyson vs Jake Paul akhirnya resmi diumumkan setelah duel panas yang berlangsung selama 16 menit penuh. Pertarungan yang mempertemukan legenda tinju dunia dengan bintang internet kontroversial itu berakhir tanpa KO, dan Jake Paul dinyatakan menang lewat keputusan mutlak juri.
Dalam laga tersebut, Mike Tyson sempat meminta format ronde dua menit demi menghadirkan aksi yang lebih intens. Sejak ronde awal, Iron Mike langsung tampil agresif. Ia mencoba menekan dan beberapa kali melepaskan pukulan overhand right serta hook kiri andalannya.
Namun, Jake Paul tak tinggal diam. Statistik dua ronde awal menunjukkan Paul mendaratkan 12 dari 53 pukulan (23 persen), sementara Tyson mencatatkan 7 dari 34 pukulan (18 persen). Meski akurasinya sedikit di bawah sang lawan, Tyson tercatat lebih aktif dibandingkan saat laga ekshibisi melawan Roy Jones Jr maupun duel terakhirnya sebelumnya.
Duel Sengit Sejak Ronde Awal
Dalam jalannya pertandingan, Jake Paul terlihat semakin matang sebagai petinju. Ia berulang kali melepaskan kombinasi jab dan straight right yang cukup efektif. Salah satu pukulan kanan Paul bahkan sempat membuat Tyson kehilangan keseimbangan.
Beberapa momen menunjukkan kaki Tyson terlihat kurang stabil ketika menerima kombinasi jab–right hand dari Paul. Meski demikian, mantan juara dunia kelas berat itu tetap berusaha maju dan menekan.
Tyson sempat melesakkan triple left hook yang menjadi ciri khasnya. Pukulan itu disambut sorak penonton karena menjadi salah satu momen paling bersih yang ia hasilkan sepanjang laga.
Di sisi lain, Jake Paul juga menunjukkan disiplin teknik. Ia beberapa kali mengatur jarak dengan jab sebelum melepaskan kombinasi hook dan right hand. Wasit bahkan sempat memperingatkan Paul karena dianggap terlalu lama mengukur jarak sebelum melancarkan serangan.
Statistik dan Efektivitas Pukulan
Secara keseluruhan, duel ini memperlihatkan perbedaan strategi. Tyson tampil lebih agresif dengan mencoba mendekat dan mengincar pukulan jarak dekat. Sementara Jake Paul memilih bermain sabar, memanfaatkan reach dan timing untuk melancarkan pukulan lurus.
Beberapa pengamat menyebut right hand Jake Paul menjadi senjata paling efektif dalam pertarungan tersebut. Pukulan itu beberapa kali mengenai Tyson, meski tidak sampai menjatuhkannya.
Tyson sendiri tetap menunjukkan daya tahan yang solid. Ia mampu menyerap sejumlah pukulan tanpa terjatuh. Hal ini menjadi sorotan mengingat usia Tyson jauh lebih tua dibandingkan Jake Paul.
Baca Juga: Sejarah The Jakmania: Awal Berdiri hingga Jadi Suporter Fanatik Persija Jakarta yang Mendunia
Keputusan Juri: Menang Angka Mutlak
Setelah delapan ronde tuntas dan tak ada KO tercipta, duel Mike Tyson vs Jake Paul akhirnya ditentukan melalui kartu penilaian juri.
Hakim David Yabuchi memberikan skor 80-72 untuk Jake Paul. Sementara dua juri lainnya, Lawrence Cole dan Jesse Reyes, masing-masing memberi skor 79-73.
Dengan hasil tersebut, Jake Paul resmi dinyatakan sebagai pemenang melalui unanimous decision atau kemenangan angka mutlak.
Meski kalah, Tyson tetap menunjukkan sportivitas tinggi. Di akhir laga, keduanya saling memberikan penghormatan sebagai bentuk respek.
Tyson Tak Lagi di Puncak, Tapi Tetap Ikon
Hasil Mike Tyson vs Jake Paul ini menegaskan bahwa era dominasi Tyson sudah lama berlalu. Kemenangan terakhir Tyson sebelumnya terjadi sangat cepat, hanya dalam 49 detik saat menghadapi Clifford Etienne bertahun-tahun lalu.
Kini, pertarungan berjalan penuh hingga 16 menit tanpa KO. Namun, daya tarik Tyson sebagai ikon tinju dunia tetap tak terbantahkan.
Sementara itu, kemenangan atas Tyson semakin memperkuat posisi Jake Paul sebagai figur yang serius di dunia tinju profesional. Banyak pihak yang dulu meragukan kemampuannya kini mulai mengakui perkembangan teknik dan mental bertarungnya.
Duel ini bukan sekadar soal menang dan kalah. Pertarungan tersebut menjadi ajang pembuktian lintas generasi: legenda kelas berat menghadapi petinju muda yang tengah naik daun.
Bagi para penggemar tinju, hasil Mike Tyson vs Jake Paul menjadi momen bersejarah yang mempertemukan dua era berbeda dalam satu ring.
Editor : Axsha Zazhika