JAKARTA - Kehadiran pelatih baru Timnas Indonesia akhirnya tinggal menunggu pengumuman resmi. Nama John Herdman sudah santer disebut sebagai pawang anyar skuad Garuda. Meski rombongan kepelatihannya belum menampakkan batang hidung, publik sepak bola Tanah Air sudah tak sabar menanti satu hal krusial: prediksi line up Timnas Indonesia versi John Herdman.
Apalagi agenda terdekat adalah FIFA Matchday Maret, di mana Indonesia akan tampil sebagai tuan rumah dalam ajang FIFA Series. Dengan waktu persiapan yang singkat, menarik untuk membedah bagaimana Herdman akan memaksimalkan stok pemain yang tersedia.
STY Versi Inggris?
Warganet Indonesia memang unik. Belum resmi melatih, Herdman sudah dijuluki “STY versi Inggris”. Julukan ini bukan tanpa alasan. Jika ditelusuri, filosofi Herdman memang punya kemiripan kuat dengan pendekatan Shin Tae-yong selama membesut Timnas Indonesia.
Menurut analisis Total Football Analytics, Herdman dikenal akrab dengan skema tiga bek, terutama formasi 3-4-3 atau 3-4-2-1. Sistem ini sudah teruji saat ia menukangi Timnas Kanada, termasuk ketika lolos ke Piala Dunia 2022.
Permainannya identik: intensitas tinggi, disiplin transisi, dan energi yang tak pernah habis. Filosofi lama, tapi dengan sentuhan baru.
Formasi Pilihan: 3-4-2-1
Untuk Timnas Indonesia saat ini, formasi 3-4-2-1 dinilai paling realistis. Skema ini dinamis, agresif, dan cocok dengan karakter mayoritas pemain Indonesia yang mobile dan rajin menekan.
Kiper: Sweeper Keeper Wajib Hukumnya
Herdman bukan penggemar kiper tradisional. Ia lebih menyukai sweeper keeper—kiper yang aktif dalam build up dan berani keluar dari sarang.
Di Kanada, ia mengandalkan Milan Borjan, yang pada Piala Dunia 2022 mencatat tingkat keberhasilan sweeper action hingga 98 persen (versi FotMob).
Di Timnas Indonesia, profil yang paling mendekati kriteria ini adalah Maarten Paes. Kiper FC Dallas tersebut memiliki persentase sweeper pass sekitar 72 persen—jauh di atas Emil Audero yang lebih berkarakter shot stopper murni.
Prediksi kiper utama: Maarten Paes
Trio Bek Tengah: Fondasi Sistem Herdman
Tiga bek tetap menjadi tulang punggung. Kombinasi yang paling masuk akal:
-
Kevin Diks
-
Jay Idzes
-
Justin Hubner
Kevin Diks berperan sebagai ball-playing defender yang piawai keluar dari tekanan. Jay Idzes menjadi libero dengan postur ideal dan dominasi duel udara. Sementara Justin Hubner cocok dengan filosofi pertahanan proaktif Herdman: agresif, berani intersep, dan kuat duel satu lawan satu.
Wing Back: Mesin Utama Sistem 3 Bek
Formasi ini sangat bergantung pada stamina dan kualitas wing back.
-
Kiri: Calvin Verdonk
-
Kanan: Sandy Walsh
Verdonk berperan sebagai motor serangan, kuat dalam penguasaan bola dan distribusi umpan. Sementara Sandy Walsh lebih berfungsi sebagai ghost runner—datang dari lini kedua dan muncul di tiang jauh.
Keduanya juga disiplin saat transisi bertahan, meminimalkan risiko counter attack yang sering menjadi kelemahan formasi tiga bek.
Double Pivot: Jantung Permainan
Di lini tengah, Herdman biasanya mengandalkan dua gelandang dengan peran berbeda.
-
Thom Haye
-
Joey Pelupessy
Haye bertindak sebagai metronom, pengatur tempo, dan distributor utama. Joey Pelupessy berperan sebagai jangkar: memutus serangan lawan, intersep, lalu memberi umpan sederhana ke Haye.
Namun jika Haye absen karena sanksi FIFA, opsi realistis adalah Eliano Reijnders, yang menawarkan mobilitas dan pressing lebih agresif.
Dua Playmaker: Eksploitasi Half Space
Posisi dua gelandang serang di belakang striker akan diisi oleh:
-
Ragnar Oratmangoen
-
Marselino Ferdinan
Ragnar bergerak eksplosif dari half space kiri, sementara Marselino menguasai half space kanan dengan kreativitas dan penetrasi ke kotak penalti. Keduanya bisa bertukar posisi untuk mengacaukan penjagaan lawan.
Striker: Ole atau Sananta?
Untuk ujung tombak, Herdman punya dua opsi berbeda:
-
Ole Romeny – cocok untuk permainan dinamis, turun menjemput bola, dan tukar posisi cepat.
-
Ramadhan Sananta – ideal menghadapi lawan dengan blok rendah, kuat duel udara, dan jadi target crossing.
Prediksi Starting XI (3-4-2-1)
Paes
Diks – Idzes – Hubner
Walsh – Pelupessy – Haye – Verdonk
Marselino – Ragnar
Ole / Sananta